<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125</id><updated>2011-08-01T16:20:21.357-07:00</updated><title type='text'>Warta Edukasi Kota Mojokerto</title><subtitle type='html'>Wahana komunikasi para pegiat dan pemerhati dunia pendidikan untuk peningkatan kualitas pendidikan secara maksimal</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-3707123280349179391</id><published>2010-01-02T19:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T19:59:14.243-08:00</updated><title type='text'>Belajar Jujur</title><content type='html'>Kejujuran adalah sisi mata uang yang berlaku dimana saja. Setiap orang yang jujur dipastikan dapat berkiprah dimanapun lini kehidupan ini. Mereka dapat menempatkan diri dengan sebaik-baiknya tanpa ada tekanan di dalam hati.&lt;br /&gt;Kejujuran adalah brandingself bagi semua orang yang ingin berkiprah dalam kehidupan positif. bahkan, dalam dunia hitam-pun kejujuran masih dipertahankan. tetapi, dalam hal ini kita tidak membicarakan dunia hitam, sebab pendidikan berorientasi pada dunia putih.&lt;br /&gt;Tetapi, yang terjadi dalam kehidupan kita sungguh sangat jauh dari harapan.Masih terlalu banyak orang yang belum dapat mempraktekkan kejujuran dalam setiap langkah kehidupannya. Bahkan, repotnya adalah mereka takut jujur sebab orang jujur telah menjadi barang yang sangat langka dalam kehidupan kita sekarang.&lt;br /&gt;Kita harus belajar jujur, sebab kehilangan kejujuran berarti kehilang jati diri, kehilangan brandingself serta yang terpenting adalah eksistensi diri terbungkus oleh sesuatu yang menjijikan.&lt;br /&gt;Sebagai guru, khususnya, kita harus belajar jujur melihat dan memberikan penilai kepada anak didik serta kegiatan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Belajar jujur telah menjadi sesuatu yang sangat berat, tetapi melakukan kejujuran menajdi semakin berat. Hanya saja, ketika kejujuran berganti dengan ketidakjujuran ternyata banyak orang yang menyimpannya rapi-rapi di lubuk hati dan menguncinya rapat-rapat, selanjutnay kunci dibuang jauh-jauh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-3707123280349179391?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/3707123280349179391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=3707123280349179391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3707123280349179391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3707123280349179391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2010/01/belajar-jujur.html' title='Belajar Jujur'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-349954248195684442</id><published>2009-12-10T04:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T04:24:20.304-08:00</updated><title type='text'>Belajar Berani</title><content type='html'>Diakui atau tidak, selama ini yang menjadi kendala utama seseorang sehingga tidak pernah mecapai kemajuan maksimal dalam kehidupanya adalah tidak adanya keberanian. Terlalau banyak orang yang ketakutan, bahka sebelum melakukan sesuatu mereka sudah ketakutan, tidak berani.&lt;br /&gt;Dalam dunia pendidikan,keberanian menjadi satu aspek yang sangat menentukan keberhasilan melakukan proses. Bahwa pendidikan dilakukan dalam sebuah kegiatan yang kita kenal dengan nama belajar. Artinya, seseorang yang sedang belajar jangan pernah takut! Ketakutan tersebut justru menjadi penghambat terbesar dalam mencapai keberhasilan.&lt;br /&gt;Ya, belajar membutuhkan keberanian dalam segala hal. Jangan hanya mau menerima kondisi yang sudah tersaji secara instan dalam hidup kita. Justru pada saat kita berani melakukan sebuah revolusi sikap dan tindakan untuk perbaikan kondisi pendidikan dan belajar merupakan satu sikap terbaik untuk keberhasilan belajar dan pendidikan.&lt;br /&gt;Ya, jangan pernah takut saat kita sedang belajar. Jangan takut salah, jangan takut jatuh, jangan takut....., sebab kesalahan, jatuh dan sebagainya dalam proses belajar adalah sesuatu yang sangat wajar. Bukankah keberhasilan sebuah proses disebabkan oleh keberanian kita di dalam mengambil keputusan untuk melakukan proses tersebut?!&lt;br /&gt;Oleh karena itulah,sejak sekarang kita harus berani, belajar berani untuuk bersikap, mengeluarkan pendapat, melakukan sesuatu yang baru, walau mungkin sangat kontroversi, yang penting hal tersebut menuju ke sebuah kebaikan.&lt;br /&gt;Jangan takut pada pimpinan, jangan takut pada guru, jangan takut pada siapapun yang ada disekitar kita, melainkan bersikaplah segan sebab sikap segan menunjukkan penghargaan yang kita berikan sebagai penghormatan atas segala hal terbaik yang diberikan kepada kita.&lt;br /&gt;Apakah kita siap untuk belajar berani...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-349954248195684442?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/349954248195684442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=349954248195684442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/349954248195684442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/349954248195684442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/12/belajar-berani.html' title='Belajar Berani'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-4523388188526958873</id><published>2009-10-12T20:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T20:39:20.744-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Mandiri</title><content type='html'>Memperhatikan kondisi jaman yang serba global, dimana setiap orang dituntut untuk dapat bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri, maka sudah saatnya kita menerapkan konsep pendidikan mandiri. Dalam konteks ini,kita menekankan pada pembekalan kemandirian kepada anak didik sehingga pada saat mereka belajar ataupun nanti setelah mereka menyelesaikan masa belajarnya,mereka dapat menjalani hidup tanpa bergantung kepada orang lain.&lt;br /&gt;Hal ini sangat penting mengingat kenyataan saat sekarang ini kemadirian merupakan hal yang langka dari anak didik. Anak didik sudah kehilangan kemandirian sehingga untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja mereka masih berharap bantuan orang lain. Mereka tidak dapat memberikan pelayanan pribadi untuk dirinya, apalagi jika dituntut untuk melayani orang lain. Mereka pasti tidak pernah dapat melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka kita perlu berpikir untuk memberikan proses pembelajaran untuk pendidikan mandiri pada anak didik.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-4523388188526958873?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/4523388188526958873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=4523388188526958873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4523388188526958873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4523388188526958873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/10/pendidikan-mandiri.html' title='Pendidikan Mandiri'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-8051997882183421120</id><published>2009-10-12T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T06:10:07.164-07:00</updated><title type='text'>Tahun Ajaran baru.... TUgas baru....</title><content type='html'>Tahun ajaran baru identik dengan tugas baru... itu sesuatu yang sudah pasti... maka kita harus selalu siap menghadapi dan menjalaninya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-8051997882183421120?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/8051997882183421120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=8051997882183421120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/8051997882183421120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/8051997882183421120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/10/tahun-ajaran-baru-tugas-baru.html' title='Tahun Ajaran baru.... TUgas baru....'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-2990809651299334235</id><published>2009-08-26T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T19:44:07.640-07:00</updated><title type='text'>SElamat Datang BUlan Ramadhan, BUlan Penuh Berkah TUhan</title><content type='html'>SElamat datang Bulan PeNuh berKah Tuhan... semoga pada bulan penuh berkah kebaikan ini kita semua mendapaatkan hikmah, berkah dan segala tuntunan hidup positif agar kita dapat melanjutkan hidup sebaik-baiknya&lt;br /&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal kebaikan kita mendapatkan balasan terbaik dari TUhan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-2990809651299334235?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/2990809651299334235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=2990809651299334235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2990809651299334235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2990809651299334235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/08/selamat-datang-bulan-ramadhan-bulan.html' title='SElamat Datang BUlan Ramadhan, BUlan Penuh Berkah TUhan'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-1042681726834259694</id><published>2009-08-18T05:22:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T05:28:45.009-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Penyemangat Untuk Anak Didik</title><content type='html'>Bahwa anak didik adalah sosok-sosok dengan kemampuan yang sedemikian rupa sehingga tidak begitu saja diharuskan mengikuti apa yang dikatakan oleh guru. Anak didik bukan lagi lembaran kertas putih tanpa isi sama sekali, justru anak didik adalah sebuah buku yang sudah cukup banyak tulisannya dan selanjutnya tulisan tersebut perlu ditambah seiring dengan tingkat kemampuan anak.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, eksistensi guru sebagai pembimbing, fasilitator pendidikan sangat perlu dipahami oleh semua pihak, termasuk guru dan anak didik. Guru dan anak didik adalah satu eksatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga jika memang menginginkan satu perubahan sebagaimana yang diharapkan, maka kedua aspek tersebut harus benar-benar bekerjasama sehingga sinergisitasnya terjag.&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, guru setidaknya mempunyai waktu belajar yang lebih lama sehingga pengalaman lebih banyak dibandingkan anak didik sehingga secara langsung guru dapat mengetahui apa yangs ebenarnya sedang dibutuhkan oleh anak didiknya. Dan, setelah kita analisas secara cermat, maka satu hal yang sangat dibutuhkan oleh anak didik adalah Penyemangat!&lt;br /&gt;maka dari itu, sebagai seorang guru kita harus dapat memposisikan diri kita sebagai Penyemangat bagi anak didik kita! Beri  mereka semangat sebesar-besarnya! Bawa mereka pada suatu kondisi positif dengan arahan yang tepat dan jelas!&lt;br /&gt;Ya... Guru harus dapat menjadi penyemangat bagi anak didiknya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-1042681726834259694?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/1042681726834259694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=1042681726834259694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1042681726834259694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1042681726834259694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/08/pentingnya-penyemangat-untuk-anak-didik.html' title='Pentingnya Penyemangat Untuk Anak Didik'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-8693227845278312697</id><published>2009-08-04T05:50:00.001-07:00</published><updated>2009-08-04T05:53:48.600-07:00</updated><title type='text'>Ribetnya mengatur Jadwal Pengajaran</title><content type='html'>Tahun ini memang benar-benar menjadi tahun ribet saat harus memulia tahun pelajaran 2009/ 2010, hal ini karena proses penyusunan jadwal sangatlah dibet. Padahal, di sekolah negeri yang seharusnya orang-orangnya adalah orang-orang stand by, siap diletakkan dimana saja. Tetapi ternyata sangat ribet....&lt;br /&gt;Bahkan... kalah dengan sekolah swasta yang notabene gurunya adalah guru terbang... sekolah swasta sudah selesai menyusun jadwal... eh sekolah negeri masih belum... malah sekolah swasta harus bolak balik mengubah jadwal sebab rekanb-rekan guru negeri yang jadwalnya terus berubah-ubah... duh ribetnya mengawali tahun pelajaran baru...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-8693227845278312697?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/8693227845278312697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=8693227845278312697' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/8693227845278312697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/8693227845278312697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/08/ribetnya-mengatur-jadwal-pengajaran.html' title='Ribetnya mengatur Jadwal Pengajaran'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-4768398993738596943</id><published>2009-07-03T04:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T05:25:30.858-07:00</updated><title type='text'>Pekerjaan Sepanjang HAri</title><content type='html'>HAri ini adalah hari ketiga sejak proses penerimaan siswa didik baru di sekolahanku. Dan kebetulan aku dijadikan sebagai salah satu koordinator tim panitia PSB ini,yaitu pada penentuh tes dan wawancara.&lt;br /&gt;Sejak pagi, aku sebagai koordinator tim harus selalu mengkondisikan kinerjanya sehingga tidak kalang kabut, apalagi jumlah anak yang mendaftar sangat berlimpah. jauh lebih banyak dari perkiraan anak yang bakal diterima.&lt;br /&gt;Bagaimana-pun kami tidak ingin kecoongan saat menentukan keberhasilan anak dalam memsyki ceah menjadi murid di sekolahan ini. INI merupakan kewajiban mental yang tidak dapat diabaikan, menjaga kualitas sekolah sebagai wahana pendidkan positif sehingga perlu anak-anak penyortiran agar kualitas anak-anak terjamin.&lt;br /&gt;Hari ini sejak pagi aku melaksanakan tugas tanpa kesal ataupun keluh kesah terlontar keluar, walau sebenarnya keluh tu tetap ada, apalagi ketika anak buah sama sekalai tidak dapat diajak kompromi... wah..&lt;br /&gt;Hari ini aku bekerja seharian... sata pulang.. diri sudah sedemikian loyonya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-4768398993738596943?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/4768398993738596943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=4768398993738596943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4768398993738596943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4768398993738596943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/07/pekerjaan-sepanjang-hari.html' title='Pekerjaan Sepanjang HAri'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-2666233051953005249</id><published>2009-07-02T23:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T23:15:05.474-07:00</updated><title type='text'>ARtikelku di Media Pendidikan Jatim</title><content type='html'>Sekali lagi.. dari sekian banyak artikel yang kutulis, bulan ini masuk dalam edisi Media Pendidikan Jatim. Sungguh ini merupakan satu kebanggan bagiku. sudah seringkali artikelku mengisi halaman-halaman Media kebanggan dunia pendidikan di jatim itu. Tulisan-tulisan dalam artikel adalah angan-angan sdan keinginan utnuk perwujudan dalam dunia pendidikan yang kugeluti, ntuk peningkatan kulitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-2666233051953005249?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/2666233051953005249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=2666233051953005249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2666233051953005249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2666233051953005249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/07/artikelku-di-media-pendidikan-jatim.html' title='ARtikelku di Media Pendidikan Jatim'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-6607080074112343539</id><published>2009-07-02T22:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T23:05:52.114-07:00</updated><title type='text'>PSB yang Rumit</title><content type='html'>Penerimaan Siswa Baru menjadi satu moment penting bagi sekolah untuk mengevaluasi eksistensi dirinya dalam masyarakat. Dengan melihat atensi amsyarakat terhadap sekolah, maka setidaknya kita dapat mengetahui secara pasti tingkat kepercayaan dan perhatian amsyarakat terhadap sekolah. Dan, tingkat perhatian masyarakat terhadap sekolah adalah identik dengan tingkat keberhasilan sekolah di dalam mengelola proses pendidikan dan pembelajarannya.&lt;br /&gt;sekolah-sekolah dengan tingkat pendaftaran siswa baru yang maksimal, berarti mendapatkan kepercayaan masyarakat yang sedemikian rupa sehingga masyarakat merasa perlu dan harus mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Sekolah yang mempunyai tingkat atensi masyarakat tinggi tanpa harus promosi sudah didatangi oleh anak-anak dan orangtuanya, masyarakat. Tidak perlu mengumbar ulasan atas kondisi diri sebab masyarakat sudah memahami dan mengerti kondisi sekolah tersebut.&lt;br /&gt;Dan, selamanya, proses penerimaan siswa baru merupakan satu kegiatan yang rumit. Kerumitan tersebut terutama pada prosesnya. Anak didik harus mendaftar dengan menyerahkan beberapa syarat, terutama ijasah sekolah sebelumnya dan kelengkapan lainnya, termasuk dana pendaftaran. selanjutnya harus mengikuti ujian tulis dan wawancara. Setelah itu harus berjuang memperoleh kesempatan ikut atau lulus dalam ujian tersebut.&lt;br /&gt;Bagi guru PSB merupakan tugas tambahan yang sangat merumitkan... Pada saat teman-teman lain libur, panitia PSB harus berkutet mempersiapkan segala hal terkait dengan PSB. Sejak musim liburan, Panitia sudah bekerja mempersiapkan segala hal... duh rumitnya... apalagi jika tidak ada kesinkronan rasa tanggungjawab dinatara anggota panitia.. wah lelet banget..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-6607080074112343539?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/6607080074112343539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=6607080074112343539' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6607080074112343539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6607080074112343539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/07/psb-yang-rumit.html' title='PSB yang Rumit'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-666686795094795221</id><published>2009-06-27T00:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T00:43:51.685-07:00</updated><title type='text'>Apa ini Lelucon????</title><content type='html'>Pengumuman anak kelas 3 yang mengikuti ujian nasional tahun 2008 / 2009 sudah lama diumumkan, sekitar tanggal 15 Juni 2009. Dan, hasilnya beberapa anak terpaksa gagal, dinyatakan tidak lulus. Mereka merasakan terpukul, apalagi bagi mereka yang benar-benar berkompeten dalam bidang keahlian. ternyata yang menjadi penyebab adalah pelajaran atau Ujian Teori bidang keahlian. Beberapa anak dari bidang keahlian teknik mesin, khususnya program keahlian teknik pemesinan dan teknik mekanik otomotif harus berbesar hati sebab kegagalan oleh satu mata ujian tersebut.&lt;br /&gt;Akhirnya, semua sekolah memutuskan untuk mengikutkan anak-anaknya pada ujian Paket C. Walau mereka  menyadari bahwa anak-anak tidak lulus ujian teori kejuruan, tetapi bagaimana lagi... mereka hartus mengikuti ujian tersebut. Maka, anak-anakpun berjuang lagi mengikuti ujian paket C.&lt;br /&gt;Selama 4 hari, anak-anak harus mengikuti ujian persamaan Paket C, anak-anak SMK dikelompokkan pada sekolah umum jurusan IPA, sehingga sungguh sangat lucu sebab anak-anak SMK yang biasanya berhadapan dengan mesin ternyata harus mengerjakan pelajaran biologi. Anak-anak yang biasanya berkutet  dengan mesin-mesin ternyata harus mengerjakan materi tentang ilmu hayat...&lt;br /&gt;Dasn, saat ujian Paket C berakhir, pada hari ke empat, ternyata ada kabar bahwa anak-anak yang program keahlian teknik mekanik otomotif dnyatakan lulus semua!!?&lt;br /&gt;Duh dalam hal begini siapa yang bijak?&lt;br /&gt;Apakah ini lelucon dalam dunia pendidikan kita?&lt;br /&gt;Anak yang sudha dinyatakan tidak lulus eh ternyata dapat berubah menjadi lulus? kenapa hanya anak-anak program keahlian Teknik mekanik Otomotif saja???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-666686795094795221?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/666686795094795221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=666686795094795221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/666686795094795221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/666686795094795221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/06/apa-ini-lelucon.html' title='Apa ini Lelucon????'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-3770969357492744919</id><published>2009-06-09T01:43:00.001-07:00</published><updated>2009-06-09T01:54:21.072-07:00</updated><title type='text'>Urgensi Ujian Ulang</title><content type='html'>Setiap orang yang mengalami kegagalan selau berkeinginan untuk mengulang sehingga kegagalan tersebut dapat ditebus dan selanjutnya menghasilkan keberhasilan.&lt;br /&gt;Tetapi, di dalam memperbaiki kegagalan tersebut, maaka seseorang harus melakukan hal-hal yang sama sebagaimana saat menjalankan kegiatan. Bahkan kegiatan tersebut harus dijalankan sejak kegiatan awal.&lt;br /&gt;Ketika seseorang mengalami kegagalan dalam suatu kegiatan, maka dia harus engulangi sejak kegiatan awal. Dahulu, ketika kita tidak lulus, gagal dalam mengikuti ujian akhir sekolah, maka kita harus mengikuti kegiatan belajar mulai pada semestar pertama di kelas akhir tersebut.&lt;br /&gt;Tapi, untuk tahun ini ada sebuah fenomena yang sedemikian besarnya, yaitu anak tidak lulus, eh dapat begitu saja mengikuti ujian ulang...&lt;br /&gt;Dan, yang memutuskan itu ternyata badan yang mengurusi standar nasional pendidikan.&lt;br /&gt;Apakah ini bukan diskriminasi pelayanan pendidikan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-3770969357492744919?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/3770969357492744919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=3770969357492744919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3770969357492744919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3770969357492744919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/06/urgensi-ujian-ulang.html' title='Urgensi Ujian Ulang'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-1761580367963600015</id><published>2009-05-03T05:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T06:00:22.411-07:00</updated><title type='text'>Perlu Peningkatan Kualitas Guru</title><content type='html'>Kualitas guru seringkali menjadi pertanyaan yang tiada habisnya, bahkan jawaban yan sudah diberikan ternyata belum mampu memberikan solusi terbaik. Bahwa kualitas guru pada dasarnya merupakan modal dasar untuk menghasilkan proses pendidikan dan pembelajaran yang benar-benar mampu menjawab tantangan hidup.&lt;br /&gt;Guru adalah agen pendidikan dan pembelajaran yang selanjutnya adalah sosok yang berperan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri ini. Jika ternyata kualitas guru masih biasa-biasa saja,sebagaimana biasanya atau tidak ada usaha untuk meningkatkan lebih lanjut, maka selamanya kualitas hasil proses pembelajaran yan tetap seperti ini.&lt;br /&gt;Apalagi jika kita melihat kenyataan bahwa program sertifikasi yang sebenarnya merupakan program bagus untuk meningkatkan proses pendidkan dan pembelajaran tenryata sama sekali belm memberikan kontribusi yang tepat. Mereka yang telah dinyatakan 'lulus' baik melalui portofolio maupun diklat, dan sudah mendapatkan kompensasi atas sertifikat gurunya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi pada peningkatan kualiats pendidikan.&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, banyak yang setelah mendapatkan kompensasi setifikasi ternyata mengatakan bahwa mereka sudha tidak 'ngoyo' lagi, to mereka sudah lulus sertifikasi tanpa memberikan gambaran hal-hal yang bakal dilakukannya untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Sebenarnya, tujuan mereka bukan untuk peningkatan kualitas dunia pendidikan melainkan sekedar mendapatkan kompensasid ari proses sertifikasdi yang diikutinya, sebab selama proses penyiapan dokumen sertifikasi, yaitu portofolio, mereka telah mengeluarkan banyak dana sebab semua dokumen tersebut merupakan hasil 'jahitan 'orang lain yang tentunya membutuhkan dana.......&lt;br /&gt;Duh, dunia pendidikan... begitulah nasibmu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-1761580367963600015?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/1761580367963600015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=1761580367963600015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1761580367963600015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1761580367963600015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/05/perlu-peningkatan-kualitas-guru.html' title='Perlu Peningkatan Kualitas Guru'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-5727834726876597886</id><published>2009-04-18T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T06:59:57.864-07:00</updated><title type='text'>Artikelku di Jawa Post</title><content type='html'>Menjadi satu hal yang snagat membahagiakan bahwa kreativitas diri diakui oleh khalayak sebagai satu kelebihan kompetensi yang berguna. dengan kemampuan lebih inilah, maka selamanya kita dapat memberikan hal-hal yang kita bisa untuk orang lain.&lt;br /&gt;Bahwa kita hidup karena orang lain dan untuk orang lain.maka jika kita mempunyai kemampuan lebih, maka akan sangat berarti jika kemampuan tersebut juga disebarkan untuk orang lain.&lt;br /&gt;Memang tidak banyak yang kita dapatkan dari hasil tulis menulis ini, tetapi setidaknya kita hidup bukan sekedar untuk finansial semata. Banyak hal yang kita dapatkan dari banyak hal. Jangan hanya dinilai dari finansial semata. Apa gunanya banyak finansial jika pola kehidupan tidak tertata dengan baik, apalagi jika nilai diri di mata banyak orang sedemikian merosotnya!&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini banyak orang yang bergelimpang finansial tetapi sama sekali tidak mempunyia kemampuan untuk hidup yang positif, bahkan seringkali gara-gara menguber finansial, maka segala cara ditempuhnya..... walahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-5727834726876597886?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/5727834726876597886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=5727834726876597886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5727834726876597886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5727834726876597886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2009/04/artikelku-di-jawa-post.html' title='Artikelku di Jawa Post'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-1354839357176293942</id><published>2008-12-31T23:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T23:10:22.528-08:00</updated><title type='text'>Hari ini di tahun baru ada pelajaran bagus</title><content type='html'>Pagi hari ini aku mencoba untuk mengubah  penampilan sekitar rumahku. Hari ini adalah hari pertama untuk Tahun 2009. Oya, mungkin aku perlu mengucapkan selamat tahun baru untk semua yang mampir ke rumahku ini. Rasanya tahun baru memang harus diselamati, selamat tinggal dan selamat datang.&lt;br /&gt;Pagi hari tadi aku benah-benar sekitar rumah. goto do depan rumah kubersihkan dari berberapa kotoran yang terjungkal disitu. pepohonan kecil rimbun yang tumbuh tidka teratur kupotong dan sebagian kutebang karena tidak sedap dipandang mata. hingga pada akhirnya lingkunganku terlihat bersih dan indah.&lt;br /&gt;tapio, ketika jam 09.30 WIB, aku dan emak sangat kaget saat mendapatkan satu kondisi yang begitu rupa. Kedua ponakanku bertengkar! masalahnya sih karena saat makan ada salah satu dari mereka yang batuk, tepat di hadapan yang satunya. Mereka saling marah. &lt;br /&gt;Aku sangat kerepotan saat harus melerai mereka. tapi kemudian aku berhasil.&lt;br /&gt;rasanya menjadi seorang ibu, orangtua bagi kedua ponakan ini memang sangat berat, tetapi aku yakin TUhan tengah memberikan satu pelajaran bagiku dalam ekhidupan yang sangat penting. Semoga saja segalanya menjadi baik lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-1354839357176293942?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/1354839357176293942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=1354839357176293942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1354839357176293942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1354839357176293942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/12/hari-ini-di-tahun-baru-ada-pelajaran.html' title='Hari ini di tahun baru ada pelajaran bagus'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-5005336921020887277</id><published>2008-12-04T23:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T23:23:43.864-08:00</updated><title type='text'>Mengatur Nafas dalam Langkah Panjang Menulis</title><content type='html'>Menulis merupakan aktivitas yang membutuhkan kondisi khusus pada diri kita. khusus di dalam hal ini menunjukkan pada kita bahwa pada saat kita melakukan kegiatan kepenulisan, maka pada saat itu, kondisi dir kita harus diatr sedemikian rupa sehingga segala hal yang hendak ditulis dapat dengan mudah mengalir tanpa hambatan dari pikiran kita.&lt;br /&gt;Tetapi, kita juga perlu menyadari bahwa menulis itu dapat kita lakukan jika kondisi hati kita tenang ataupun saat tertekan. JIka kita ingin menggitai kegiatan menulis, maka semua itu harus diabaikan!&lt;br /&gt;Menulis sajalah, masak kita kalah dengan kondisi, walau hanya menulis satu kata bahkan &lt;br /&gt;satu huruf setiap saatnya!&lt;br /&gt;Oke, kita mulai menulis saja!&lt;br /&gt;Sekarang ini saja aku sedang menunggu kabar dari penerbit untuk satu knsep tulisan yang kuselesikan dalam sebulan! Kata siapa menulis ityu sulit?!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-5005336921020887277?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/5005336921020887277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=5005336921020887277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5005336921020887277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5005336921020887277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/12/mengatur-nafas-dalam-langkah-panjang.html' title='Mengatur Nafas dalam Langkah Panjang Menulis'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-4219788277076133901</id><published>2008-11-16T00:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T00:48:11.478-08:00</updated><title type='text'>Bukuku Telah Terbit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LdtEOWGMreU/SR_d94DxKEI/AAAAAAAAACo/0ZyIiG75zpA/s1600-h/yt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LdtEOWGMreU/SR_d94DxKEI/AAAAAAAAACo/0ZyIiG75zpA/s200/yt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269174144136718402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan satu bukti bahwa selama ada kemauan dan usaha, maka segala hal dapat dicapai. Demikian juga halnya dengan upaya menerbitkan buku. Setelah berlalu lalang dalam tulis menulis singkat, artikel, rasanya ada tuntutan untuk terus mengembangkan diri dengan menulis dalam nafas panjang. Dan lahirlah buku ini.&lt;br /&gt;Buku ini pada dasarnya menguraikan kenyataan bahwa sekolah sebenar-benarnya bukan untuk mencari pekerjaan. Terutama di sekolah Kejuruan, Yang kita lakukan d sekolah kejuruan adalah untuk mempersiapkan diri untuk dapat bekerja, bukan mencari kerja.&lt;br /&gt;Semoga buku ini mampu memberikan pencerahan ada semua pihak sehingga dapat menjadi satu wacana bersama atas kualitas pendidikan di negeri ini, khususnya pendidikan kejuruan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-4219788277076133901?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/4219788277076133901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=4219788277076133901' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4219788277076133901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4219788277076133901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/11/bukuku-telah-terbit.html' title='Bukuku Telah Terbit'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LdtEOWGMreU/SR_d94DxKEI/AAAAAAAAACo/0ZyIiG75zpA/s72-c/yt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-6352667096166383119</id><published>2008-11-08T21:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T21:38:25.979-08:00</updated><title type='text'>Perlu Kedewasaan Hati</title><content type='html'>Pada Jaman sekarang ini, kita seringkali melihat dan mendapati orang-orang yang dewasa tetapi pada kenyataannya masih seperti anak kecil. Secara  fisik mereka memang sudah menunjukkan ciri-ciri orang yang dewasa, tetapi ketika mereka menghadapi suatu kondisi, yang muncul ke permukaan adalah sikap dan sifat anak-anak.&lt;br /&gt;Ada banyak sikap yang muncul saat mereka menghadapi kondisi di luar diri yang tidak berkenan di hati mereka, tidak sesuai dengan kemauan diri mereka, bahkan mungkin merasa  terkalahkan oleh seseorang sehingga yang muncul di permukaan sikap dan pola kehidupan adalah hal-hal negatif yang sebenarnya hanya milik anak kecil!&lt;br /&gt;Padahal sebagai orang-orang dewasa, apalagi jika ternyata mempunyai latar belakang pendidikan, kualifikasi diri yang tinggi, para sarjana, ternyata pola pemikiran tidak berbeda dengan anak kecil! Wah, kapan negeri ini dapat berkembang dan terlepas dari sikap dansifat kekanak-kanakan jika ternyata para sarjananya tidak dapat bersikap dewasa saat menghadapi sesuatu masalah, atau sesuatu yang mereka anggap sebagai masalah, walau sebenarnya bukan masalah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-6352667096166383119?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/6352667096166383119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=6352667096166383119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6352667096166383119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6352667096166383119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/11/perlu-kedewasan-hati.html' title='Perlu Kedewasaan Hati'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-2673662171888684584</id><published>2008-09-12T23:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T00:25:39.849-07:00</updated><title type='text'>Koruptor tirulah murid ku yang satu ini</title><content type='html'>Jam belajar pagi itu habis dan aku beranjak meninggalkan kelas setelah seluruh siswa pada pulang. Ternyata diam-diam aku ditunggu oleh dua orang siswa yang ingin curhat kepadaku yang berposisi sebagai guru BK.Satu siswaku tersebut panggil saja Budiman, dia menanyakan bu,apakah saya ini pantas menerima BKSM (bantuan khusus siswa miskin) ? Lho...ada apa? dan masalahnya apa?aku balik bertanya, dia cerita jika saat masih kelas dua,orang tuanya yang berprofesi sebagai pengrajin sepatu jatuh bangkrut dan sampai tidak bisa membayar uang sekolah berbulan-bulan,hutang orang tuanya banyak dan kesulitan demi kesulitan datang.Setelah orang tuanta menemukan jalan kini usaha orang tuanya mulai lancar dan mampu membeli rumah lagi meskipun keadaannya tidak seperti dulu yang telah terjual.Meskipun sekolah masih naik sepedah ontel dan hampir teman-temannya rata kesekolah naik sepedah motor dan kehidupan harian juga sederhana, si Budiman ini ragu dan takut saat mengetahui dirinya mendapat dana bantuan siswa miskin dari pemerintah,padahal ini enak menurut banyak orang.Setelah aku dengarkan ceritannya,balik ku tanya, menurut Mas Budiman sendiri kira-kira pantas tidak terima BKSM ini? dengan jujur dia bilang...Bu meskipun kehidupan saya tidak berlebihan, saya tidak pantas terima BKSM itu,ada teman-teman yang lebih berhak atas uang itu.duhhh...mulia banget,sampai terharu rasanya mendengar curhatnya.&lt;br /&gt;Coba seandainnya para DPR terhormat,pejabat yang suka korupsi memiliki hati mulia seperti satu muridku ini,tentu Indonesia makmur dan rakyatnya sejahtera.&lt;br /&gt;Ternyata belajar memiliki hati nurani tidak perlu muluk-muluk dan pergi jauh,apalagi ke dukun,dari seorang anak seperti Budiman dapat memberi contoh nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-2673662171888684584?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/2673662171888684584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=2673662171888684584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2673662171888684584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2673662171888684584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/09/koruptor-tirulah-murid-ku-yang-satu-ini.html' title='Koruptor tirulah murid ku yang satu ini'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-3552632667794465630</id><published>2008-09-12T23:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T23:57:22.856-07:00</updated><title type='text'>Happy Day........</title><content type='html'>Rasanya hari ini rasa syukur ke Alloh SWT atas rahmat dan hidayahNya...yang seakan tiada putus,bahagia,senang.Hari ini sabtu 13 september 2008 terwujud satu impian yang lama hanya menjadi mimpi yang harus diperjuangkan dan menjadi kenyataan.Happy day.....itulah, satu naskah buku telah mendapat tawaran untuk diterbitkan oleh penerbit Grafindo Jakarta yang sekaligus penawaran harga yang ternyata.....Alhamdulillah lumayan,, tapi ini bukanlah final,ini awal yang bagus dan berkah Ramadhan dan semoga naskah-naskah selanjutnya menyusul untuk di terbitkan. Amiiiin,&lt;br /&gt;Yach...semoga setelah hari ini aku tetap dan terus bermimpi yang positif untuk melahirkan karya yang lainnya, sekaligus melahirkan anak-anak ku kelak dengan bahagia menjadi mimpi yang terus dan harus diperjuangkan.Ok, semoga aku mampu bangkit dan terus dapat berkarya,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-3552632667794465630?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/3552632667794465630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=3552632667794465630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3552632667794465630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3552632667794465630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/09/happy-day.html' title='Happy Day........'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-786206867736388331</id><published>2008-08-31T00:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T00:19:38.981-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Interaksi Dalam Peningkatan Hasil Proses Pembelajaran</title><content type='html'>Dalam proses pemelajaran ada banyak metode yang dapat dijadikan sebagai alat untuk memotivasi semangat belajarnya. Dan, metode ini merupakan metode yang efektif di dalam pembangkitan kualitas hasil proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Sebagai seorang guru, maka perlu menguasai beberapa metode pening-katan kualitas ini jika menginginkan keberhasilan dalam proses pemelajaran yang dibimbingnya. Tanpa kemampuan penguasaan terhadap metode pening-katan kualitas ini, maka anak didik tidak dapat termotivasi untuk hal tersebut. Apalah artinya proses pemelajaran jika tidak ada motivasi untuk belajar?&lt;br /&gt;Untuk itulah, maka seorang guru sangat penting menguasai beberapa metode peningkatan kualitas tersebut. Beberapa metode interaksi tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Interaksi edukasi yang baik&lt;br /&gt;Untuk dapat menyelenggarakan proses pemelajaran yang efektif, maka guru harus dapat menciptakan sebuah hubungan atau interaksi baik dengan siswanya. Dengan interaksi yang baik, maka proses pembimbing siswa untuk mengikuti dan selanjutnya menguasai materi pelajaran yang diberikan dapat maksimal.&lt;br /&gt;Interaksi edukasi menjadi tuntutan utama bagi proses pemelajaran yang dibimbing oleh guru. Dengan interaksi edukasi ini, maka terjadi komunikasi dua arah antara guru sebagai fasilitator pemelajaran dan siswa se-bagai subyek belajarnya.&lt;br /&gt;Keberhasilan proses pembelajaran pada dasarnya tergantung pada situasi yang tercipta atau diciptakan di atara pembelajar dan pelajar atau pedidik dan pendidiknya. Hal ini terkait dengan konsep dasar pembel-ajaran yang sangat membutuhkan sebuah kondisi yang kondusif. Dan, kondisi kondusif dapat tercipta jika diantara kedua pihak mempunyai persepsi yangs ama terhadap tujuan proses yang mereka jalani. Jika tidak, tentunya kondisi tersebut hanya kamuflase atas tujuan semu semata.&lt;br /&gt;Tanpa interaksi edukasi yang baik, tentunya akan terjadi pereka-yasaan sikap terhadap proses yang mereka lakukan. Dan, jika telah terjadi perekayasaan tentunya hal tersebut sudah merupakan pratanda kondisi negatif.&lt;br /&gt;Untuk mencapai keberhasilan di dalam proses pembelajaran, maka seorang guru harus mampu menerapkan metode interaksi edukasi yang sesuai dengan kondisi saat proses berlangsung. Dan, interaksi edukasi merupakan prasyarat agar tercipta sebuah komunikasi dua arah yang selanjutnya memberikan pengalaman belajar maksimal bagi anak didik.&lt;br /&gt;Peningkatan kualitas hasil proses pembelajaran memang ter-gantung pada sikap para pelaku pembelajaran, pembelajar dan pelajar pada saat meng-ikuti proses pembelajarannya. Hal ini karena pada prinsipnya proses pembelajaran merupakan interaksi antar dua orang atu lebih untuk melakukan perubahan tersistematis pada satu sisi, yaitu anak didik. Jika tidak terjadi interaksi edukasi yang baik, tentunya proses pembelajaran tidak dapat berlangsung maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Interaksi antar personal&lt;br /&gt;Di dalam proses pembelajaran terdapat dua aspek penting, yaitu guru dan anak didik. Kedua aspek ini memegang peranan penting di dalam upaya pencapaian tujuan, dimana masing-masing memposisikan diri sebagai pendidik dan pedidik. Pendidik adalah orang yang memberikan proses pendidikan dan pedidik adalah orang yang menerima atau men-jalani proses pendidikan.&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan konsep ini, maka setidaknya kita melihat adalah hubungan yang erat antara guru dan anak didik. Keduanya adalah dwi tunggal. Jika ada guru, maka pasti ada anak didik. Begitu juga sebaliknya. Apalah artinya seorang guru jika tidak ada anak didiknya. Apalah artinya proses pembelajaran anak didik jika tidak ada guru yang membimbing-nya.&lt;br /&gt;Memang kita sering mendengar bahwa ada orang yang dapat belajar secara autodidak. Artinya mereka belajar sendiri. Tetapi, benarkah mereka belajar sendiri?&lt;br /&gt;Jika kita telaah, maka setidaknya ada sosok yang menjadi pusat konsen-trasi saat mereka melakukan kegiatan belajar. Sosok fiktif ataupun sekedar sosok imej yang mereka konsentrasikan sebagai pusat pemikiran dan selanjutnya berharap mendapatkan petuah dari sosok imej tersebut.&lt;br /&gt;Dalam dunia pewayangan kita mengetahui ada seorang yang ingin berguru pelajaran memanah, dan dia sangat berbakat dalam hal tersebut. Sang guru yang hendak digurui melihat kenyataan tersebut. Tetapi karena sang guru sudah terikat sumpah bahwa dia tidak bakal meng-angkat murid dari luar, maka sang calon murid tidak diterima. Tetapi, sang calon murid tidak kehabisan cara. Sang guru boleh menolak keinginannya menjadi murid, tetapi tekadnya sudah bulat untuk mempel-ajari teknik memanah sehingga menguasainya.&lt;br /&gt;Maka sang calon murid tersebut berlatih sendiri di sebuah hutan. Dan, sebagai pelatihnya adalah patung yang dibuat mirip dengan sang guru. Setiap saat calon murid itu berlatih sambil diawasi oleh patung guru tersebut. Bahkan patung tersebut selalu disungkemi setiap menjelang latihan dan seusai latihan. Dan, pada akhirnya kemampuan anak ini setara dengan kemampuan anak yang mendapatkan pelajaran langsung dari sang guru.&lt;br /&gt;Ini adalah kegiatan pembelajaran autodidak. Sang anak belajar sendiri segala materi pelajaran yang seharusnya dipelajari. Tetapi, kita melihat bahwa komunikasi, interaksi antar personal masih saja dibutuhkan. Anak tersebut masih membutuhkan kehadiran seorang guru dan berkomuni-kasi dengan sang guru pada saat melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa setiap proses pembelajaran membutuhkan se-buah interaksi antar personal.&lt;br /&gt;Khususnya di dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, maka interaksi antar personal, guru dan anakdidik sangatlah penting agar proses pengalihan atau transfer pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didik benar- benar dapat terjadi. Dengan interaksi antar personal, maka terjadi sharing dan proses peralihan kemampuan. Bukan kah proses pembelajaran itu upaya memidahkan muatan yang lebih ke muatan yang kurang?&lt;br /&gt;Seorang guru dapat dikatakan sebagai sisi yang bermuatan lebih sebab mempunyai kemampuan yang lebih daripada anak didiknya dan anak didik adalah sisi yang bermuatan kurang. Jika kita melakukan proses pembelajaran berarti kran penghubung antara sisi guru dan sisi anak didik harus dibuka sehingga terjadilah aliran pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap dari guru ke anak didik. Inilah yang kita maksudkan seba gai interaksi antar personal.&lt;br /&gt;Peningkatan kualitas pembelajaran dapat kita capai jika interaksi antar personal tercipta secara baik dan kondusif. Guru dan anak didik harus mempunyai konsepyang sama terhadap aliran tersebut sehingga apa yang diharapkan dari proses pembelajaran benar-benar terwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Interaksi intrapersonal&lt;br /&gt;Bahwa peningkatan kualitas hasil proses pembelajaran pada dasarnya kembai pada visi dan misi dasar dari setiap orang yang menjalani proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Visi dan misi merupakan landasan terkuat bagi seseorang atau organisasi dalam upaya mencapai tujuan yang diprogramkan. Dengan visi dan misi ini, maka terlihat jelas hal yang harus dilakukan sehingga perjalanan dapat terarah, tidak terjadi pembiasan apalagi penyimpangan dari konsep dasar yang diharapkan dapat dicapai.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka di dalam upaya mencapai peningkatan kualitas hasil pembelajaran, maka harus ada komunikasi intern, komunikasi terhadap diri masing-masing. Langkah ini adalah introspeksi terhadap segala yang akan dan telah dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan. Introspeksi ini adalah bentuk interaksi yang paling dasar dari banyak interaksi dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Setiap saat kita harus berinteraksi dengan diri kita sendiri. Kita ber-komunikasi dengan diri kita tentang berbagai hal yang telah dan akan dilakukan.&lt;br /&gt;Pada saat kita akan melakukan sesuatu, maka kita selalu bertanya pada diri kita tentang segala hal terkait dengan harapan kita. Kita bertanya pada diri kita tentang kemampuan kita melaksanakan kegiatan tersebut. Kita bertanya pada diri kita tentang isi positif dan negatifnya untuk diri kita jika kita melakukan kegiatan tersebut. Ini merupakan introspeksi prakerja, langkah antisipasi yang selalu dilakukan sebagai pertimbangan agar tidak mengalami hal negatif yang merugikan diri dan kehidupan di masa depan.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada saat kita selesai melakukan kegiatan, maka kita bertanya pada diri kita tentang berbagai hal terkait dengan tingkat keberhasilan dan kegagalan dari kegiatan tersebut. Kemudian diputuskan langkah lanjut dari kegiatan tersebut. Jika berhasil, apa yang harus dilakukan dan selanjutnya jika gagal, maka apa yang dilakukan agar tidak terulang dan ditentukan langkah perbaikan dan seterusnya.&lt;br /&gt;Di dalam proses pembelajaran, interaksi intrapersonal sangat penting terkait dengan kesiapan kondisi di dalam diri masing-masing pelaku pembelajaran, pembelajaran dan pelajar. Kedua aspek ini harus mampu melakukan interaksi intrapersonal sehingga tumbuh kesadaran di diri tentang hak kewajiban dan tugasnya di dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dengan meningkatkan interaksi intrapersonal, maka pendidik maupun pedidik menyadari bahwa di dalam proses pembelajaran, mereka mem-punyai tugas masing-masing dan adanya keterkaitan sehingga harus berinteraksi.&lt;br /&gt;Berinteraksi intrapersonal artinya kita melakukan kuminikasi dengan diri kita sendiri terhadap segala hal, khususnya yang terkait dengan kegiatan pembelajaran kita. Ini merupakan introspeksi pada kondisi diri.&lt;br /&gt;Jika kita berhasil melakukan interaksi intrapersonal, maka tentuanya diharapkan tumbuhnya kesadaran atas tujuan mengiuti proses pembel-ajaran.&lt;br /&gt;Dengan melakukan interaksi intrapersonal, maka guru ataupun anak didik dapat mengetahui tingkat kemampuan dirinya terhadap aspek yang sedang mereka pelajari.&lt;br /&gt;Kesadaran atas kemampuan, kompetensi diri inilah yang sebenarnya diharapkan dari proses interaksi intrapersonal ini. Jika setiap aspek mempunyai kesadaran atas kemampuannya, maka proses dapat berlangsung maksimal dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas hasil proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Setiap proses dapat berjalan baik dan berhasil mencapai hasil maksimal jika para pelaku enyadari kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan tujuan proses. kesadaran inilah yang sebenarnya dasar darikeberhasilan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Sebagai pelaku pembelajaran, maka guru dan anak didik diharapkan melaksanakan tugas dan kewajibannya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian, maksimalitas hasil roses didasari oleh kemampuan maksimal di masing-masing pihak, guru dan anak didik.&lt;br /&gt;Interaksi atau hubungan timbal balik antara dua atu lebih aspek di dalam suatu kegiatan sangat penting di dalam segala hal. Dengan interaksi tersebut, maka tercipta komunikasi lateral yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sesama.&lt;br /&gt;Khususnya di dalam proses pendidikan dan pembelajaran, interaksi menjadi jembatan penghubung terciptanya komunikasi yang membawa pada peningkatan kualitas hasil proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dunia pendidikan yang selama ini dianggap terpuruk, sudah waktunya untuk bangkit kembali. Dan, peningkatan tersebut merupakan implikasi dari proses pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang kita lakukan merupakan salah satu proses pendidikan secara keseluruhan mencoba untuk segera memperbaiki kondisi, kualitas pendidikan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah dan belum selesai dikerjakan oleh kita semua.&lt;br /&gt;Dan, kita sebagai pelaku pendidikan sudah sewajarnya menyamakan langkah, persepsi dan visi serta misi sehingga tekad untuk meningkatkan kuaitas hasil proses pembelajaran benar-benar suatu kenyataan. Langkah yang kita lakukan merupakan implementasi dari visi dan misi yang harus kita capai.&lt;br /&gt;Dan, proses pembelajaran melibatkan banyak aspek dan pihak sehingga harus ada interaksi diantara semua aspek agar dapat mencapai tujuan yang sudah dicanangkan. Interaksi ini sangat penting mengingat kita adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu bergantung pada yang lainnya.&lt;br /&gt;Kita adalah makhluk yang selalu berhubungan dengan yang lainnya agar dapat hidup dengan nyaman dan tenang. Dengan kenyamanan dan ketenangan inilah, maka pelaku pembelajaran dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik.&lt;br /&gt;Dari penjelasan yang telah diuraikan di depan, maka setidaknya kita mulai menyadari bahwa agar proses pembelajaran dapat efektif dan berhasil maksimal, maka perlu dbina berbagai bentuk interaksi antara pelaku pembelajaran. Interaksi di dalam proses pembelajaran tidak hanya berlangsung saat proses pembelajaran, melainkan terjadi dalam segala waktu dan kondisi.&lt;br /&gt;Setidaknya kita perlu menyadari bahwa hubungan antara guru dan anak didik didalam proses pembelajaran adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri lagi. Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran harus diawali dengan kondisi interaksi yang baik dan mendukung proses pembelajaran itu sendiri.&lt;br /&gt;Seorang guru harus mampu membimbing anak didiknya sehingga tercipta interaksi yang baik di dalam proses pembelajaran, baik antar personal, intra personal, maupun interaksi edukasinya.&lt;br /&gt;Komunikasi guru –anak didik menjadi tolok ukur keberhasilan proses. Jika kita memang berkeinginan untuk meningkatkan kualitas hasil pem-belajaran kualitas komuikasi harus ditingkatkan secara signifikan. Selama ini yang menjadi masalah adalah buruknya kualitas komunikasi antara guru – anak didik, pribadi dengan dirinya sendiri dan komunikasi pada saat proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Proses pembelajaran terjadi karena adanya proses transfer dan proses transfer adalah bentuk dari komunikasi aktif yang menyebabkan adanya perpindahan kondisi sehingga kondisi seseorang mengalami perubahan positif seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;Maka, untuk dapat melakukan perubahan terhadap hasil proses pembel-ajarannya, seorang guru harus mampu membangkitkan kondisi interaksi guru – anak didik, anak didik – anak didik di dalam kelas pembelajaran-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Interaksi transpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi transpersonal mengutamakan proses saling silang antar personal secara lebih luas. Dengan demikian setiap personal yang berada di dalam proses pembelajaran berpotensi untuk menciptakan suatu koneksi tanpa ada batasannya.&lt;br /&gt;Di dalam proses pembelajaran, ada komunitas yang mempunyai visi dan misi yang sama, yaitu melakukan proses agar terjadi transfer and receive secara timbal balik. Guru memberikan bimbingan kepada anak didik dalam proses belajar dan anak didik menerima materi yang diberikan oleh guru. Take and give adalah konsep dasar yang menyebabkan terjadinya proses pembelajaran di kelas belajar. Tanpa adanya take and give, maka proses pembelajaran berubah menjadi sebagai doktrinasi konsep yang tentunya menyimpang dari konsep dasar pembelajaran.&lt;br /&gt;Konsep take and give memungkinkan terjadinya interaksi mutualisme yang mampu meningkatkan kualitas hasil proses pembelajaran. Dengan take and give masing-amsing pelaku interaksi dapat mengembangkan diri dengan memberi dan menerima informasi yang ada.&lt;br /&gt;Interaksi transpersonal secara bebas emberikan kemudahan bagi masing-masing pihak terhadap proses transfer kompetensi yang dimiliki. Kondisi ini diyakini dapat berpotensi sebagai penumbuh dan pengembang kompetensi yang sudah dimiliki masing-masing.&lt;br /&gt;Bahwa kita tidak dapat hidup sendiri sebab sebagai makhluk social, maka eksistensi orang lain di dalam diri merupakan suatu keniscayaan. Kita tidak dapat eksis tanpa eksistensi orang lain. Kita hidup saling me-lengkapi. Nonsense, jika ada orang bilang dapat hidup sendiri. Tidak membutuhkan orang lain. Bagaimana mungkin dapat memenuhi ke-butuhan hidup secara keseluruhan. Sendirian?! Nonsens!&lt;br /&gt;Terkait dengan proses pembelajaran, dua aspek utama, guru dan anak didik merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Mereka adalah team activity. Ada yang belajar, maka ada yang mengajar.&lt;br /&gt;Sebagai team activity, maka eksistensi proses selalu terkait dengan interaksi transpersonal yang mutualisme. Anak didik menerima informasi yang bermutu dari guru dan memberikan pola situasi belajar yang bermutu pula. Bahwa sebenarnya kebermutuan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh pola belajar yang diterapkan oleh anak didik. Guru hanya memfasilitasi proses yang dilakukan oleh anak didik. Tetapi sebagai team activity, maka guru dituntut untuk dapat memfasilitasi proses pembelajaran secara utuh.&lt;br /&gt;Jika kita ingin meningkatkan hasil proses pembelajaran yang kita laksana-kan, maka konsep interaksi transpersonal dengan mengutamakan proses take and give harus kita terapkan secara baik dan benar serta dikondisikan sebagai situasi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis dan sistemik.&lt;br /&gt;Untuk mencapai kondisi tersebut, maka perlu adanya keseragaman, kesamaan langkah pada pengelolaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru.&lt;br /&gt;Begitulah pentingnya interaksi edukasi dalam bentuk take and give dalam proses transformasi kemampuan untuk mencapai keberhasilan dalam pencapaian tujuan belajar. Oleh karena itulah, maka guru dan anak didik harus memahami dan menerapkannya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Anak didik mengambil (take) dan guru memberi (give) sehingga peng-aliran kompetensi benar-benar dapat dicapai. Begitulah sesungguhnya yang hendak kita inginkan pada proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dan, interaksi di dalam proses pmerupakan langkah konkrit yang seharusnya dilakukan oleh guru dan anak didik agar tercapai efektivitas maksimal.&lt;br /&gt;Proses pembelajaran tidak akan berhasil jika tidak ada interaksi efektif di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itulah, maka kita harus mengkondisikan proses pembelajaran dengan menciptakan interaksi efektif di kelas pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam proses pembelajaran kita memang dituntut untuk dapat mewujudkan keberhasilan maksimal. Hal ini terkait dengan posisi guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran sehingga untuk hal tersebut seorang guru harus dapat melakukan proses secara efektif.&lt;br /&gt;Dan, salah satu langkah konkrit untuk mencapai kondisi tersebut adalah dengan menciptakan suatu komunikasi efektif di dalam proses belajar. Komunikasi efektif yang kita maksudkan disini dapat tercipta maksimal jika kondisi interaksi pembelajaran dapat terkondisikan secara baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-786206867736388331?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/786206867736388331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=786206867736388331' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/786206867736388331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/786206867736388331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/08/pentingnya-interaksi-dalam-peningkatan.html' title='Pentingnya Interaksi Dalam Peningkatan Hasil Proses Pembelajaran'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-7557947616953108094</id><published>2008-08-16T04:43:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T04:45:09.349-07:00</updated><title type='text'>Pembunuhan Pasif menjadi Fenomena</title><content type='html'>Pembunuhan! Ya, setiap hari pemberitaan tentang pembunuhan seakan udah menjadi hal yang biasa. Nyawa seakan merupakan barang biasa yang sedemikian mudahnya untuk diambil dan dipermainkan. Hanya karena masalah kecil saja, maka nyawa dijadikan sebagai penggantinya!&lt;br /&gt;Bahkan, sekiranya boleh diperumpamakan, nyawa manusia atau mungkin manusia sudah dianggap tidak lebih dari binatang, yang sebegitu mudah untuk ‘dijagal’ atau diperdagangkan secara bebas! Nyawa hanyalah bahan permainan yang setelah tidak diperlukan, maka dapat dibuang begitu saja!&lt;br /&gt;Rasanya sekarang ini sudah begitu murah dan mudahnya merampas nyawa manusia. Hal tersebut dapat kita lihat, baca bahkan kita temukan setiap hari melalui media massa. Bahkan, tidak jarang media massa begitu vulgar di dalam pemberitaannya, seringkali over, berlebih sehingga menjadi komoditi tontonan yang dianggap mengasyikkan bagi masyarakat luas.&lt;br /&gt;Sejak kita bangun di pagi hari, kita sudah mendengar berita tentang hal-hal seperti itu. Sungguh! &lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang sedang terjadi dan dialami oleh manusia jaman sekarang ini? Apakah sebegitu bergesernya nilai-nilai kemanusiaan sehingga pola kehidupan jahilliah muncul lagi kepermukaan dan menjadi gaya hidup, khususnya pada saat harus menyelesaikan permasalahan hidup?!&lt;br /&gt;Pemikiran sehat sudah terkalahkan oleh kegelapan yang terbentang dalam segala hal! Mungkin pembunuhan seperti ini merupakan hal-hal yang terwujudkan secara jelas. Begitu saja kita sudah begitu merinding jika harus membayangkan, betapa kesakitan dan rasa tidak rela disampaikan para korban kepada pelaku ‘penjagalan’. Siapa yang rela nyawanya diambil paksa oleh yang lainnya?! Bahkan binatang saja meronta saat hendak dibantai di penjagalan! Cacigng saja menggeliat saat terancam oleh injakan kaki atau atau sekedar dipegang.&lt;br /&gt;Duh! Manusia sekarang begitu ganasnya. Nilai-nilai kemanusiaan sudah menghilang dari kehidupan dan nurani manusia. Entah, apakah ini sebagai akibat himpitan masalah hidup yang semakin kuat ataukah sebuah ‘kesenangan’ semata?? Kesenangan yang harus dibayar mahal dengan melayangnya nyawa yang lainnya!&lt;br /&gt;Kejadian ini tentunya sangat mencekam hati setiap orang. Jangankan melihat tampilan berita kematian seperti ini, dibantai, dijagal, sedangkan mendengar orang mati tanpa sebab saja kita seringkali merasa merinding. Jika kita mendengar seseorang yang meninggal, sedangkan kemarinnya masih bersama kita saja kita merasa takut, apalagi mendengar orang dibantai seperti itu.&lt;br /&gt;Bagaimana-pun pembunuhan memang merupakan satu sikap atau pola kelakuan yang tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi sesama manusia. Hal itu menunjukkan bahwa kita telah kehilangan rasa dan naluri kemanusiaan yang selama ini menjadi panutan hidup kita.&lt;br /&gt;Walaupun kita menyadari bahwa sangat banyak orang yang menjadi pembunuh bagi orang lain. Ya. Kita semua sebenarnya adalah para pembunuh yang seringkali tidak menggunakan nalar saat harus membunuh orang lain!&lt;br /&gt;Coba kita pikirkan kembali, ingat kembali beberapa hari ke belakang dan koreksi apa saja yang telah kita lakukan, baik secara verbal maupun perbuatan. Dari semua itu, coba kita klasifikasikan, kelompokkan hal-hal tersebut dalam kategori positif dan negatif!&lt;br /&gt;Berapa banyak perbuatan kita yang masuk dalam kelompok positif? Berapa banyak kegiatan kita yang masuk dalam kelompok negatif? Dari klasifikasi tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa ada perbuatan yang mengangkat dan ada perbuatan yang menjatuhkan orang lain.&lt;br /&gt;Perbuatan yang mengangkat mempunyai dampak positif bagi kehidupan seseorang sehingga dengan perbuatan yang kita berikan terhadap orang lan, maka tumbuh dan berkembang kesadaran pada orang tersebut untuk mengikuti apa yang kita lakukan atau kita katakan kepada mereka.&lt;br /&gt;Perbuatan yang menjatuhkan mempunyai dampak negatif pada kehidup-an seseorang sehingga dengan perbuatan yang kita lakukan terhadap orang ter-sebut, maka tumbuh dan berkembang sikap antitese, bertentangan dengan kondisi yang diharapkan oleh semuanya.&lt;br /&gt;Selanjutnya perbuatan negatif yang kita berikan kepada seseorang me-micu jatuhnya perasaan dan kepercayaan diri seseorang sehingga sangat berpotensi untuk terjadinya pembunuhan terhadap segala kemampuan yang dimiliki oleh seseorang.&lt;br /&gt;Ya. Saat sekarang ini sangat banyak orang yang secara tidak sadar telah menjadi pembunuh pasif. Yaitu membunuh tetapi tidak membunuh secara fisik! Banyak orang yang secara tidak sadar telah melakukan perbuatan yang sangat menghalangi pertumbuhan dan perkembangan potensi diri seseorang. Hal ini terjadi sebab seseorang merasa tidak nyaman dengan segala perbuatan yang kita berikan!&lt;br /&gt;Ya. Sekarang ini memang sangat banyak orang yang menjadi pembunuh, walaupun tidak mengakui sebagai pembunuh. Siapa sih yang mau mengakui perbuatan negatifnya? Kalau hal seperti itu ada, tentunya sudah penuh isi LAPAS. Tetapi,  pembunuh pasif tidak akan dapat kita tengarai, deteksi secara cepat dan tepat sebab proses pembunuhan yang dilakukan adalah merupakan sebuah evolusi, perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan. Pelan tetapi pasti!&lt;br /&gt;Pembunuh pasif yang kita maksudkan dalam hal ini adalah pembunuh yang secara tidak langsung menjadi penyebab ‘terbunuhnya’ seseorang dalam kehidupannya. Cukup banyak orang yang telah mati di dalam kehidupannya. Mereka tidak mempunyai semangat hidup, sebagaimana syarat hidup yang ideal! Semangat hidup mereka telah tertusuk oleh perbuatan yang tanpa sadar telah dilakukan oleh seseorang, kita, atasan, atau kolega hidup.&lt;br /&gt;Ada banyak teknik pembunuhan pasif yang dilakukan oleh banyak orang yang pada akhirnya benar-benar menjadikan seseorang menjadi ‘tidak hidup’ di dalam kehidupannya. Ya, banyak orang yang telah ‘mati’ walaupun mereka masih hidup.&lt;br /&gt;Di kantor, di tempat-tempat umum atau scara keseluruhan tempat, seringkali kita mendapati para pimpinan atau orang-orang yang merasa lebih kuat posisinya, yang melakukan pembunuhan terhadap bawahannya atau orang - orang yang dekat dengan mereka. Orang-orang berkuasa ini dengan seenaknya melakukan tindakan - tindakan yang ternyata berpotensi untuk membunuh bawahannya.&lt;br /&gt;Beberapa kegiatan yang berpotensi menjadi alat untuk membunuh secara pasif bagi orang-orang adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kata-kata yang kasar&lt;br /&gt;Kata-kata kasar merupakan alat pembunuh pasif yang sangat efektif untuk mematikan seseorang dalam kehidupannya. Dengan kata-kata yang kasar, maka menjadikan karakter seseorang menjadi down dan akhirnya menjadi-kan seseorang malas untuk melakukan sesuatu karena takut dikasari melalui kata-kata.&lt;br /&gt;Kejadian ini sering kita alami, bahkan kita lakukan pada orang-orang di sekitar kita. Mereka begitu gampangnya mengumbar kata-kata kasar untuk orang-orang lain, khususnya yang dianggap tingkatannya ada di bawah kita. Mereka mengeluarkan kata-kata kasar sebagai bentuk pelampiasan emosi tak terkendali atau sekedar ingin pamer force pada orang lain untuk mengingat-kan posisi mereka terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Kata-kata kasar itu pada dasarnya merupakan belati tajam yang langsung dihunjamkan ke ulu hati! Ya. Kata-kata kasar itu bahkan jauh lebih tajam dari belati yang setiap hari kita pergunakan untuk keperluan hidup.&lt;br /&gt;Orang bilang bahwa lidah lebih tajam dari pedang! Memang benar perum-pamaan yang berlaku di dalam kehidupan kita selama ini. Maka tidak aneh jika kita selalu diarahkan untuk dapat menjaga lisan kita, lidah kita. Orang Jawa bahkan mempunyai falsafah yang sangat bagus yang bunyinya sebagai berikut: Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana! Artinya harga diri itu dari lidahnya, harga badan dari pakaiannya.&lt;br /&gt;Lidah menjadi aspek yang terpenting di dalam kelangsungan hidup sese-orang. Jika seseorang dapat menjaga lidahnya, maka kehidupannya juga terjaga dengan baik. Tetapi, jika lidahnya lepas, maka hidupnya-pun dapat lepas!&lt;br /&gt;Kata-kata kasar yang lepas dari tarian lidah tak terkendali menjadikan sese-orang merasa begitu kecilnya sehingga segala kepercayaan diri atas kemam-puannya pupus. Kata-kata kasar menjadikan seseorang kehilangan semangat hidupnya. Mereka yang mendapatkan kata-kata kasar menjadi terjangkiti sakit minder. Dan jika seseorang minder, itu artinya sudah mati dalam hidup.&lt;br /&gt;b. Perbuatan yang tidak menyenangkan&lt;br /&gt;Hal kedua yang menjadikan seseorang terbunuh dalam kehidupannya ada-lah perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan seseorang kepada orang lain. Perbuatan tidak menyenangkan ini sangat berpotensi terhadap ter-bunuhnya seseorang di dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Tetapi, kenyataan seperti ini  seringkali dilupakan oleh seseorang atau banyak orang sehingga pembunuhan pasif tetap saja dilakukan oleh hampir semua orang.&lt;br /&gt;Ada banyak perbuatan yang tidak menyenangkan, yang setiap saat kita alami dari orang lain yang pada akhirnya menjadikan orang lain ‘mati’ dalam hidupnya. Mereka tidak mempunyai kemauan, semangat untuk melanjutkan kegiatan hidupnya sebab semangat tersebut sudah tertusuk oleh perbuatan tidak menyenangkan yang diterimanya dari pimpinan atau orang lain di tempat kerja atau tempat hidupnya.&lt;br /&gt;Kejadian ini seringkali dialami oleh seseorang akibat perlakuan tidak baik dari orang lain. Hal ini terjadi sebab perlakuan tidak menyenangkan sering-kali menjadikan seseorang trauma psikis dan menyebabkan tidak mampu melakukan kegiatan, kerja yang menjadi tanggungjawab dan kewajibannya. &lt;br /&gt;Jka seseorang sudah mengalami perlakuan tidak menyenangkan, maka sebagai dampaknya, di dalam dirinya muncul semacam perlawanan sebagai bentuk perlawanan diri, pertahanan diri atas stimulus negatif bagi dirinya. Hal ini menjadikan mereka merasa terancam dan wajib melakukan perlawan-an terhadap sumber stimulus tersebut.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka dengan melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada seseorang, maka sebenarnya pada saat itu kita sudah ‘membunuh’ segala potensi yang dimliki seseorang dan mengakibatnya hilangnya se-mangat kerja/hidup. Dan, kondisi tersebut tidak lain adalah adanya pem-bunuhan terhadap eksistensi diri dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penempatan/penugasan yang tidak tepat tempat/wrong place&lt;br /&gt;Hal ketiga yang mempunyai potensi sebagai pembunuh pasif bagi seseorang adalah penempatan posisi yang tidak tepat tempat/wrong place. Jika sese-orang diletakkan pada posisi yang tidak sesuai dengan kemampuan dirinya, maka hal tersebut dapat menjadikan seseorang kehilangan semangat hidup dan pada akhirnya mampu menjadi alat pembunuh yang efektif.&lt;br /&gt;The right man is the right place. Orang yang tepat pada tempat yang tepat! Ini merupakan sebuah pepatah yang selama ini menjadi pedoman untuk efektifitas kegiatan setiap institusi atau kelompok kerja. Artinya jika kita menempatkan orang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, maka pekerjaan yang menjadi tanggungjawab dan kewajibannya dapat diselesai-kan sesuai dengan program yang sudah disusun. Dengan demikian, maka kerja menjadi efektif. Setiap orang dapat mengeksplorasi kemampuannya secara maksimal sebab yang ditangani merupakan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;Tetapi, jika penempatan yang tidak tepat, maka potensi terjadinya pem-bunuhan pasif terhadap seseorang sangat besar kemungkinan terjadinya. Seseorang yang berada pada posisi yang salah menjadikan seseorang tersiksa dan tidak tenang hidupnya. Mereka merasa bahwa apa yang mereka kerjakan adalah sebuah hukuman yang harus dilakukan sebagai konsekuensi atas kesalahan, yang tentunya tidak mereka ketahui, apa.&lt;br /&gt;Memang, mutasi atau perguliran posisi merupakan hal yang wajar di dalam sebuah institusi atau perusahaan, tetapi jika mutasi dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, maka hal tersebut tidak berbeda dengan pembunuhan pasif.&lt;br /&gt;Jika kita berada di tempat yang tidak sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, tentunya hal tersebut sebuah siksaan yang teramat berat. Untuk watu yang pendek, mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi, jika hal tersebut ber-laku pada waktu yang relatif lama, maka siksaan yang dirasakan oleh sese-orang mampu menjadikannya ‘terbunuh’ ditempat kerjanya akibat posisinya yang tidak sesuai dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;Dapat kita bayangkan, jika seseorang yang biasanya bergelut dengan obat, ternyata dipindahtugaskan pada bagian yang menangani mesin. Tentunya mereka tidak tenang, mereka tidak nyaman dalam bekerja. Dan, mereka jadi terbunuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tidak adanya reward bagi prestasi seseorang&lt;br /&gt;Setiap orang pada dasarnya menginginkan adanya pengakuan atas eksistensi oleh orang lain. Dengan pengakuan ini, maka dapat berinteraksi maksimal di dalam hubungan antar personal yang tercipta sebagai konsekuensi atas kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Salah satu aspek penting di dalam pengakuan eksistensi adalah pengakuaan yang diwujudkan dalam bentuk penghargaan atau reward atas berbagai hal yang sudah dilakukan untuk kehidupan ini. Dengan memberikan reward atas prestasi yang diperbuat oleh seseorang, maka hal tersebut dapat menjadi motivasi positif untuk mengembangkan diri lebih bagus.&lt;br /&gt;Tetapi, jika seseorang telah menghasilkan atau melakukan sesuatu yang dapat menaikkan prestasi atau kualitas institusi tetapi tidak mendapatkan respon positif atau reward yang sesuai, tentunya hal tersebut menjadikan seseorang enggan melakukan hal yang sama untuk mendongkrak ataupun untuk membangun brand positif institusi tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;Penghargaan yang diberikan seorang pimpinan kepada anak buah yang mempunyai prestasi atau kegiatan yang mampu membawa institusi pada tingkatan yang lebih baik, tentunya membawa dampak pada sikap seseorang, secara pribadi terhadap pimpinannya. Respon pribadi ini bakal diyakini mampu menciptakan imej positif dan menjadi penyemangat anggota lainnya untuk ikut melakukan hal yang sama agar mendapatkan reward sebagai-mana teman mereka.&lt;br /&gt;Tetapi, jika reward sangat sulit didapatkan dari seorang pimpinan, maka tumbuh imej di hati semua orang bahwa tidak ada manfaatnya bagi mereka untuk membuat prestasi gemilang di institusi mereka. Dan, kondisi seperti ini tidak berbeda dengan matinya institusi akibat matinya semua orang akibat pembunuhan pasif yang dilakukan oleh sang pimpinan.&lt;br /&gt;Banyak pimpinan yang lupa atas kondisi seperti ini dan hanya ingat bahwa institusi harus ditumbuhkembangkan secara maksimal dan masalah reward hanyalah soal remehtemeh!&lt;br /&gt;Tidak memberikan reward atas prestasi seseorang sebenarnya adalah anak panah yang langsung terlepas dari busurnya dan menancap dalam-dalam ke jantung seseorang, bahkan hatinya menjadi terluka sebab merasa sia-sia semua yang telah dilakukannya sebab tidak ada respek positif dari pimpinan. Dan,  matilah kreativitas seseorang. Matilah hidupnya didalam kehidupan institusi tempatnya bekerja. Mereka telah dibunuh seseorang/pimpinan secara pasif. Pembunuhan yang tidak langsung dirasakan secara fisik, me-lainkan bersumber pada psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, selamanya jika kita selalu berhadapan dengan pembunuhan, maka setiap kali itu pula maka kita merasakan betapa siksaan begitu berat harus di-tanggung sedemikian rupa sehingga mempunyai kemampuan untuk meng-hancurkan kehidupan secara global.&lt;br /&gt;Pembunuhan secara pasif terjadi pada semua lini kehidupan kita dan kita tidak dapat mencegahnya sebagai sesuatu yang pasti. Setiap orang mempunyai kecenderungan untuk melakukan hal yang sama, yaitu menjadi pembunuh pasif untuk orang lain.&lt;br /&gt;Pembunuhan pasif merupakan pembunuhan karakter yang sebenarnya jauh lebih kejam daripada pembunuhan fisik/aktif. Pembunuhan fisik/aktif mem-berikan dampak pada orang-orang yang ditinggalkan mereka yang menjadi korban. Tetapi pembunuhan pasif akan dirasakan sang korban untuk waktu yang tidak ada yang tahu, setidaknya seumur hidup mereka bakal mengalami akibat dari pembunuhan pasif tersebut. &lt;br /&gt;Jika dampak dari pembunuhan pasif ini tidak kuat ditahan oleh seseorang, maka akibat negatif yang sangat mungkin terjadi adalah kehidupan yang tidak lagi tertata. Bahkan orang dapat menjadi gila. Dan, orang gila itu sebenarnya mereka telah mati di dalam kehidupannya. Orang gila itu memang hidup, tetapi sebenarnya psikisnya sama sekali tidak hidup.&lt;br /&gt;Sekali lagi, pembunuhan pasif jauh lebih kejam daripada pembunuhan fisik, yang kadangkala penderitanya tidak merasakan sakitnya, dampaknya. Tetapi, pembunuhan pasif memberikan dampak yang sangat panjang langsung pada obyek pembunuhannya!&lt;br /&gt;Tetapi, antara kedua pembunuhan tersebut tetap merupakan suatu tindakan yang sangat menyedihkan, maka jangan sekalipun berkeinginan untuk menjadi pembunuh dalam kehidupan kita! Jangan jadi pembunuh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-7557947616953108094?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/7557947616953108094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=7557947616953108094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/7557947616953108094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/7557947616953108094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/08/pembunuhan-pasif-menjadi-fenomena.html' title='Pembunuhan Pasif menjadi Fenomena'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-1886276139130924828</id><published>2008-08-06T21:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T03:00:36.447-07:00</updated><title type='text'>BKSM yang belum menyentuh</title><content type='html'>&lt;div&gt;Dipojok sekolah beberapa siswa duduk bergerombol sambil menikmati waktu istirahat yang tidak panjang.Dari pembicaraan mereka terdengar rasan-rasan yang dialamatkan pada sekelompok wali murid yang pada hari itu menerima undangan dari sekolah sehubungan dengan akan diterimanya BKSM (Bantuan Khusus Siswa Miskin) pada putra dan putrinya.Tertarik dengan obrolan mereka sayapun ikut melihat kearah wali murid yang berjalan menuju ruang rapat, dan ternyata yang saya lihat juga sangat menarik hati untuk dicermati.Secara jelas wali murid yang datang yang hendak menerima BKSM tersebut ternyata tidak bisa diterima dengan akal sehat jika dikategorikan keluarga miskin.Sebagai salah satu indikator tersebut adalah sebagian besarv yang datang orang tua / wali murid berkendaraan sepedah motor dengan merk ternama sekaligus keluaran terbaru jadi bagus-bagus.Cara berpakaiannya sudah tergolong lebih dari sekedar sopan dan umum tetapi melebihi penampilan guru-gurudi sekolah.Bahkan dari segi performan pun "bening" dan terawat tidak mengisyaratkan jika beliau-beliau ini orang susah dan sibuk mencari nafkah untuk kebutuhan pokok keluarga.Terlebih lagi untuk Ibu-ibunya malah rata memakai perhiasan emas yang terkesan berlebihan. Dari siswanyapun ternyata juga terlalu memaksakan diri jika masuk kategori siswa dari keluarga miskin.Keseharian sebagian siswa inipun pergi sekolah berkendaraan sepeda motor dengan dilengkapi alat komunikasi HP yang sudah lumayan canggih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan ketertarikan saya dalam masalah inipun ternyata berlanjut ketika sampai di ruang guru, disinipun ternyata beberapa guru sedang diskusi seputar kondisi orang tua / wali murid calon penerima BKSM.Diskusi kecil inipun terhenti dengan hadirnya waka kesiswaan yang bertanggung jawab penuh terhadap bantuan pemerintah untuk siswa miskin ini.Pertanyaan terlontar dengan ketidak puasan bertubi-tubi dilontarkan. Jawaban yang dapat saya tangkap adalah penerima bantuan ini berdasarkan surat keterangan tidak mampu yang telah dikeluarkan kepala desa atau lurah setempat tanpa cross cek dengan alasan waktu yang diberikan oleh dinas pendidikan terkait sangat singkat yang tidak lebih 3 sampai 4 hari.Yang menjadi permasalahan sekarang adalah sudah mengikisnya budaya malu dan berkembangnya sifat egois yang berlebihan pada masyarakat kita.Budaya malu hilang bagi keluarga yang sebenarnya bukan kategori miskin namun mengaku miskin untuk mendapatkan biaya sekolah gratis bagi putra-putrinya dengan alasan " aji mumpung" sehingga memupuk sifat egois sekaligus merugikan dari siswa yang benar-benar tidak mampu membiayai kebutuhan sekolahnya. Begitu halnya dari pihak desa ataupun kelurahan setempat ternyata juga "payah" dengan mudahnya mengeluarkan surat keterangan miskin bagi warganya.Hal ini terjadi karena ketidak tahuan dari pihak keluarahan kondisi sebenarnya dari warganya akibat kurangnya intensitas turun ke masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari pihak sekolahpun terlalu gegabah dan bekerja sendiri tanpa ada koordinasi yang bagus sehingga hantam saja yang ada.Setidaknya kesiswaan sudah jauh hari menyiapkan kondisi demikian melalui wali kelas karena wali kelas lebih tahu kondisi siswa,sekaligus perlunya untuk home visite ke orang tua siswa.Jika kondisi demikian dapat terwujud niscaya tidak terjadi siswa dari keluarga mampu,sekolah kurang niat malah mendapat BKSM. dari dinas pendidikan pun seyogjanya memberi kebebasan sekolah untuk bisa evaluasi terhadap penerima BKSM setiap periodenya.Jika terjadi kesalahan dan ketidak tepatan penerima bantuan ini segara dibetulkan untuk diberikan kepada siswa yang benar-benar tidak mampu namun memiliki kesungguhan dalam belajar.Selebihnya jika kita mendengar rasanan siswa ataupun guru-guru pengajar disekolah lainpun sama,banyak keluhan senada yang intinya BKSM yang diberikan pemerintah belum tepat sasaran dan belum menyentuh siswa yang tidak mampu dan benar-benar menginginkan sekolah.Tidak salah memang masih banyak kita dengar melalui media yang ada jika angka siswa putus sekolah masih tinggi di Indonesia.Jika kondisi demikian terus berjalan, maka program ini menjadi sia-sia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-1886276139130924828?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/1886276139130924828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=1886276139130924828' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1886276139130924828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1886276139130924828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/08/bksm-yang-belum-menyentuh.html' title='BKSM yang belum menyentuh'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-3562734285426405739</id><published>2008-08-06T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T02:59:34.307-07:00</updated><title type='text'>DEWAN MASUK SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;div&gt;Jika kita mengikuti berita dan perilaku Dewan  (DPR)yang ada di media rasanya "ngegirisi" .Hal ini terkait dengan masalah korupsi ataupun ketidak mampuan dari dewan dalam menjalankan tugas-tugasnya.Permasalahan yang muncul "miring" ini tidak hanya terjadi di tingkat pusat saja namun di daerah juga tidak kalah hebatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Satu contoh saja dewan terlalu over acting yang kadang-kadang kebablasan, sampai-sampai tugas pokoknya tidak tersentuh. Hal ini sering terjadi di dalam dunia pendidikan (sekolah) dengan seringnya dewan datang yang ujung-ujungnya membawa sederet nama si A, si B dls yang nota bene mungkin saudara atau apanya....meminta sekolah untuk membebaskan pembayaran dengan alasan yang macam-macam.Belum lagi jika pelaksanan penerimaan siswa didik baru, wah lebih serem dan arogan lagi. Tanpa melihat dan memperhatikan proses dan prosedur yang sudah dilaksanakan sekolah, main serodok dan selonong sekali lagi minta fasilitas dan seolah memaksa dengan berbagai dalih "tidak bisa tidak" dalam arti HARUS ,nama yang dibawa untuk diterima tanpa mau melihat yang bersangkutan memenuhi syarat atau tidak!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Belum lagi jika ada permasalahan yang menyangkut proses yang berhubungan dengan penarikan keuangan sekolah pasti lebih aktif dan giat lagi yang ujung-ujungnya hanya kepentingan pribadi bukan semata-mata membela atau membantu kepentingan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hal-hal tidak menyenangkan ini sering kali terjadi di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.Yang lebih ekstrim lagi saat bertamu beliau-beliau wakil rakyat yang terhormat ini saat ke sekolah sering tidak terhormat karena sikapnya yang tidak bisa menghargai dirinya sendiri tanpa sopan santun bergaya penting dan sok penting!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-3562734285426405739?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/3562734285426405739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=3562734285426405739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3562734285426405739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3562734285426405739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/08/dewan-masuk-sekolah.html' title='DEWAN MASUK SEKOLAH'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-5519973546370945718</id><published>2008-08-02T04:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T05:01:08.710-07:00</updated><title type='text'>GuRu Perlu KomPetisi Kompetensi</title><content type='html'>Ada satu fenomena yang CukuP menggelikan pada beberapa saat ini. Kegelian tersebut diseBabkan oleh perubAhan siKap dari orang_orAng yang mengAkui diri Sebagi Orang-oRang Intelek, oraNg-oRang Berpendidikan.&lt;br /&gt;Ternyata CukuP baNyak orAng yang Karena Saking senanGnya mendaPatkan durian runtuh, aKibat Program InnsTan yang dikewer Oleh Pemerintah, yaitu penIngkatan kehidupan menjAdi Pegawai Negeri, Yaitu Guru NeGeri, maka Banyak OraNg yang tIba-tiBa menjadi kaum NaRsis Baru!&lt;br /&gt;MeReka begitu BanggAnYa dengan keSempatan yang DiberIkan olEh pemeRintah untk menjadi Pegawai Negeri tanpa melalui perSaingan keTat sebagaImana dulunya terjadi Setiap ada PereKrutan tenaga PNs Baru, Sekarang eh cukup menjadi Guru di Sebuah SekoLah lanTas TunggU menjadi Guru Yang dimasukkan Ke DataBase, maka tinggAl nUnggu wakTu pengangkatan! SedeMikiAn mudahNyaKah?&lt;br /&gt;Ini merUpakan Program Yang sangat memAnjakan dasn beraKibat pada pola kerja atau kinerJa sebab merAsa BegiTu muDah menJadi peGawaI neGeri!&lt;br /&gt;PaDaHal, jiKa kiTa JujUr, seBenarnYa pendidikan bUtuh orang-Orang yang ulet danberkompeten dalam setiap kompetisi!&lt;br /&gt;sudah siaPkah KiTA??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-5519973546370945718?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/5519973546370945718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=5519973546370945718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5519973546370945718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5519973546370945718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/08/guru-perlu-kompetisi-kompetensi.html' title='GuRu Perlu KomPetisi Kompetensi'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-6700839039448110792</id><published>2008-07-30T05:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T03:01:23.227-07:00</updated><title type='text'>Guru Sarjana tanpa kompetensi normatif? Primitif!!</title><content type='html'>Pendidikan secara keseluruhan di negeri ini sedang diusahakan untuk dapatmencapai tingkat kualitas tertinggi, setidaknya untuk ukuran orang Indonesia. Hal ini mengandung arti bahwa semua elemen terkait dengan pendidikan harus memeprsiapkan diri sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah tingkat pengetahuan, keterampilan terkait bidang pendidikan yang selama ini ditengarai menjadi salah satu penghalang peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini.&lt;br /&gt;Tetapi, selama ini yang menjadi kendala juga adalah pola menjaga hati dan diri yang ternyata masih belum dapat maksimal dari para guru, terutama yang merasa pendidikannya sudah tinggi, ternyata pola kehidupannya tidak berbeda dengan anak-anak yang masih mencari jati dirinya!&lt;br /&gt;Beberapa  orang bahkan jelas-jelas begitu narsisnya ingin menonjolkan dirinya sebagai orang-orang intelek padahal pada kenyataannya sama sekali tidak menunjukkan keintelektualitasnya, Justru menunjukkan secara jelas sebagai orang-orang yang tidak terkontrol nafsunya sebagai manusia tak berpendidikan!&lt;br /&gt;Apakah seperti ini yang diharapkan?&lt;br /&gt;Pendidikan memang diarahkan mencapai peningkatan kualitas dengan memberikan batasan bagi guru minimal sarjana (S-1) bahkan sejak gru TK sudah harus S-1. Tetapi, hal tersbeut sama sekali tidak dibarengi dengan persyaratan kometensi normatif yang bagus, sehingga banyak guru yang pongah dan sama sekali tidak mencerminkan sebagai pendidik.&lt;br /&gt;BAgaimana jika hal seperti ini terjadi?&lt;br /&gt;Apakah benar efektivitas persyaratan guru strata 1 atau Sarjana itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-6700839039448110792?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/6700839039448110792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=6700839039448110792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6700839039448110792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6700839039448110792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/guru-sarjana-tanpa-kompetensi-normatif.html' title='Guru Sarjana tanpa kompetensi normatif? Primitif!!'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-5787637025516268913</id><published>2008-07-29T00:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T00:35:18.382-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Terbaik</title><content type='html'>Bahwa proses pendidikan dan pemelajaran jelas membutuhkan orang-orang yang setia dan mampu mendukung perjalanan proses. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka sudah pasti pendidikan dan pemelajaran justru menajdi bumerang bagi yang melakukannya, sebab mereka tidak mengetahui kebenaran dan keuntukkan dari segala aspek yang dipelajarinya.&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi di Tembelang, sebuah Kota Kecamatan di Jombang, yang beberapa hari ini menjadi topik utama dalam setiap pembicaraan, baik di surat kabar maupun di televisi, apalagi di radio. Wah, pokoknya tiada hari tanpa membahas tentang Ryan.&lt;br /&gt;INilah pendidikan dan pemelajaran terbaik bagi semuanya, bahwa pergaulan harusnya sangat kita seleksi dan benar-benar diantisipasi terhadap segala hal negatif yang pasti terjadi diantara kita. Tidak ada salahnya kita bergaul, tetapi setidaknya kita harus mengetahui hal-hal yang harus dan hal-hal yang tidak harus, bahkan yang dilarang oleh segala macam hukum kehidupan&lt;br /&gt;POla pergaulan yang sedemikian bebas di antara anak-anak kita atau dis ekitar kita sangat emmungkinkan untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang selanjutnya berpotensi untuk terjadinya hal-hal tidak diinginkan.&lt;br /&gt;Dan, biasanya kita hanya dapat mengeluh dan menyesal di kemudian harinya!&lt;br /&gt;Duh, kalau saja penyesalan ada di depan, sebelum kita melakukan kegiatan, tentunya semua hidup secara damai!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-5787637025516268913?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/5787637025516268913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=5787637025516268913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5787637025516268913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5787637025516268913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/pelajaran-terbaik.html' title='Pelajaran Terbaik'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-2945027930583737714</id><published>2008-07-26T00:12:00.001-07:00</published><updated>2008-07-26T00:20:52.872-07:00</updated><title type='text'>Anak-anak Kita Kehilangan Kesempatan Belajar</title><content type='html'>Saat aku melewati jalan Empunala dan belok menuju ke jalan Gajah Mada, aku betul-betul merasakan betapa negeri ini masih belum dapat menguraikan pesan leluhur untuk anak bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak!?&lt;br /&gt;Saat itu, aku ada keperluan ke kantor dinas untuk mengumpulkan berkas-berkas penting terkait dengan kenaikan pangkat. Saat lampu merah menghadangku di perempatan empunala-gajah mada itu, aku benar-benar tidak habis pikir.&lt;br /&gt;Disaat itu, beberapa orang anak-seusia sekolah- ternyata begitu tenang berlalu lalang diantara kendaraan yang berhenti menunggu lampu berubah hijau.&lt;br /&gt;Mereka langsung menadahkan tangan ke semua pengendara yang terhenti disitu.&lt;br /&gt;Duh, ternyata mereka meminta-minta di jalan, di perempatan jalan tersebut, padahal aku yakin sekali mereka itu semua masih dalam usia sekolah dan sekarang masih jam sekolah!&lt;br /&gt;Kutanya salah satu dari mereka, tetapi tidak menjawab, malah semakin menjauh dariku!&lt;br /&gt;Duh, rasanya aku pingin sekali mempunyai sebuah wadah bagi mereka sehingga mempunyai waktu untuk belajar bersama mempersiapkan masa depan lebih baik, setidaknya meningkatkan kualitas diri mereka.&lt;br /&gt;Saat aku panggil lagi anak tersebut, dia tidak kearahku tetapi justru semakin menjauhiku dan lampu mereha berubah menjadi hijau, maka akupun melaju, meninggalkan galau di dalam hati. Kapan negeri ini berkembang jika anak bangsanya menjadi peminta-minta?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-2945027930583737714?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/2945027930583737714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=2945027930583737714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2945027930583737714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2945027930583737714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/saat-aku-melewati-jalan-empunala-dan.html' title='Anak-anak Kita Kehilangan Kesempatan Belajar'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-4513932970682454198</id><published>2008-07-25T02:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T02:25:15.078-07:00</updated><title type='text'>Sertifikasi untuk mengukur kelayakan guru sebagai tenaga profesional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan di sekolah kejuruan menuntut orang-orang, baik guru maupun anak didik yang selalu sigap terhadap segala perkembangan kehidupan. Dengan kesigapan tersebut, maka diharapkan proses pemelajaran tidak mengalami kestatisan apalagi kemunduran.&lt;br /&gt;SEkolah kejuruan memberikan proses pemelajaran berbasis teknologi yang sedang dan akan diterapkan di dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga untuk hal tersebut dibutuhkan orang-orang yang selalu siap menghadapi dan seklaigus menjawab tantangan yang selalu datang dan menghadang setiap langkah kehidupan. Kejuruan atau lebih tepatnya teknologi di dalam kehidupan kita adalah sesuatu yang sangat dinamis, sedinamis kehidupan ini sendiri.&lt;br /&gt;Ada seorang tokoh mengatakan bahwa kehidupan adalah perbuatan. Apalah artinya hidup jika sama sekali tidak melakukan perbuatan sesuai dengan bidang yang ditanganinya? Begitu juga di dalam proses pendidikan, apalah artinya peran sebagai guru jika ternyata hanya omong saja?! banyak omong sedikit kerja. no action talk only! justru seharusnya seorang guru adalah less talk, do more!&lt;br /&gt;Sementara ini, kita melihat kenyataan bahwa banyak guru kita yang hanya menang teori, pintar ngomong tetapi sama sekali tidak terlihat kegatannya yang menunjukkan eksistensi dirinya sebagai kaum intelek. Bahkan, sungguh sangat memalukan terlalu banyak guru yang untuk melengkapi persyaratan uji sertifikasi profesinya ternyata harus melakukan upaya rekayasa terhadap berkas atau portofolio yang hendak dinilai sebagai persyaratannya.&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan untuk dapat memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi tersebut, tetapi sangat tidak mengenankan hati. Guru yang bertugas untuk membimbing anak para sikap dan pola hidup positif ternyata memberikan contoh negatif pada masyarakat luas.&lt;br /&gt;Jika saja semua guru menyadari bahwa proses ujia sertifikasi ini merupakan upaya untuk mengukur kelayakannya sebagai guru yang sesuai dengan tuntutan keprofesionalitasan, maka hal tersebut tidak bakal terjadi. Masalahnya hanya karena para guru kadung keblinger dengan iming-iming akan mendapatkan tambahan gaji satu kali lipat sehingga terjadi penyimpangan seperti ini! Hal ini-pun seharusnya menjadi tanggungjawab para pembuat kebijakan, mengapa kebiajakan tersebut harus dikaitkan dengan hasil tersebut, seharusnya jika memang tujuannya untuk mengukur dan menentukan kelayakan seseorang menajdi guru yang profesional, tentunya tidak perlu dikaitkan dengan iming-iming segala. Akibatnya banyak guru yang tujuan mengikuti sertifikasi adalah untuk meraih iming-iming dan bukan untuk kelayakan profesi!&lt;br /&gt;Ach. sebenarnya siapa yang salah?!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-4513932970682454198?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/4513932970682454198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=4513932970682454198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4513932970682454198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4513932970682454198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/sertifikasi-untuk-mengukur-kelayakan.html' title='Sertifikasi untuk mengukur kelayakan guru sebagai tenaga profesional'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-5099665136842970391</id><published>2008-07-22T01:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T01:34:29.070-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan butuh kebersamaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun pelajaran baru sudah mulai berjalan selama seminggu. Anak-anak sudah mulai sibuk dengan pelajaran yang diberikan oleh para gurunya. Mereka begitu antusias mengikuti setiap kegiatan atau proses pemelajaran yang dibimbing oleh sang guru. Sejak jam pertama hingga jam ke delapan mereka nampak begitu bersemangat, walau kelihatan begitu lelah tetapi tetap bersemangat. Maklum beberapa hari yang lalu mereka belajar di rumah alias libur belajar di sekolah.&lt;br /&gt;Ketika menyaksikan betapa bersemangat anak-anak mengikuti proses pemelajaran, maka tumbuh kepercayaan did alam hati bahwa dengan material seperti ini, maka kemungkinan tercapainya tujuan pemelajaran menjadi semakin besar. Jangankan patokan 5,50, lebih saja kiranya dapat dicapai!&lt;br /&gt;Setelah melihat kondisi seperti ini, maka selanjutnya yang perlu diantisipasi adalah sikap dan respon masyarakat terhadap kondisi ini. Jangan sampai kejadian selama ini terulang lagi, yaitu keacuhan masyarakat terhadap anak-anak yang melalaikan tugas belajar dan kongkow di pinggir jalan atau di tempat-tempat umum. Masyarakat seharusnya ikut peduli dengan secara bersama-sama membiasakan anak-anak berada di sekolah dan tidak ngabur dari sekolah/&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan aparat ketertiban yang ada di daerah, rasanya tidak ada masalah jika setiap saat dilakukan razia untuk anak-anak yang ngabur dari jam belajar. Ada banyak pihak yang seharusnya secara sadar ikut menangani hal seperti ini, tidak secara utuh menyerahkan pada sekolah sebab tidak mungkin sekolah memantau anak-anak hingga keluar lingkungan sekolah atau di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-5099665136842970391?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/5099665136842970391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=5099665136842970391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5099665136842970391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5099665136842970391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/pendidikan-butuh-kebersamaan.html' title='Pendidikan butuh kebersamaan'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-6302018507891621937</id><published>2008-07-16T04:20:00.002-07:00</published><updated>2008-07-16T04:41:40.106-07:00</updated><title type='text'>Budaya Konvoi Dan Coret-Coret, Untuk Apa?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Duh, senang sekali hati saat mengetahui telah lulus dalam mengikuti ujian nasional. Rasanya segala beban yang menghimpit hati sirna begitu saja. Bongkahan bebatuan yang sejak persiapan, pelaksanaan danpasca ujian nasional terdepak oleh kabar kelulusan yang dapat diperoleh dari sekolah atau dari internet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, setiap kemenangan memang pantas untuk dirayakan. Keberhasilan atau kelulusan adalah sebuah kemenangan melawan sekian banyak soal ujian, maka sudah selayaknya jika dirayakan sebagai ungkapan kegembiraan dan kebahagiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tetapi, permasalahan timbul saat kita melihat model perayaan kegembiraan yang diungkapkan oleh anak-anak kita. Mereka seakan bukan anak-anak kita yang kemarin begitu manis saat kita berada di ruang kelas mereka dan menjelaskan materi pelajaran yan menjadi jatah belajar mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tiba-tiba saja mereka telah berganti tampilan sangat berlainan dengan kesehariannya. Mereka telah menjadi orang lain. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; guru sudah tidak mengenal pribadi masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Wajah manis, imut-imut, pola berpakaian yang rapi dan bagus, semua telah hilang! Bahkan sopan santun yang selama ini tlah kita tanamkan selama mereka belajar sejak kelas satu hingga kelas tiga sudah hilang!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Yang muncul adalah sikap yang amburadul. Model rambut yang awut-awutan, baju yang penuh coret-coret, tanda tangan, bahkan wajah dan rambutnya tidak lepas dari semprotan cat dengan warna warni yang semarak. Baju yang sebenarnya masih bagus, tiba-tiba saja telah menjadi baju penuh semprotan cat dan torehan tinta spidol dengan berbagai macam tulisan atau tanda tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Mereka begitu gembira. Mereka bersemangat. Bahkan sepeda motor, mereka berkonvoi keliling &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;, memenuhi jalan raya, tentunya mengganggu pengguna jalan yang lain. Lalu lintas-pun menjadi macet. Semua tidak berdaya. Bahkan tidak jarang orang berpendapat hal tersebut wajar saja, &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; cumin sekali dalam setahun!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Suara ‘geberan’ gas dan sikap mereka pada saat mengendarai motor sungguh sangat ‘nggegirisi’, menakutkan dan mengkawatirkan bagi keselamatan diri sendiri ataupun keselamatan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, seringkali kegiatan ini ternyata memakan korban dari mereka juga. Berapa banyak mereka yang termakan oleh ‘keberanian’ mereka ‘beraksi’ di jalan raya untuk mengungkapkan kegembiraan karena lulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tapi masalahnya adalah signifikansi model perayaan seperti itu dengan budaya bangsa ini. Apakah hal ini menggambarkan terjadinya pergeseran nilai pola kehidupan bangsa ini? Bukankah yang melakukan ‘atraksi’ ini adalah kaum muda, generasi muda yang notabenenya adalah calon pemimpin masa depan negeri ini! Jika para calon pemimpin seperti ini, lantas bagaimana pola hidup generasi muda di masa depan?! Bagaimana kehidupan bangsa ini dimasa depan?!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Masih ada yang positif!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya. Dari kegiatan peryaaan kelulusan yang hinggar bingar di jalan raya oleh suara knalpot yang dipasang tanpa sarangan, ternyata masih ada yang bertindak positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Patut diacungi jempol! Dua jempol dari dua tangan. Tindakan positif tersebut adalah tekad mewariskan baju seragam untuk yang memerlukan, yaitu adik-adik kelas atau orang-orang yang memang sangat membutuhkan seragam sekolah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pada kenyataannya, masih terlalu banyak anak yang berkekurangan, termasuk pakaian seragam. Jika saja pakaian yang masih layak pakai dikumpulkan dan diberikan kepada yang membutuhkan, maka itu jauh lebih bermanfaat daripada dicoret-coret sekedar sebagai kenangan tetapi selanjutnya pakaian tersebut tidai dapat dipakai lagi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bukankah di sekolah ada organisasi yang ditangani siswa, untuk siswa, yaitu OSIS? Seharusnya pada saat ini, OSIS bertindak cepat dan proaktif untuk mengumpulkan seragam kelas III yang sudah tidak terpakai lagi. Selanjutnya seragam yang terkumpul dibagikan lagi kepada anak-anak yang membutuhkan seragam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sudah saatnya kita mengaktifkan dan memberi kesempatan pengurus OSIS untuk melakukan kegiatan amal ini. Ya, ini adalah kegiatan amal yang diselenggarakan oleh OSIS terhadap anak kelas III yang hendak meninggalkan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tentunya, jika hal ini dilakuakn secara sistenatis dan terorganisir, maka tidak perlu ada kegiatan coret-coret yang hanya menjadikan pakaian layak pakai tersebut terbuang sia-sia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika semua anak menyadari betapa pentingnya seragam yang mereka coret-coret bagi orang lain, maka kesulitan yang dihadapi beberapa orang anak dapat diatasi dan ketertiban seragam dapat dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memperhatikan dua hal tersebut, maka setidaknya kita menyadari bahwa seharusnya kegiatan konvoi ataupun coret-coret seragam tidak perlu dilakukan oleh mereka yang lulus. Lebih baik bersujud syukur dan menyumbangkan seragam untuk teman teman atau adik kelas yang membutuhkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal inilah yang seringkali dilupakan bahkan diabaikan oleh banyak anak. Mereka tenggelam dalam suka cinta yang begitu menggelegak di permukaan hidup. Memang, seringkali saat suka cita datang menghampiri hidup kita, maka pada saat itu kita jadi lupa pada banyak hal, termasuk dalam hal ini adalah rasa kesetiakawanan dan interaksi sosial positif!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk itu, yang kita perlukan adalah keseragaman langkah dari akar rumput hingga pucuk dedaunan agar secara aktif menyampaikan saran-saran positif bagi anak didik agar tidak melakukan hal-hal yang tidak berguna dan membahayakan keselamatan diri sendiri, apalagi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Semoga, tahun depan kebiasaan ini tidak lagi terulang dan berubah menjadi kegiatan amal dari para lulusan untuk memberikan pakaian seragamnya untuk adik kelasnya yang tentunya membutuhkan seragam tersebut. Semoga&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-6302018507891621937?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/6302018507891621937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=6302018507891621937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6302018507891621937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/6302018507891621937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/budaya-konvoi-dan-coret-coret-untuk-apa.html' title='Budaya Konvoi Dan Coret-Coret, Untuk Apa?'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-1871180490360949769</id><published>2008-07-16T04:20:00.001-07:00</published><updated>2008-07-16T04:20:33.556-07:00</updated><title type='text'>Guru harus mampu mengembangkan kontrol naluri dirinya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Di dalam proses pembelajaran, seorang guru memegangkendali utuh dalam memberikan arahan, bimbingan, dan pendampingan anak dalam proses mem-persiapkan diri menuju masa depan yang lebih baik dari kondisi sekarang. Dengan demikian, maka seorang guru dituntut untuk mempunyai kesiapan yang matang sehingga proses pembimbingan dan pendampingan yang dilakukannya benar-benar efektif dan efisien. Tanpa kemampuan yang cukup, tentunya orangtua menjadi ragu menyerahkan proses pembelajaran anak-anaknya kepada sang guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Guru haruslah mempunyai tingkat kematangan emosi yang sudah mapan sehingga setiap saat mampu meghadapi permasalahan dan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik. Hal ini menunjukkan tingkat kecerdasaan seorang guru dalam pola pemikiran kreatif, inovatif dan selalu tanggap terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi yang lainnya, seorang guru harus selalu tanggap terhadap setiap perubahan paradigma yang terjadi dalam ke-hidupan masyarakat dan langsung menentukan langkah efektif untuk meng-hadapi permasalahan tersebut. Kemampuan ini selanjutnya kita sebut sebagai kontrol naluri seorang guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kontrol naluri diartikan secara bebas sebagai suatu keadaan yang dimiliki oleh seorang guru dalam menanggapi setiap kondisi yang timbul di dalam proses pembelajaran yang dilaksanakannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Guru harus mempunyai kemampuan untuk melakukan langkah-langkah prediksi ataupun langkah-langkah penyelesaian masalah yang mungkin muncul di dalam proses pembelajarannya. Guru harus mampu memprediksi sekaligus mengambil solusi yang tepat dalam menyelesai-kan setiap permasalahan yang timbul di dalam proses pembelajaran yang dipandunya. Bahkan jika diperlukan seorang guru harus mempunyai kemam-puan mengembangkan proteksi diri di dalam diri anak-anak didiknya sehingga secara otomatis anak mempunyai kesanggupan untuk membentengi diri ter-hadap setiap permasalahan hidup. sama seperti antivirus yang kita pasang di sirkuit computer kita dengan kemampuan up grade sendiri secara otomatis!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selanjutnya kontrol naluri ini dapat kita katakan sebagai responsibilitas seorang guru terhadap setiap fenomena yang muncul dalam kegiatan pembelajarannya. Daya tanggap seorang guru terhadap setiap peristiwa yang mungkin timbul ataupun yang sudah timbul di dalam proses pembelajarannya. Dan, selanjutnya diikuti oleh langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan setiap permasalahan secara efektif dan efisien. Bagaimana seorang guru dapat menganalisa setiap kejadian yang ada di dalam proses pembelajaranya, khususnya berkaitan dengan eksistensi anak didik dalam menggapai tujuan pembelajarannya. Dengan kemampuan tersebut, maka seorang guru mampu memprediksi setiap permasalahan yang bakal timbul pada saat mempelajari konsep materi pembelajaran dan selanjutnya memyusun konsep-konsep baru untuk proses pengayaan bagi peningkatan kemampuan anak didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Guru harus segera mengembangkan kontrol naluri ini sehingga secara cepat dapat melakukan langkah-langkah konkrit dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang tumbuh dalam kegiatannya. Dalam hal ini, kontrol naluri juga mengandung pengertian tingkat kepedulian guru terhadap lingkungannya, termasuk dalam hal ini adalah lingkungan anak didiknya. Seberapa besar tingkat kepedulian seorang guru terhadap lingkungannya, menunjukkan seberapa tinggi tingkat kontrol naluri guru terhadap lingkungannya. Tentu saja, kita me-ngatakan bahwa guru yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungannya adalah guru-guru yang mempunyai kontrol naluri yang bagus.sedangkan guru-guru yang tidak mempunyai atau sulit melakukan prediksi terhadap kondisi kehidupan di sekitarnya, khususnya berkaitan dengan proses pembelajaran, maka mereka kita kelompokkan pada guru dengan tingkat control dirinya rendah. Dan, jika ternyata kondisi tersebut kita alami, maka sudah seharusnya kita secara intens mengembangkan diri agar control diri kita berkembang secara maksimal dan selanjutnya dipakai untu mengembnagkan berbagai kerasi dan inovasi pembelajaran agar anak didik memperoleh pengetahaun, keterampilan dan transfer attitude yang maksimal. Dan, hal itulah yang terpenting bagi prosespembelajaran efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Menyadari hal tersebut, maka sudah menjadi suatu keharusan bagi se-orang guru untuk secara intens berusaha mengembangkan diri menuju pengu-asaan kontrol naluri yang bagus tersebut. Setidaknya jika seorang guru mempunyai tingkat pengontrolan naluri yang bagus, maka segala permasalahan dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu masalah tersebut berkembang dan mengancam kondisi. Oleh karena itulah, maka seorang guru harus belajar memperhatikan setiap kondisi anak didik, mengenal secara mendalam kondisi anak didik yang meliputi segala hal yang berhubungan dengan anak didik, misalnya sikap hidupnya, latar belakang keluarganya dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan anak didik dalam kehidupannya. Hal ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan sebab semua itu dapat secara langsung diamati guru dalam pola interaksi edukasi yang dilakukan sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kontrol naluri merupakan sikap cepat tanggap seseorang terhadap setiap indikasi ataupun fenomena yang terjadi di dalam kehidupan yang ada di se-kelilingnya. Dengan kontrol naluri ini, maka seseorang mempunyai kepedulian yang cukup tinggi terhadap kondisi lingkungannya. Kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, khususnya terhadap anak didik inilah yang sesungguhnya merupakan faktor penting untuk dapat memposisikan anak didik selalu hadir secara utuh di dalam proses pembelajaran. Jika anak didik merasa diperhatikan secara intens, maka sebagai responnya mereka-pun akan memberikan perhatian terhadap semua kegiatan yang dilakukan guru. Mereka pasti merasa perlu memperhatikan semua kegiatan yang dilakukan guru dan selanjutnya memberikan kontribusi yang baik bagi kegiatan tersebut. Bagaimanapun kita harus menyadari bahwa anak didik kita adalah pribadi-pribadi yang masih membutuhkan perhatian sangat tinggi sebab kondisi kejiwaannya yang masih labil, dalam arti masih mudah terombang-ambing oleh pengaruh kehidupan di sekitarnya sehingga seringkali melakukan kesalahan dalam memilih konsep kehidupan bagi dirinya. Oleh karena itulah, maka diperlukan guru yang mempunyai control naluri terhadap kondisi anak didiknya secara baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika guru mempunyai kontrol naluri yang bagus, maka apapun yang dilakukan anak didik dapat segera diketahui oleh guru dan selanjutnya segear ditangani. Dengan kondisi seperti ini, maka setiap permasalahan segera ter-selesaikan sebelum masalah tersebut berkepanjangan. Setidaknya guru telah mempunyai bekal untuk dapat memahami kondisi kejiwaan anak didik pada saat menempuh pembelajaran kependidikan. Bekal ilmu kejiwaan yang diterima guru pada saat menempuh pendidikan keguruan merupakan sesuatu yang sangat signifikan terhadap pola pembelajaran yang diampunya. Oleh karena itulah, sebagai seorang guru sangat perlu memahami konsep-konsep kejiwaan, khususnya berkaitan dengan anak didik. Dengan pemahaman konsep kejiwaan, maka setidaknya seorang guru dapat memprediksi setiap kondisi yang di-hadapinya di kelas. Hal ini merupakan kemampuan mendasar yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru agar proses pembelajaran yang diampunya dapat berjalan maksimal. Sementara maksimalitas proses tergantung pada maksimali-tas keterikutan anak didik didalam proses pembelajaran. Jika anak didik maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran, tentunya proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran yang disusun oleh guru dalam program pembelajarannya. Tetapi, jika anak didik tidak mengikuti proses pembelajaran secara maksimal, tentunya hal tersebut tidak berarti apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sebenarnya, didalam sebuah proses pembelajaran, peranan guru sedemi-kian rupa sehingga sudah seharusnya mengetahui secara detail kondisi anak-anaknya. Setiap saat guru berinteraksi dengan anak didik, baik dalam interaksi di kelas maupun di sekolah secara umum. Setiap saat mereka berkomunikasi dan bergaul sehingga sudah barang tentu kondisi pergaulan guru dan anak didik sedemikian rupa sehingga diketahui sifat-sifat khusus pada setiap anak didik, jika guru benar-benar memperhatikan kondisi anak didiknya, setidaknya sebagian besar sikap dan sifat anak didik diketahui oleh guru, apalagi untuk anak-anak dengan sikap dan sifat-sifat khusus, misalnya kenakalannya tinggi atau kepandaianya diatas rata-rata. Mereka adalah kelompok anak-anak yang gampang sekali dikenali oleh guru. Dalam hal ini ada tiga kelompok anak yang mudah sekali dikenali oleh guru, yaitu anak yang pandai, anak yang tidak pandai atau bodoh, dan anak yang nakal. Umumnya guru segera respon jika melihat anak-anak yang termasuk dalam kelompok tersebut. Hampir semua guru mengenal anak-anak yang termasuk dalam kelompok tersebut. Anak yang nakal dikenal karena kondisi negatif yang diciptakannya dalam interaksi edukatif di sekolah. Anak pandai dan anak bodoh juga demikian, sebab kedua kelompok anak ini berkaitan dengan prestasi akademik sehingga semua guru mengenal mereka. Sedangkan, yang tersulit adalah memperhatikan kelompok anak-anak yang berada di tengah-tengah kelompok tersebut atau kelompok anak-anak dengan kondisi sedang-sedang saja, pandai tidak, bodoh juga tidak, nakal tidak, menurut juga tidak. Hal ini sungguh sangat merepotkan bagi guru untuk mengklasifikasikannya apalagi untuk menghafal satu persatu dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Begitulah seharusnya yang kita lakukan untuk dapat menggugah semangat belajar anak didik sehingga setiap kali kita memberikan pendamping-an dalam proses pembelajaran, maka hasil yang diperoleh dari proses tersebut adalah hasil maksimal. Anak didik menyadari tugas dan kewajibannya di dalam proses pembelajaran dan ikut berperan aktif sehingga proses dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya. Jika anak didik mampu hadir secara utuh di dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran pasti berhasil. Dan, kontrol naluri guru yang terbaik memberikan kesempatan terbaik bagi anak didik untuk mengembangkan diri secara maksimal. Dan, semua itu merupakan tujuan dari proses pendidikan dan pembelajaran yang kita selenggarakan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-1871180490360949769?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/1871180490360949769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=1871180490360949769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1871180490360949769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1871180490360949769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/guru-harus-mampu-mengembangkan-kontrol.html' title='Guru harus mampu mengembangkan kontrol naluri dirinya'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-34012304884105277</id><published>2008-07-16T04:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T04:18:44.888-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya obyektifitas dalam proses sertifikasi guru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Latar Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; pepatah yang sekaligus ungkapan sang Proklamator bahwa negara yang besar adalah negara yang menghormati jasa para pahlawannya. Sungguh sebuah ungkapan yang sangat mulia. Tetapi jika kita melihat kondisi sekarang ini, maka mungkin ungkapan tersebut dapat kita sesuai sebagai bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak bangsanya untuk mengikuti dan mendapatkan proses pendidikan. Hanya dengan mengikuti proses pendidikan, maka ilai diri seseorang dapat mencapai maksimalitas. Selanjutnya maksimalitas kemampuan tersebut dapat mem-posisikan seseorang pada tingkat kualitas tertinggi. Adalah sebuah negara yang besar jika ternyata anak bangsanya merupakan warga dunia yang berkualitas tinggi sehingga mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang anak bangsanya mempunyai kualitas diri tinggi serta mampu mengaktualisasikan kemampuan tersebut di dalam proses kehidupan nyata sehingga benar-benar bermanfaat bagi ke-hidupan masyarakatnya, maupun masyarakat dunia. Dan, kualitas anak bangsa ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran dan pendidikan yang diterapkan oleh seluruh elemen, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Untuk hal tersebut, maka seyogyanya pembenahan proses pendidikan perlu dilakukan sesegera mungkin sehingga bangsa yang ‘besar’ jumlah penduduknya ini benar-benar menjadi bangsa yang besar dalam arti pergaulan dengan bangsa lainnya di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sementara untuk dapat meningkatkan kualitas diri anak bangsanya, maka langkah nyata yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas hasil proses pendidikan. Pendidikan merupakan pintu gerbang menuju ladang kualitas diri. Seseorang yang berpendidikan secara langsung adalah orang-orang yang berkualitas dan pada umumnya mereka mempunyai akses yang cukup besar dalam emmasuki setiap peintu gerbang keberhasilan dalam kehidupannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, maka yang harus mendapatkan perhatian adalah peran pengelola dan penyelenggara pendidikan, khususnya guru. Guru harus benar-benar adalah sosok-sosok yang kompeten pada bidangnya. Guru yang bertugas sebagai fasilitator pendidikan haruslah orang-orang yang mempunyai kualitas diri tinggi, jika kita meginginkan hasil proses pendidikan dan pembelajaran yang maksimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Peningkatan kualitas para guru memang merupakan pekerjan rumah yang selama ini belum dapat dituntaskan penangananya. Program-program yang diarahkan untuk guru selama ini belum sampai pada peningkatan kualitas personil, diri guru, melainkan hanya sampai pada aspek pengelolaan sarana prasarana pembelajaran saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Oleh karena itulah, sudah saatnya kita memfokuskan pemikiran pada program peningkatan kualitas guru. Kualitas guru haruslah diperhatikan sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap upaya untuk mneingkatkan kualitas pembelajaran dan pada akhirnya hal tersebut merambat pada pening-katan kualitas pendidikan, sesuai dengan program yang sudah dicanangkan oleh semuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Guru sebagai sosok yang secara langsung berhubungan dengan anak didik memegang peranan penting di dalam mengkondisikan anak didik sebagaimana tujuan pendidikan. Hal ini merupakan tugas yang sangat berat sebab harus melakukan rekonstruksi terhadap kondisi yang ada pada anak didik. Guru harus melakukan perubahan kemampuan dan kemauan yang dimiliki oleh anak didik sehingga sinergis dengan tujuan proses pendidikan, padahal anak adalah sosok tersendiri yang mempunyai pola pemikiran, kreasi, kemampuan dan kemauan yang berbeda. Guru harus dapat menjadi ‘virus’ yang dapat mempengaruhi anak didik agar mengikuti program yang diinginkan oleh proses pendidikan dan pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru, maka setidaknya anak didik mengalami transformasi bahkan metamorphose kondisi dirinya. Dan, sesungguhnya transformasi dan metamorphose itulah yang kita inginkan dari proses pendidikan. Tujuan utama dari proses pendidikan tidak lain adalah melakukan perubahan mendasar pada kompetensi yang dimiliki oleh anak didik sehingg sesuai dengan tujuan hidup secara luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk dapat merealisasi kondisi tersebut, maka yang diperlukan adalah kepastian kondisi para guru sebagai pendidik dan pengajar. Guru haruslah dapat diketahui secara pasti tingkat kemampuannya di dalam mengelola proses pembelajaran dan tingkat keberhasilannya dalam mengelola proses pembelajar-an. Dan, sertifikasi guru memang merupakan jawaban atas program pening-katan kualitas sumber daya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia dalam dunia pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sertifikasi adalah untuk menentukan kelayakan seseorang sebagai guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Guru adalah sosok yang seharusnya dapat digugu dan ditiru. Guru itu panutan bagi semua orang, khususnya para anak didik yang diasuhnya. Setiap apa yang dikatakan oleh guru seharusnya sesuatu yang dapat digugu, dapat dipercaya sehingga anak didik mengalami transformasi yang benar. demikian juga halnya dengan segala yang dilakukan guru seharusnya adalah segala yang dapat ditiru dan diterapkan oleh anak didik dalam pola kehidupan nyata. Hal ini bercermin pada satu kenyataan bahwa anak didik berada pada masa mencari jati diri. Anak didik masih berusaha untuk menempatkan diri sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Oleh karena itulah, maka mnejadi tugas guru untuk memberikan contoh, teladan tentang hal-hal yang perlu dilakukan anak didik agar tidak mengalami kesulitan saat berada di dalam lingkungan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tugas guru di dalam proses pembelajaran memang cukup luas, tidak sekedar memberikan materi pelajaran melainkan secara umum dan utuh guru harus dapat memfasilitasikan kebutuhan anak didik atas berbagai pengetahuan, keterampilan dan sikap hidup positif yang terpakai dalam kehidupannya. Tuntutan ini tentu saja memaksa guru untuk secara aktif meningkatkan kemampuan yang dimilikinya agar anak didiknya tidak mengalami kegagapan saat harus menghadapi kehidupan. Dan, untuk mempersiapkan kemampuan tersebut, maka harus mengembangkan potensi profesi secara signifikan sehingga benar-benar siap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Secara umum, guru memang haruslah dikondisikan sedemikian rupa sehingga kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan bidang yang dikerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pada saat sekarang ini, fenomena program sertifikasi guru menjadi bahan pembicaraan yang terjadi dimana-mana, khususnya di lingungan dunia pen-didikan. Program sertifikasi seakan sebuah bius yang memaksa setiap orang merasa harus berkomentar terhadapnya sehingga benar-benar menjadi bagian tidak terpisah dari semua orang, khususnya para guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sertifikasi guru memang sangat penting dan sudah saatnya diberlakukan sehingga kita dapat melihat peta kualitas hasil proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh setiap sekolah. Dengan mengetahui guru-guru yang sudah bersertifikat, maka setidaknya kita dapat memantau secara pasti kegiatan efektif yang dilakukan oleh guru sehingga dapat diketahui layak ataukah tidak sese-orang menjadi guru. Kelayakan seseorang di dalam melaksanakan tugas sebagai guru pada akhirnya membawa proses pendidikan dan pembelajaran yang benar-benar mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pada saat seorang guru mengikuti proses sertifikasi, maka pada saat tersebut mereka harus berjuang untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi sebenarnya dijalani dengan mengikuti proses evaluasi terhadap segala hal yang dilakukan pada proses pembelajaran, baik yang sudah dilaksanakan maupun yang hendak dilaksanakan di waktu-waktu mendatang. Jika kita melihat program kerja seorang guru, maka sebenarnya setiap program yang disusun diarahkan untuk mengkondisikan kegiatan pada tingkat pencapaian kualitas tertinggi. Dan, sertifikasi memang lebih mnenekankan untuk menge-tahui secara jelas kualitas seseorang pada saat memegang pekerjaan sebagai guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sertifikasi membutuhkan obyektifitas proses&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Obyektivitas merupakan prasyarat tercapainya sebuah kondisi ideal yang di-inginkan oleh setiap orang maupun organisasi. Hal ini berkait dengan kenyataan bahwa dengan obyektivitas yang tinggi, maka segala yang hal terjadi dapat segera diketahui dan selanjutnya dilakukan langkah-langkah pencegahan serta jika belum terjadi atau penyelesaian jika sudah terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Demikian juga halnya dalam proses sertifikasi guru, seharusnya hal utama yang diterapkan agar program ini benar-benar sesuai dengan konsep dasarnya adalah menerapkan obyektivitas tinggi. Obyektivitas ini tertutama kita perlukan untuk menghindari adanya ‘permainan’ lama, yaitu upaya merekayasa proses sehingga program sertifikasi akhirnya hanyalah sebuah formalitas untuk menaikan pangkat dan golongan semata, sebagaimana penerapan angka kredit yang harus mengajukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak berkas yang berhubungan dengan proses pembelajaran yang ‘sudah’ dilakukannya pada saat-saat terdahulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kita harus memahami konsep dasar dan tujuan penerapan program sertifikasi bagi guru yaitu meningkatkan kualitas proses dan hasil proses pen-didikan di negeri ini, walau kemudian hal tesebut diembel-embeli dengan janji akan didapatkannya tunjangan profesi bagi guru-guru yang dinyatakan lulus dalam proses sertifikasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan adanya embel-embel tersebut, maka ber-bondong - bondonglah guru mendaftarkan diri untuk mengikuti proses sertifikasi. Berbagai cara ditempuh untuk dapat mengikuti proses sertifikasi tersebut. Apalagi yang sudah terjaring pada ketentuan mengikuti proses sertifi-kasi tersebut. Mereka berusaha sekuat tenaga dan semampu ‘dana’ yang dimiliki utuk dapat melengkapi berkas yang dibutuhkan dalam sertifikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sekali lagi kita perlu memahami bahwa konsep dasar penyelenggaraan sertifikasi guru adalah untuk memposisikan guru pada tingkat kualifikasi yang sesuai dengan pekerjaan utamanya. Kita ingin mengetahui kelayakan seorang guru berkaitan dengan kualitas diri dalam pelaksanaan proses pembelajaran sebab hanya dengan guru yang berkualitas saja, dunia pendidikan kita dapat terentas dari keterpurukannya selama ini. Bahwa munculnya program sertifikasi tidak lain adalah untuk menjawab masalah keterpurukan dunia pendidikan yang selama ini sungguh sangat merisihkan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Seharusnya, jika kita ingin meningkatkan kualitas proses pembelajaran atau pendidikan, maka yang perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia yang berperan dalam proses tersebut. Sebagaimana sebuah perusahaan, jika yang mengelola, yang berperan mempunyai tingkat kualitas diri yang tinggi, maka tentunya tingkat produktivitas perusahaan dapat maksimal. Dunia pen-didikan tidak berbeda dengan perusahaan sebab ada produk yang dihasilkan oleh dunia pendidikan, yaitu para lulusan yang berkualitas atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka proses rekrutmen seharusnya dilakukan secara teliti dan obyektif, tidak sekedar per-syaratan semata. Setiap guru yang mengajukan diri untuk mengikuti proses sertifikasi seharusnya mendapatkan perlakukan atau evaluasi secara obyektif dan tidak memberikan kesempatan pada subyektivitas agar dapat diketahui secara pasti tingkat kualitas yang dipersyaratakan untuk mendapatkan sertifikat kelayakan menjadi guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Salah satu syarat yang dijadikan sebagai indikator proses sertifikasi adalah pengumpulan berkas yang dinamakan porto folio, yaitu berkas rekaman kegiatan yang dilakukan oleh guru bersangkutan selama melaksanakan tugas-nya. Porto folio yang harus dikumpulkan oleh guru peserta sertifikasi adalah berbagai rekaman kegiatan yang menunjukkan kemampuannya dalam me-nyelengarakan proses pembelajaran, misalnya program pembelajaran, beberapa sertifikat terkait, dan berkas yang berupa bukti unsur pengembangan profesi yang berupa karya tulis yang sudah dipublikasikan, karya penelitian, atau buku yang diterbitkan. Dari pengumpulan berkas inilah yang seringkali menjadi kesempatan untuk menyusun strategi dengan menerbitkan berkas-berkas yang mungkin pada proses pembelajaran sebenarnya belum sempat dikerjakan, program pembelajaran yang belum disusun, pada saat ini dilakukan kerja cepat mutu tinggi dengan membuat secara kilat berkas yang diperlukan. Dari berkeas-berkas yang dikumpulkan kemudian disesuaikan dengan persyaratan yang dituntut dalam proses sertifikasi, jika ternyata ada berkas yang tidak dimiliki atau nilai kredit yang didapatkan dari berkas-berkas tersebut masih kurang memenuhi persyaratan, maka langkah ‘penyesuaian’ segera dilakukan agar mendapatkan nilai sesuai ketentuan dan lulus!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Semua berkas yang dikumpulkan oleh guru diserahkan kepada tim penilai untuk dievaluasi apakah sudah memenuhi syarat kelayakan men-dapatkan sertifikat sebagai guru. Disinilah masalah obyektivitas perlu diawasi secara teliti sehingga hasil penilaian yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan bukan sekedar hasil rekayasa untuk dapat me-luluskan guru bersangkutan. Jika hal ini benar-benar kita lakukan, maka tujuan untuk menyeleseksi guru atas kualitas dirinya sesuai dengan tugasnya dapat dicapai sesuai tujuan. Tetapi jika ternyata pada proses ini tetap saja terjadi perekayasaan data, maka sampai kapanpun upaya peningkatan kualitas dunia pendidikan di negeri ini tidak bakal tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Obyektivitas di dalam proses sertifikasi sangat diharapkan dapat di-terapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keinginan untuk meng-angkat keterpurukan dunia pendidikan di negeri ini. Bagaimana mungkin kita dapat mencapai tujuan meningkatkan kualitas hasil proses pendidikan dan pembelajaran jika ternyata untuk proses sertifikasi guru saja ternyata tidak dijamin obyektivitasnya. Kita menyadari bahwa sebenarnya di dalam hati kita masing-masing mempunyai keinginan yang sama, yaitu ingin mengangkat derajat dunia pendidikan di negeri ini. Kita berkeinginan agar dunia pendidikan di negeri ini mendapatkan perhatian sebagaimana pernah dialami pada tahun-tahun terdahulu, yaitu sekitar tahun tujuh puluhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Semua memang memerlukan kebersamaan seluruh elemen terkait untuk mencapai target program. Oleh karena itulah, senyampang program ini masih hangat, maka kita tetapkan hati untuk benar-benar melaksanakan program seideal mungkin walau kita menyadari bahwa untuk menuju kondisi ideal memang merupakan program yang sangat berat. Ideal itu hanya ada di dalam pemikiran, sedangkan di dalam kenyataan semua serba mungkin untuk tidak terlaksana. Sekarang semua terserah pada kita untuk mengarahkan langkah kaki pada tujuan pengembangan dan peningkatan kualitas dunia pendidikan agar didapatkan kualitas dunia pendidikan yang dapat diperhitungkan oleh masya-rakat internasional. Tidak mungkin selamanya kita hanya menjadi juru kunci pada peringkatan kualitas pendidikan. Sudah saatnya kita memutuskan untuk mengambil alih posisi, setidaknya meningkatkan ranking keberhasilan dalam penyelenggaraan proses pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sekali lagi, marilah kita bersama-sama memulai segala sesuatu ber-dasarkan obyektivitas tinggi sehingga melangkah menuju kondisi ideal bukan lagi sesuatu yang berat, melainkan tinggal mengayunkan kaki dalam beberapa langkah lagi. Semoga program ini benar-benar mengalir sebagaimana konsep utamanya dan bukan sekedar pintu menuju ke ruang ‘permainan baru’ yang sebenarnya hanyalah ‘permainan lama’&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-34012304884105277?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/34012304884105277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=34012304884105277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/34012304884105277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/34012304884105277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/pentingnya-obyektifitas-dalam-proses.html' title='Pentingnya obyektifitas dalam proses sertifikasi guru'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-4024359778523941351</id><published>2008-07-16T04:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T04:15:00.293-07:00</updated><title type='text'>Memberdayakan Guru menghadapi KTSP</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan sebuah perangkat pembelajaran yang disusun dan dilaksanakan oleh setiap tingkat satuan pen-didikan. Proses penyusunan kurikulum ini merupakan sebuah keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dengan pengalaman kurikulum - kurikulum ter-dahulu. Penulis mengatakan bahwa kurikulum ini istimewa sebab dalam hal ini guru menyusun kurikulum dan melaksanakannya dalam kegiatan pembelajaran-nya. Dengan demikian setidaknya proses pembelajaran yang direncanakan merupakan hasil kreasi dan kerja guru sejak perencanaan awal, penentuan materi pemelajaran, tata urutannya, sistem penerapannya, sistem penilaiannya, tindak lanjut dari proses pembelajaran, dan langkah-langkah penanganan jika anak didik mengalami kesulitan pada akhir masa penerapan materi pemelajaran. Inilah keistimewaan yang terkandung di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang sekarang ini hendak diterapkan, yaitu mulai tahun pelajaran 2007/2008. Kita dapat menentukan materi yang kita berikan kepada anak didik dan mensinergiskan dengan kebutuhan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;KTSP memang merupakan sebuah rancangan program kegiatan pembelajaran yang lebih diarahkan pada penguasaan kompetensi atau kemampuan anak didik terhadap aspek-aspek tertentu berkaitan dengan kondisi yang diharapkan oleh masyarakat secara umum. Dengan KTSP ini, maka setidaknya seorang guru mempunyai keleluasan untuk memberikan materi pemelajaran dengan kom-petensi tinggi dan sesuai dengan hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar sekolah atau lingkungan hidup anak didik. Kita tidak perlu bermuluk-muluk memberikan sesuatu yang ternyata tidak mungkin diterapkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itulah, maka di dalam proses penyusunan kurikulum ini, tingkat kompetensi yang hendak dicapai dari hasil proses pembelajaran diarahkan untuk pencapaian pada tingkatan tertentu, misalnya secara lokal, regional, nasional, atau bahkan secara internasional. Guru sebagai penyusun isi kurikulum mempunyai kewenangan atau otonomi yang luas untuk menentukan seberapa tingkat kompetensi yang harus dicapai oleh anak didik agar dikatakan telah berhasil menyelesaikan proses pembelajaran dengan meng-gunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;KTSP ini memang jika kita telaah lebih mendalam merupakan upaya untuk mengembalikan kewenangan atau otonomi guru untuk merencanakan proses pembelajaran yang hendak dilaksanakannya. Guru mempunyai kesempatan untuk mengaktualisasikan segala potensi dirinya sehingga konsep profesionali-sasi profesi benar-benar dapat terwujudkan dalam kondisi seperti ini. Bagaimana –pun seorang guru memang sudah seharusnya mempunyai kesempatan untuk menunjukkan segala potensi yang ada di dalam dirinya, termasuk dalam hal ini adalah kemampuan untuk menyusun perencanaan pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selama ini, diakui atau tidak kita para guru telah dibuat mandul dengan patron kurikulum yang sudah ada secara nasional. Selama ini kita hanya copy paste saja semua aspek yang harus ada di dalam kurikulum. Kita adalah kaum replikan yang dengan begitu saja menerima segala sesuatu yang sudah jadi dan selanjut-nya dijadikan sebagai dasar pekerjaan. tentunya kita dapat membayangkan apa yang bakal terjadi jika kondisi seperti ini terus diterapkan, sementara para guru sama sekali tidak ikut dalam proses penyusunan materi kurikulum dan lagi isi kurikuum tersebut adalah bersifat dan berskala nasional sehingga seringkali berbeda dengan yang dibutuhkan di masyarakat sekitar sekolah atau lingkungan di sekitar sekolah. Hal ini jelas-jelas menjadi guru hanya sebagai user dari sebuah produk dan harus menerapkan produk tersebut di dalam kegiatan hidupnya, walaupun tanpa keterlibatannya pada saat merencanakan dan menyusunnya, sehingga dengan demikian para guru harus memelajari kurikulum tersebut terlebih dahulu dan setelah memahami konsep-konsepnya, maka baru dapat menerapkan dalam ekgiatan pembelajaran yang nyata. Semenytara karena pada awalnya tidak ikut merencanakan dan menyusun, maka yang terjadi adalah seringnya terjadi kesalahan persepsi terhadap aspek yang ada di dalam kuri-kulum. Kondisi ini menjadikan para guru mandul sebab tidak kreatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk dapat mengikuti dan selanjutnya menyusun serta melaksanakan kuri-kulum jenis ini, memang diperlukan guru-guru yang penuh kreativitas dan inovasi yang tinggi. Disamping itu, kita juga membutuhkan guru-guru yang benar-benar mengabdi bagi kelangsungan pelaksanaan proses pendidikan. Hal ini sangat penting sebab, jika memang benar-benar menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan, maka guru harus benar-benar proaktif dalam mempersiapkan segala kelengkapan pembelajarannya, dari awal hingga akhir-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tentu saja dalam hal ini kita masih tetap membutuhkan out line atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aspek-aspek pemelajaran yang perlu diberikan kepada anak didik yang disinergiskan dengan berbagai kondisi yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Langkah ini sangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penting agar tujuan perencanaan dan penyusunan kurikulum ter-capai. Out line inilah yang dijadikan sebagai dasar perencanaan dan penyusunan materi kurikulum, tentu saja dalam hal ini out line harus disesuaikan terlebih dulu dengan kondisi lingkungan. Jika ada out line nasional atau copy paste yang tidak sesuai dengan kondisi, maka perlu disesuaikan sehingga benar-benar men-jamin keterlaksanaan kurikulumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kurikulum implementatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Guru mendasarkan proses perencanaan dan penyusunan kurikulum berdasar-kan kondisi di lingkungan, oleh karena itulah, maka guru perlu melakukan survey lapangan atau pengamatan yang mendalam terdapat kondisi lingkungan yang perlu dimasukkan di dalam kurikulum pemelajaran di tingkat satuan pen-didikan, dimana mereka bekerja. Survey lapangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sehingga benar-benar didapatkan informasi yang Sebenarnya, kurikulum ini sudah diterapkan sejak lama di proses pemelajaran sekolah menengah kejuruan (SMK) yang disebut sebagai kurikulum implementatif. Kurikulum ini disusun oleh guru bekerja sama dengan dunia industri atau dunia usaha sebagai institusi pasangan dari sekolah menengah kejuruan. Dalam hal ini sebenarnya kurikulum jenis ini bukan lagi barang baru bagi guru-guru di SMK sebab selama ini mereka sudah menyusun jenis kurikulum tersendiri yang merupakan bentuk kerja sama antara sekolah dengan dunia industri maupun dunia usaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Diakui atau tidak sebenarnya sejak lama selalu terjadi bahwa kurikulum yang diterapkan di dalam proses pemelajaran di sekolah menengah kejuruan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(SMK) merupakan cikal bakal dari kurikulum-kurikulum yan selanjutnya diterapkan. Jauh sebelum ditetapkan bahwa sekolah-sekolah harus menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, maka sekolah menengah kejuruan sudah menerapkannya, sebab anak didiknya memang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau kompetensi. Penerapan kurikulum yang berbasis kompetensi memang sudah harus diterapkan sebab anak didik pada proses pemelajaran selain diberikan pemelajaran mata diklat adaptif dan normatif, juga diberikan mata pelajaran produktif. Disinilah yang memungkinkan sekolah menengah kejuruan lebih dahulu menerapkan kurikulum berbasis kompetensi. Begitu juga ketika di-canangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan, dimana diharapkan adanya sikap proaktif dari semua guru untuk merencanakan dan menyusun konsep kurikulum yan dipergunakan di tingkat satuan pendidikan dimana mereka ber-tugas. Ternyata, jenis kurikulum inipun sudah lebih dulu diterapkan di sekolah menengah kejuruan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pada dasarnya, kurikulum implementatif yang diterapkan di sekolah menengah kejuruan merupakan hasil kreasi guru yang disinergiskan dengan dunia usaha dan dunia industri. Di dalam aspek-aspek materi pemelajaran yang hendak diberikan kepada anak didik dalam kurikulum implementatif merupakan hasil sharing antara sekolah (guru) dengan dunia usaha/industri. Mereka merencana-kan materi pemelajaran yang diberikan kepada anak didik dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat. Sekolah/guru berkonsultasi dengan dunia usaha/ industri mengenai segala hal yang pada umumnya diperlukan oleh dunia usaha /dunia industri. Kebersamaan inilah yang memungkinak sekolah menengah kejuruan mempunyai kesempatan terlebih dahulu dalam menerapkan jenis kurikulum yang memberikan kesempatan seluasnya pada para gurunya untuk mengembangkan potensi dirinya dalam merencanakan dan menyusun kuri-kulum yang implementatif dengan kegiatan dalam kehidupan nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, sekarang pemerintah mencanangkan jenis kurikulum yang memberikan keluasan kepada guru untuk merencanakan dan menyusunnya sendiri dengan penyesuaian terhadap konsep-konsep kehidupan. Konsep ini tidak jauh berbeda dengan konsep dasar pada saat merencanakan dan menyusun kurikulum implementtatif di sekolah menengah kejuruan (SMK). Oleh karena itulah, maka seharusnya guru-guru yang mengajar di SMK menghadapi kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai sesuatu yang sudah biasa sehingga tidaklah sulit untuk menyusunnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memberdayakan guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sebenarnya jika kita mempelajari konsep dasar dari pencanangan kurikulum tingkat satuan pendidikan, dimana dalam hal ini peran serta guru sangat diharapkan dan menjadi tolok ukur dari keterlaksanaan penerapannya, maka melihat adanya satu langkah terbaik yang dilakukan oleh pemerintah. Langkah terbaik tersebut adalah adanya upaya untuk memberikan kembali wilayah otonomi guru yang selama ini telah dirampas oleh pusat sehingga di lapangan guru hanyalah pelaksana dan bukan perancang, perencana dan perumus pemelajarannya. Guru bukanlah subyek pelaku, melainkan sekedar obyek yang diposisikan sebagai pelaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kurikulum tingkat satuan pendidikan memungkinkan guru mengembangkan diri secara maksimal sebab di dalam konsep kurikulum ini, guru diharuskan merencanakan dan menyusun kurikulum yang nantinya dijadikan sebagai kerangka dasar pemelajarannya. Dengan langkah seperti ini, maka program pemerintah untuk sertifikasi dan profesionalisasi dapat diwujudkan dengan benar. Dengan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan ini, maka guru dipaksa untuk memposisikan diri sebagai subyek pengelola proses pendidikan secara utuh. Guru harus dapat mengembangkan potensi dirinya untuk menunjukkan profesionalismenya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;KTSP memang memposisikan guru sebagai subyek pengelola proses pem-belajaran sehingga guru harus dapat merencanakan, menyusun dan menerapkan kerangka pemelajarannya. Dengan demikian, maka upaya peningkatkan kualitas guru dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tercapai dan selanjutnya hal tersebut mampu membawa kualitas anak didik. Bagaimana-pun, seorang guru harus dapat merencanakan, menyu-sun dan selanjutnya menerapkan konsep-konsep pemelajaran yang ada dalam kerangka kurikulumnya. Jika guru dapat melaksanakan semua langkah tersebut, perencanaan, penyusunan dan penerapannya, maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti guru sudah men-capai kompetensi yang memadai sebagai seorang guru. Tentu saja dalam hal ini, perlu diberikan evaluasi yang melekat sehingga KTSP yang disusun benar-benar merupakan hasil pengembangan diri sang guru, dan bukan sekedar copy paste dari KTSP milik orang lain atau master KTSP dari pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;KTSP memang benar-benar menjadikan guru sebagai sosok-sosok yang ber-dayanguna dalam pelaksanaan program pembelajaran. ini merupakan pengem-balian wilayah otonomi guru yang selama ini telah hilang. Selanjutnya yang terpenting adalah sikap para guru dalam penerapan konsep kurikulum ini. Jika para guru berpikir dan bertindak positif, artinya menerapkan segala potensi untuk pengembangan, maka profesionalisme dirinya akan membawa dunia pendidikan mencapai peningkatan kualitas, tetapi jika sebaliknya, maka hasilnya juga sebaliknya! Guru-guru yang professional dan efektiflah yan sebenarnya mampu membawa perbaikan kualitas dunia pendidikan di negeri ini, disamping peranan aktif anak didik sebagai subyek pembelajaran. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-4024359778523941351?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/4024359778523941351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=4024359778523941351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4024359778523941351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4024359778523941351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/memberdayakan-guru-menghadapi-ktsp.html' title='Memberdayakan Guru menghadapi KTSP'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-1592117192058983308</id><published>2008-07-16T04:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T04:13:35.639-07:00</updated><title type='text'>Sertifikasi untuk menciptakan Guru Efektif</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuntut penyesuaian kondisi dari seluruh elemen terkait dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk dalam hal ini adalah dunia pendidikan. Hal ini berkait dengan ke-nyataan bahwa dunia pendidikan merupakan aspek penentu keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut. Dunia pendidikan mem-berikan kesempatan kepada kita untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan pola kehidupan positif sehingga mampu memberikan kontri-busi maksimal bagi setiap perkembangan kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sementara kita menyadari bahwa selama ini kondisi dunia pendidikan kita sedang mengalami sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan, walaupun ada beberapa yang membahagiakan. Tetapi, meskipun ada bagian dunia pendidikan yang sebenarnya menggembirakan, misalnya adanya anak-anak yang berprestasi hingga tingkat internasional, tetapi karena kondisi kebanyakan adalah menurunnya kualitas hasil pendidikan, maka secara umum kondisi dunia pendidikan-pun dikatakan terpuruk. Sebaik-baiknya kondisi yang kita miliki, jika ada sebagian saja yang buruk, maka secara keseluruhan keburukan tersebut mengkontaminasi kondisi yang baik tersebut. Hal ini merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu yang biasa, bahwa selalu ada orang yang mengusik dan mencari-cari kelemahan di-balik kekuatan kita. Jika kita tidak mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengatasi hal tersebut, maka kita dapat tersungkur oleh respon kita terhadap kondisi tersebut. Di dalam kehidupan kita ini lebih banyak orang-orang yang licik dan picik daripada orang-orang yang cerdik dan cendekia terhadap sikap dan sifat dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dunia pendidikan yang selama ini kita kenal sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;institusi yang me-ngembangkan nilai-nilai positif kehidupan dalam sebuah skope yang kecil tetapi berskala besar memang merupakan lahan terbaik untuk melakukan berbagai maneuver kehidupan, khususnya pemikatan hati masyarakat ataupun pengkon-disian masyarakat, sehingga jika terjadi kondisi yang kurang berkenan, maka secara serentak, semua orang dari berbagai lapisan dalam masyarakat mem-mereka memberikan komentar, yang rata-rata adalah komentar miring yang cenderung memojokkan dunia pendidikan. Dunia pendidikan seakan-akan ingin dibelenjeti hingga terlihat tulang belulangnya yang sudah tidak putih lagi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, agar kondisi tersebut tidak terus menerus menerpa dunia pendidik-an, khususnya pada para guru yang sudah berusaha sekuat tenaga memberikan pembelajaran sebagaimana potensi maksimal yang ada di dalam dirinya, dapat bernafas lega dan sedikit bergerak lepas, maka peningkatan kualitas guru dan peningkatan kondisi kesejahteraan guru perlu mendapatkan perhatian yang maksimal juga. Guru juga perlu mendapatkan perhatian, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan hidupnya sebagai pekerja profesional yang ber-tanggungjawab atas peningkatan kualitas kehidupan sumber daya manusia yang menjadi penanggungjawab kesejahteraan hidup bangsa yang besar ini. Guru harus ditingkatkan pola kesejahteraan hidupnya agar dapat memberikan peng-abdian yang maksimal dan totalitas pada dunia pendidikan.. Jika tidak, maka jangan salahkan adanya beberapa guru yang terpaksa harus ngobyek dengan pekerjaan lainnya atau nyambi mengajar di beberapa sekolah sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Setelah melalui berbagai langkah, maka selanjutnya dimunculkan sebuah wacana yang sangat membahagiakan para guru sehingga sedikit memacu andrenalin untuk meningkatkan pola kerja yang selama ini telah dijalankan oleh para guru. Dengan dimunculkannya wacana tentang sertifikasi yang berkelanjut-an dengan adanya kompensasi untuk guru-guru yang telah menjalani proses sertifikasi dan dianggap mempunyai kelayakan bagi proses pembelajaran yang dijalankannya, maka hal tersebut benar-benar mampu meningkatkan semangat juang guru untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonominya. Banyak guru yang berlomba untuuk dapat masuk dalam proses sertifikasi sehingga diharapkan ada tambahan pemasukan bagi ekonomi keluarganya. Berbagai cara ditempuh agar proses sertifikasi yang diikutinya mendapatkan pengakuan dan kepadanya diberikan hak atau insentif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk sertifikasi profesi-onalismenya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menempuh sekolah lagi dan mengikuti program sertifikasi untuk peningkatan kualitas kehidupan ekonomi sosialnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hubungan Sertifikasi dengan Guru Efektif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sebenarnya, jika kita berkenan memikirkan hal-hal berkaitan dengan pola pembelajaran yang dapat memberikan materi pembelajaran secara maksimal, maka yang terpenting adalah bahwa kita harus mampu bersikap efektif dalam menjalankan tugas pembelajaran. bersikap efektif yang kita maksudkan dalam hal ini adalah pola pemikiran yang cenderung lebih mengutamakan proses peningkatan kualitas proses daripada hasil pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dalam proses pembelajaran, selain hasil proses yang kita harapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, kita juga perlu memperhatikan efektivitas dari proses yang dijalankan oleh guru. Bahwa dengan kondisi terbaik, yaitu efektivitas yang tinggi, maka keterlaksanaan dan ketercapaian sebuah program sangatlah mungkin sehingga angka keberhasilan menjadi meningkat dan kualitas manusia menjadi lebih baik lagi. Efektivitas memang merupakan sebuah kondisi yang lebih menekankan pada upaya untuk menggapai hasil maksimal dari sebuah proses, khususnya dalam hal ini adalah proses pendidikan anak didik. Proses pendidikan yang efektif berarti bahwa di dalam melaksana-kan proses pendidikan, maka seorang guru harus dapat mempergunakan segala hal berkaitan dengan proses pendidikan secara maksimal sehingga dapat menunjang keberhasiland alam proses pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sertifikasi terhadap profesi guru sebenarnya bertujuan untuk menentukan kelayakan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas keguruan atau kepen-didikan. Sertifikasi adalah penilaian yang kita berikan kepada seorang guru terhadap pola penerapan berbagai strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, penerapan evaluasi komprehensif terhadap kemampuan anak didik, dan pengayaan terhadap kondisi-kondisi kritis dari anak didik sehingga proses pembelajaran yang dijalani anak didik benar-benar merupakan proses pendidikan yang tuntas. Dengan sertifikasi ini, maka profesi guru bakal mencapai tingkat kualitas maksimal dan citranya terangkat lagi seiring dengan meningkatnya kualitas hasil proses pendidikan yang dijalankannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sebenarnya, dengan adanya sertifikasi guru berarti pemerintah telah menganggap bahwa kelayakan seorang guru dalam mengemban tugas sebagai pendidik sangatlah perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan tugas dan ke-wajibannya sehingga hasil proses pembelajaran dan pendidikan benar-benar dapat maksimal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sertifikasi ini merupakan bentuk tuntutan yang harus dikon-disikan oleh semua guru berkaitan dengan program peningkatan kualitas hasil proses pendidikan dan pembelajaran. hal ini berdasarkan pada anggapan bahwa sebenarnya baik dan buruknya hasil dari sebuah pekerjaan tergantung pada yang mengerjakannya. Ibaratnya sebuah patung, baik buruknya tergantung pada tingkat kepandaian dan keterampilan sang pematung. Semakin pintar dan te-rampil seorang pematung, maka sudah barang tentu, hasil pahatan dan ukiran yang dilakukan adalah yang terbaik. Hal ini karena sang pematung mengefektif-kan seluruh potensi yang ada di dalam dirinya secara maksimal. Sang pematung mengerjakan seluruh pekerjaannya secara tuntas. Mereka benar-benar lebur dengan pekerjaannya sehingga tidak hanya keterampilan, pengetahuan yang diterapkan dalam pekerjaan tersebut, tetapi perasaan, jiwa sang pematung juga ikut lebur dalam pekerjaan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Demikian juga yang diharapkan dalam dunia pendidikan kita yang selalu saja disorot sebagai institusi yang mengalami kegagalan proses. Dengan sertifikasi ini, maka diharapkan adanya peleburan diri guru secara utuh dalam pekerjaannya yaitu proses pendidikan dan pembelajaran anak didik. Jika seorang guru dapat menerapkan konsep peleburan tuntas segala potensi diri ini berarti guru tersebut sudah melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran secara efektif. Dan selanjutnya kondisi tersebut dikenal sebagai guru professi-onal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tetapi, pada kenyataannya untuk memikat guru agar melaksanakan tugas pendidikan dan pembelajaran secara efektif tidak dapat begitu saja dilakukan, tidak semudah membalik telapak tangan. Hal ini terjadi karena masih banyak guru yang berpikiran tradisional dan tidak perfectionis dalam menerapkan konsep pendidikannya. Mereka melaksanakan tugas pendidikan dan pembel-ajarannya asal jalan saja. Tidak sedikitpun upaya untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan dan pembelajarannya dengan menerapkan konsep-konsep pembelajaran yang progresif ataupun yang layak terap untuk kondisi anak didik sekarang ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, sertifikasi telah menjadi menara api bagi seluruh guru sehingga secara langsung mereka menanggapinya dengan berbondong-bondong men-dekat pada menara api untuk mendapatkan kehangatan atau sedikit cahaya untuk menunjang kehidupan di masa depannya. Hal ini karena dari program sertifikasi ini ada disertakan embel-embel insentif atau tunjangan professional bagi yang dinyatakan lulus dalam seleksi sertifikasi. Embel-embel inilah yang selanjutnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para guru sehingga untuk me-menuhi segala perangkat untuk dapat mengikuti dan dinilai layak pada proses sertifikaksi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan demikian, walaupun secara nyata kita melihat bahwa salah satu motivasi para guru untuk mengikuti proses sertifikasi adanya embel-embel tunjangan, yang besarnya tidak tanggung-tanggung, yaitu satu kali gaji. Tun-jangan satu kali gaji sungguh sangat menggiurkan sehingga semua guru ber-usaha untuk dapat mengikuti proses sertifikasi, bagaimanapun caranya, termasuk merekayasa data sertifikasi. Tetapi, dalam konteks ini bukan masalah tersebut yang kita bahas, setidaknya kita melihat bahwa sebenarnya eksistensi program sertifikasi memang sangat berkaitan dengan efektivitas proses pembelajaran yang d ijalankan oleh para guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Secara umum dapat kita katakan bahwa dengan adanya proses sertifikasi guru, maka tumbuh kesadaran para guru untuk segera memperbaiki kondisi diri atau tingkat kemampuan dirinya terhadap materi pembelajaran dan meningkat-kan latar belakang pendidikannya sehingga sesuai dengan syarat utama untuk dapat mengikuti proses&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sertifikasi. Tetapi meskipun demikian, maka setidaknya telah tumbuh kesadaran di hati para guru untuk meningkatkan kualitas dirinya sehingga dapat memberikan porses yang lebih baik kepada anak didik dengan harapan ketercapaian tjuan pendidikan dan pembelajaran dapat lebih baik dari sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal ini dapat kita katakan bahwa dengan adanya program sertifikasi guru ini, maka (1) tumbuh kesadaran guru untuk meningkatkan kualitas dirinya, khususnya dalam ilmu dan keterampilannya., (2) tumbuh rasa bertanggung-jawab di hati guru atas proses pendidikan dan pembelajaran yang diembannya, (3) tumbuh persaingan untuk lebih cepat meningkatkan kualitas diri dibandingkan yang lainnya, (4) tumbuh upaya untuk memberikan atau melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran sebaik-baiknya sehingga memberikan point plus untuk perangkat penilaian sertifikasinya, (5) dan yang terpenting bagi semua guru dengan adanya sertifikasi adalah peningkatan kualitas kehidupan ekonominya sebab terangkatnya kesejahteraan akibat tunjangan yang didapatkan dari proses sertifikasi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Begitulah yang terjadi sebagai akibat dari pencanangan program sertifi-kasi yang dilaksanakan mulai tahun 2007 ini. Harapan kita semua agar program ini benar-benar berjalan sebagaimana konsep dasar program sehingga tidak hanya merupakan program awu-awu yang pada kenyataannya hanyalah program ganti nama dari program yang sebelumnya ada, misalnya program kesetaraan yang dahulu pernah diterapkan bahkan sampai sekarang masih diterapkan, jika seorang guru telah berhasil menempuh proses pendidikan baru yang lebih tinggi dari ijazah yang dipergunakan sebagai dasar menjadi pegawai negeri, maka dapat dilakukan kesetaraan sehingga segala konsekuensi disesuaikan dengan kondisi latar belakang terakhir yang dapatkan oleh sang guru. Semoga saja, sertifikasi ini lebih banyak mengarah pada upaya efektivitas proses pendidikan dan pembelajaran agar kualitas hasil proses pendidikan dan pembelajaran benar-benar dapat dientas dari keterpurukan. Dan, tidak sekedar mengejar peningkatan kualitas finansial semata. Semoga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-1592117192058983308?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/1592117192058983308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=1592117192058983308' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1592117192058983308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/1592117192058983308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/sertifikasi-untuk-menciptakan-guru.html' title='Sertifikasi untuk menciptakan Guru Efektif'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-2554660536390351584</id><published>2008-07-16T04:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T04:10:03.654-07:00</updated><title type='text'>Guru BP, Bukan Polisi Sekolah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selama ini telah terjadi pembiasan persepsi peserta didik terhadap eksistensi guru BP. Guru BP dianggap sebagai polisi, jaksa atau petugas kehakiman untuk memberikan sanksi kepada peserta didik yang melakukan kesalahan. Akibatnya, peserta didik ketakutan jika berhadapan dengan guru BP. Tentunya hal ini sangat merugikan peserta didik sebab sebenarnya eksistensi guru BP adalah sebagai konselor bagi peserta didik. Guru BP adalah pendamping peserta didik pada saat menghadapi permasalahan, baik pribadi antar peserta didik atau dengan guru. Semua untuk menciptaka nkondisi yang kondusif untuk belajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kondisi yang kondusif diantaranya adalah tenang, tertib, mengayomi, memungkinkan peserta didik berperanserta, merangsang rasa ingin tahu, membangkitkan semangat belajar peserta didik. Dengan kondisi seperti ini, maka peserta didik dapat mengikuti proses secara maksimal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tetapi, hal tersebut dapat berubah ketika seorang peserta didik dipanggil guru BP. Suasana kelas yang tenang, hati yang damai tiba-tiba menjadi gelisah dan ketakutan. Setiap peserta didik menjadi terpengaruh sehingga membuyar-kan konsentrasi belajarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bahkan, ketika guru BP mengetuk pintu dan masuk ke ruang kelas, secara spontan peserta didik merasa resah dan tidak enak hati. Mereka menebak-nebak permasalahan yang telah mereka lakukan sehingga guru BP memasuki ruang kelasnya. Guru BP telah dianggap sebagai polisi yag selalu mengincar mereka yang telah melakukan kesalahan atau jaksa/hakim yang langsung memberi vonis hukuman bagi mereka yang bersalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Guru BP Bukanlah Polisi, Jaksa atau Hakim Sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Di sekolah, penulis diberi tugas untuk menangani bimbingan dan penyuluhan pada peserta didik. Penulis harus menangani setiap permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik sehingga tidak terganggu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setiap saat penulis selalu berhadapan dengan peserta didik yang bermasalah dan harus menyelesai-kan permasalahannya sehingga proses belajar tidak terganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, satu hal yang selalu penulis hadapi adalah sikap peserta didik. Ketika pemulis mencoba untuk mendekati mereka, maka mereka ketakutan. Mereka menganggap bahwa guru BP adalah polisi, jaksa atau hakim yang selalu mengawasi tingkah laku dan memberi mereka hukuman jika melakukan kesalahan. Akibatnya, penulis dijauhi oleh peserta didik. Peserta didik enggan berurusan dengan penulis (guru BP), walaupun mereka bermasalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Oleh karena itulah, maka penulis berinisiatif untuk mengubah pola dan strategi pengelolaan dan penanganan masalah. Penulis bertindak sebagaimana seorang pemain sepak bola. Untuk itu, penulis tidak segan-segan untuk menjemput bola. Setiap saat penulis mencoba untuk melakukan pendekatan dengan peserta didik sehingga dapat menumbuhkan keakraban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pendekatan yang penulis lakukan adalah memberikan pembenaran atas persepsi mereka terhadap eksistensi guru BP. Penulis mencoba meluruskan anggapan peserta didik bahwa guru BP adalah polisi, jaksa atau hakim atas mereka. Justru, guru BP adalah sahabat mereka. Guru BP adalah tempat mereka curhat dan mendapatkan solusi dan penyelesaian masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pendekatan antar personal bahkan interpersonal menjadi salah satu teknik terbaik untuk memberikan pelurusan anggapan peserta didik terhadap eksistensi guru BP. Dengan pendekatan antar personal dan interpersonal, maka peserta didik menyadari pentingnya guru BP. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan menghilangkan persepsi bahwa guru BP adalah polisi, jaksa atau hakim, maka peserta didik merasakan bahwa guru BP adalah konselor bagi setiap permasalahan, guru BP adalah sahabat yang peduli pada mereka dan siap membantu menyelesaikan setiap permasalahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Penulis mengajak mereka berbincang, tidak secara resmi di ruang BP. Secara periodek, penulis mencoba turba (turun ke bawah) mencari keterangan mengenai permasalahan langsung dari peserta didik. Tentunya hal ini penulis lakukan secara implisit sehingga mereka tidak menyadari jika sedang ditanyai hal penting tentang teman atau diri mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Berbicara dari hati ke hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Mengajak peserta didik berbicara dari hati ke hati merupakan salah satu cara efektif yang dapat dilakukan sebagai meluruskan persepsi peserta didik terhadap eksistensi guru BP. Dengan berbicara dari hati ke hati, maka segala permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Penulis berkeyakinan bahwa pendekatan dengan berbicara dari hati ke hati memungkinkan terciptanya sebuah jalinan benang merah antara guru BP dan peserta didik yang merupakan jembatan penghubung paling efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Berbicara dari hati ke hati mengisyaratkan kepada kita bahwa sebenarnya guru BP dan peserta didik adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh apapun. Kesatuan inilah yang diharapkan memunculkan sikap saling pengertian atas kondisi masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sebagai seorang guru BP, pengetahuan tentang peserta didik sangat membantu pada saat harus menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa setiap permasalahan yang muncul merupakan akumulasi dari banyak masalah sebelumnya. Permasalahan selamanya merupakan sesuatu yang sangat krusial sehingga kita tidak dapat menyelesaikan secara tuntas jika kita tidak memahami kondisi peserta didik secara tuntas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Peserta didik adalah sosok-sosok yang sedang mencari jati diri sehingga sangat rentan terhadap permasalahan. Untuk itulah seorang guru BP harus dapat menempatkan posisi diri secara tepat dan cepat agar masalah tidak berlarut dan berkembang. Guru BP tidak boleh memposisikan diri sebagai polisi, jaksa apalagi hakim dalam menghadapi permasalahan peserta didik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-2554660536390351584?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/2554660536390351584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=2554660536390351584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2554660536390351584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/2554660536390351584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/guru-bp-bukan-polisi-sekolah.html' title='Guru BP, Bukan Polisi Sekolah'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-3455641386967417703</id><published>2008-07-16T04:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T04:09:04.094-07:00</updated><title type='text'>Prinsip Ekonomis dalam Pemelajaran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Proses pemelajaran dilaksanakan sebagai wujud kepedulian atas semangat usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kita sadar bahwa sumber daya manusia menjadi motor utama dalam pembangunan bangsa. Sumber daya manusia adalah pelaku utama pem-bangunan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk itulah, maka berbagai cara dilakukan oleh guru agar proses pem-belajaran dapat maksimal. Berbagai metode diterapkan agar pemelajaran ber-hasil. Tetapi setidaknya, di dalam proses pemelajaran inipun guru tetap sah jika menerapkan konsep ekonomis, yaitu memberikan sedikit tetapi dapat hasil maksimal. Dalam hal ini guru me-nerapan efektivitas kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Efektivitas memang merupakan konsep dalam proses pemelajaran sehingga jatah pemelajaran untuk siswa sesuai dan tepat waktunya. Apalagi jika ternyata hasil pemelajaran sama sekali tidak mampu mengakibatkan perubahan yang signifikan terhadap kompetensi siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Oleh karena itulah, maka sebenarnya kita tidak perlu terlalu obral materi yang sebenarnya tidak bakal dikuasai dan diterapkan siswa dalam kehidup-annya. Apalagi jika hal tersebut kita kaitkan dengan konsep pemelajaran kita sekarang, yaitu berbasis kompetensi untuk survival siswa dalam kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memang seharusnya materi yang diberikan kepada siswa tidak perlu terlalu muluk-muluk sebab tujuan utama kita membimbing siswa belajar di sekolah kejuruan adalah mempersiapkan siswa dengan keterampilan. Roientasi pemelajaran di sekolah kejuruan adalah pembekalan keterampilan untuk siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Konsep ini terkait pada kondisi nyata di masyarakat yang membutuhkan orang-orang terampil untuk menjawab kondisi kehidupan. Masyarakat sangat-lah dinamis, sehingga dibutuhkan orang-orang yang selalu siap menghadapi kondisi masyarakatnya. Dan, orang-orang seperti ini hanyalah orang-orang yang mempunyai keterampilan khusus, yaitu yang dapat menjadikannya ‘terpakai’ dalam kehidupannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sementara untuk mempunyai keterampilan yang dapat terpakai, maka dalam proses kepemilikannya kita tidak terlalu menuntut banyak pada pembel-ajaran teori. Teori hanyalah penunjang bagi keterampilan yang kita inginkan. Kita perlu ingat bahwa &lt;i&gt;learning by doing&lt;/i&gt; jauh lebih baik daripada &lt;i&gt;learning by listening!&lt;/i&gt; Dengan &lt;i&gt;learning by doing&lt;/i&gt;, siswa mengalami secara langsung apa yang sedang dipelajarinya sehingga pengalaman ini menjadi miliknya secara per-manen. Kita juga harus ingat bahwa jika &lt;i&gt;kita mendengar&lt;/i&gt;, maka &lt;i&gt;kita dapat lupa&lt;/i&gt;, tetapi jika &lt;i&gt;kita melakukannya&lt;/i&gt;, maka &lt;i&gt;kita akan selalu dapat&lt;/i&gt;! Sekali kita melakukan, maka pada saat dibutuhkan, kemampuan tersebut dapat muncul dan diperguna-kan lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Seperti mesin foto copy yang bekerja hanya karena melihat apayang dikerjakan dan tidak melakukan aktivitas lainya, maka kemampuannya hanya sesaat itu saja sehingga jika besoknya kita ingin melakukannya, maka mesin tersebut tidak bakal dapat melakukannya. Coba kita datang ke sebuah tempat fotocopy, maka yang kita inginkan diletakkan pada sebuah kaca datar. Lantar dilihat oleh mesin tersebut dengan cahaya kuat dan keluarlah lembaran kertas dengan isi sama dengan yang dilihatnya. Tanpa ada kreasi apapun!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Seharusnya kita adalah satu unit komputer, yang pada saat dipakai, dia juga melakukan aktivitas, memproses segala hal yang dilakukan, maka pada saat kita perlukan, semua yang kita butuhkan dapat muncul kembali dan dapat digunakan lagi. Begitulah seharusnya yang kita ciptakan/kondisikan pada anak didik kita. Anak didik kita harusnya kita kondisikan untuk selalu siap meng-hadapi setiap kondisi hidupnya. Kapanpun dibutuhkan kemampuan dirinya, maka saat itu juga dapat menjawab tatangan tersebut. Dan, yang lebih baik lagi adalah bahwa kemampuan tersebut masih ditambah degan kreativitas yang lebih baik, improvisasi terhadap kondisi kemampuannya untuk menyesuaikan-nya dengan kondisi yang diminta oleh tantangan hidup tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Sedangkan jika kita belajar sambil melakukan apa yang perlu kita pelajari, jauh lebih efektif dari pada hanya menjadi pendengar setia segala penjelasan guru. Walaupun kita mengenal &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pemelajaran ada 3 (tiga), yaitu visual, auditori dan kinestetik, tetapi pada kenyataannya yang banyak dan efektif adalah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kinestetik. Kita tidak dapat mengingkari hal tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Prinsip ekonomis dalam belajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Jika kita berbicara tentang konsep ekonomis, rasanya lain di dalam proses pemelajaran. Bagaimana mungkin kita dapat berpikir untuk bertindak ekono-mis di dalam pemelajaran? Apakah dengan mengurangi jatah belajar anak didik? Atau yang lainnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Tentunya kita tidak boleh mengurangi jatah belajar anak didik. Jatah pemelajaran yang harus diberikan sudah disusun secara sistematis dan berke-sinambungan sehingga jika terjadi penyunatan materi, tentunya bakal berakibat serius pada masa mendatang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;“Wah, belum diajarkan!” begitu teriak para siswa jika mereka belum pernah mendengar tentang sesuatu yang ditanyakan oleh guru pada tingkatan atas atau guru yang lain. Jika hal tersebut terjadi, tentunya cukup riskan bagi masa depan anak didik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Prinsip ekonomis yang kita maksudkan dalam konteks ini adalah dengan mengefektifkan waktu dan proses, bukan dengan mengurangi jatah materi pel-ajaran. Bahkan, dengan efektivitas pemelajaran, maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diharapkan hasil pemel-ajaran dapat maksimal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Beberapa hal yang menunjukkan upaya ekonomisasi kegiatan pembel-ajaran ada banyak sekali. Setiap guru seharusnya mampu melaksanakannya dengan sebaik-baiknya agar proses pemelajarannya lebaih maksimal, sebagai-mana konsep ekonomis yang dimaksudkan. Langkah-langkah tersebut adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Mengurangi kebiasaan membuang waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Ekonomisasi pemelajaran, misalnya dengan mengurangi kebiasaan mening-galkan kelas pada saat proses pemelajaran. Hal ini seringkali dilakukan oleh guru, dengan berbagai keperluan. Tentunya dengan mengurangi kegiatan ini, maka pemelajaran menjai lebih maksimal. Ekonomisasi pemelajaran, misalnya dengan mengurangi kebiasaan meninggalkan kelas pada saat proses pemelajaran. Hal ini seringkali dilakukan oleh guru, dengan berbagai keperluan. Tentunya dengan mengurangi kegiatan ini, maka pemelajaran menjai lebih maksimal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Seharusnya guru benar-benar bersikap ekonomis terhadap waktu jatah pemelajarannya. Umumnya, jatah waktu kita adalah 2 (dua) jam pelajaran, yaitu 2 X 45 menit atau 90 ‘ (sembilan puluh menit). Jatah waktu ini jika kita perhitungkan dengan materi dan skenario yang sudah kita buat, tentunya pas. Tetapi kenyataannya seringkali kita mendengar ada guru yang mengata-kan materinya ketinggalan (&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; teman yang bilang; ketinggalan di rumah!). Sungguh ungkapan yang sangat lucu!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Jika kita telaah, maka ‘kehabisan’ waktu yang dimaksudkan oleh guru tidak lain adalah tidak diterapkannya prinsip ekonomis dalam proses pembelajar-annya. Mereka kurang mengefektifkan jatah waktu yang sudah mereka alokasikan untuk proses pemelajaran, justru dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Prinsip ekonomis yang kita maksudkan dalam hal ini memang terkait dengan pengurangan penggunaan waktu yang tidak efektif. Jika guru dapat melaku-kan hal ini, maka dipastikan proses pemelajaran yang dilakukan guru benar-benar mengarah pada penyampaian materi sesuai dengan jatahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Dengan mengurangi kebiasaan meninggalkan ruang kelas pada saat proses pemelajaran berlangsung, maka materi yang menjadi jatah siswa tersampai-kan secara utuh. Berarti kompetensi yang diharapkan pada siswa dapat ter-capai maksimal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Melaksanakan Skenario Pemelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Skenario pemelajaran adalah garis besar atau jalur yang harus dilakukan untuk proses pemelajaran. Dengan skenario ini, maka kegiatan pemelajaran dapat dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan jatah pemelajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Dengan skenario ini, maka tata urutan materi pemelajaran dapat dilakukan sehingga perubahan tingkat kemampuan siswa lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkontrol dan memu-dahkan siswa menerima setiap perubahan materi pelajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Pembelajaran adalah sebuah proses, maka dengan adanya skenario ini, maka setiap detail kegiatan yang dilakukan guru merupakan implementasi dari jatah pelajaran. Sebagai sebuah proses, maka tentunya harus ada draft yang pasti sehingga guru tidak melakukan penyimpangan saat memberikan materi pelajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Prinsip ekonomis dalam pemelajaran tidak lain adalah dengan melaksanakan skenario pemelajaran secara tepat. Dengan menerapkan isi skenario yang sudah disusun oleh guru, maka tidak ada penyimpangan materi pelajaran sehingga saat akhir semester semua pengetahuan dan keterampilan tersam-paikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Dengan mengikuti skenario yang sudah disusun, maka konsistensi guru terjaga dan kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya penerapan prinsip ekonomis dalam pemelajaran. Dalam hal ini, kita memberikan materi pelajaran untuk anak didik sesuai dengan scenario yang disusun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Sebagaimana umumnya sebuah scenario, maka eksistensinya merupakan tuntunan bagi proses kerja. Oleh karena itulah, maka seorang guru harus melaksanakan scenario sebaik-baiknya. Sekali lagi hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan atas materi yang harus diberikan pada anak didik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Guru membuat Modul Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Membuat modul? Duh mendengar kata membuat saja sudah sedemikian sulitnya, apalagi jika uah dibuat tersebut adalah sebuah modul atau buku paket pemelajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Bukan rahasia lagi, bahwa masih cukup banyak guru yang belum terbiasa untuk menulis, walau sekedar materi untuk pemelajarannya. Kita tidak mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga kesulitan tersebut selalu saja menyelimuti para guru kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Modul dapat kita katakana sebagai ringkasan materi pelajaran yang kita susun berdasarkan tata urutan yang sistematis. Dengan modul ini, maka guru dapat memberikan pelajaran tanpa harus memberikan beban ekonomi pada anak didik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Tentunya dalam hal ini, modul yang dibuat oleh guru jauh lebih murah dibandingkan buku yang ditawarkan oleh para penerbit. Dan, tingkat keterlaksanaan pemelajaran lebih baik sebab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;guru mengetahui tingkat ke-mampuan anak-anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Pembuatan modul pada dasarnya adalah jawaban guru atas penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada sekolah bersangkutan. Bukankah didalam kurikulum tersebut disampaikan secara implicit bahwa setiap sekolah mempunayi hak otonomi atas proses pemelajaran yang dilaksana-kannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;Pada sisi yang lainnya, modul yang dibuat oleh guru setidaknya telah memberikan nilai plus pada guru bersangkutan sebab dalam proses sertifikasi, modul merupakan bukti karya tulis yang diperhitungkan sebagai kompetensi intelektual. Disamping itu, tidak menutup mata, dengan menulis modul, maka guru mempunyai masukan dari penggandaan modul tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bertindak ekonomis didalam proses pembelajaran memang merupakan salah satu langklah konkrit untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggungjawab kita. Hal ini adalah untuk meningkatkan efektivitas proses agar didapatkan hasil maksimal. Memberi sedikit dapatkan banyak!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-3455641386967417703?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/3455641386967417703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=3455641386967417703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3455641386967417703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/3455641386967417703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/prinsip-ekonomis-dalam-pemelajaran.html' title='Prinsip Ekonomis dalam Pemelajaran'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-4487922028421105735</id><published>2008-07-16T04:07:00.001-07:00</published><updated>2008-07-16T04:07:45.713-07:00</updated><title type='text'>Akuntabilitas Publik dalam dunia pendidikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sekolah adalah institusi publik, sehingga selalu menjadi perhatian publik. Setiap kegiatan dan kebijakan yang diterapkan sekolah selalu menjadi perhatian publik atau masyarakat. Apalagi jika berkaitan dengan dana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selama ini, institusi sekolah dianggap sebagai institusi yang masih erat memegang idealisme sehingga penyimpangan-penyimpangan dianggap tidak akan terjadi. Sekolah adalah institusi yang masih memegang nilai-nilai positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, untukagar asumsi tersebut benar-benar dapat diwujudkan, maka si salam system pengelolaan dana perlu diterapkan system manajemen yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal ini tidak lain untuk mewujudkan tekad meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. Dengan system pengelolaan dana yang baik, maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekolah sudah menerapkan nilai-nilai positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika ternyata masih terdapat penyimpangan dalam penggunaan dana yang ada, baik dari masyarakat maupun dari pemerintah, maka secara langsung mendapatkan respon dari masyarakat. Oleh kondisi inilah, maka sekolah harus benar-benar terbuka dan menerapkan kejuruan sebagai landasan langkahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk dapat menerapkan konsep-konsep tersebut, maka perlu adanya kerjasama dari sekolah dengan masyarakat. Kerja sama ini sangat penting sebab sebagai pelaksana kegiatan, sekolah membutuhkan kontroling dari luar agar dapat mengatur kegiatan secara baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah sebagai manager harus mampu menciptakan sebuah network dengan masyarakat dan kondisi yang kondusif. Oleh karena itulah, maka kepala sekolah harus menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana. Pada sisi inilah kita dapat mengetahui tingkat kejujuran dan profesionalitas seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pendidikan Berbasis Masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pendidikan berbasis mamsyarakat yang dimaksudkan dalam hal ini adalah memberdayakan kemampuan yang ada di masyarakat secara maksimal untuk mewujudkan pendidikan nasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Peran masyarakat di dalam pendidikan adalah kontrol kegiatan sekolah, khususnya berkaitan dengan penggunan dana dan kegiatan sekolah lainnya. Hal ini terkait pada konsep dasar bahwa pendidikan itu sebenarnya dari dan untuk kemajuan masyarakat. Oleh karena itulah, maka peran masyarakat sangat diharapkan berupa kontribusi pemikiran, dukungan moral, dana dan kepeduli-annya terhadap proses pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bentuk bantuan yang diberikan oleh masyarakat ini sangat penting untuk pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu aspek yang perlu adalah bantuan kontroling masyarakat terhadap penggunaan dana oleh sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan berbasis masyarakat, maka secara langsung sekolah ber-tanggungjawab terhadap masyarakat sehingga dapat mencegah penyimpangan di dalam penerapanan anggaran sekolah. Peran serta masyarakat di dalam hal ini adalah dalam pengelolaan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Masyarakat secara aktif diikutsertakan dalam upaya pengembangan dan perkembangan sekolah, dunia pendidikan umumnya agar timbul kesadarad masyarakat terhadap iklim pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Di dalam konsep pendidikan berbasis masyarakat ini dibutuhkan upaya atau strategi agar tumbuh kesadaran pada seluruh elemen masyarakat terhadap kondisi sekolah atau dunia pendidikan pada umumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk hal tersebut, penyadaran dilakukan dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama. Dalam hal ini masyarakat harus berpartisipasi, sekolah harus mengkomunikasikan program, menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat, mempubikasikan program kepada masyarakat dan transparansi dalam segala hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Akuntabilitas publik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Akuntabilitas publik memang merupakan sebuah keharusan jika kita menerap-kan pendidikan berbasis masyarakat. Publik yang kita maksudkan dalam hal ini tidak lain adalah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Oleh karena itulah, maka sekolah haruslah mempertanggungjawabkan semua kegiatannya, terutama berkaitan dengan penggunaan dana sehingga transparansi bagi masyarakat. Hal ini merupakan hak masyarakat sebab berkaitan dengan peningkatan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yangdiberikan oleh sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk mewujudkan akuntabilitas publik ini adalah dengan melakukan suatu bentuk transparansi yang dapat diartikan sebagai suatu tindakan jujur, tidak bohong, polos, tidak curang, apa adanya, dan terbuka terhadap masyarakat. Hal ini dilakukan dengan mendayagunakan jalur komunikasi yang baik, baik informasi atau pengaduan yang disampaikan masyarakat kepada sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal ini untu mengurangi terjadinya penyimpangan dan pelanggaran hukum oleh sekolah. Misalnya penggunaan dana tidak seusai dengan alokasi-nya, apalagi sama sekali tidak dialokasikan, alokasi fiktif. Apalagi penggunaan dana untuk keperluan pribadi kepala sekolah atau pengelola sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan uraian tersebut, maka setidaknya tugas kepala sekolah atau pengelola dana kegiatan sekolah lebih ringan, mudah dan kecil resiko sebab didukung oleh seluruh elemen masyarakt serta menjadi tanggungjawab bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Disinilah pentingnya akuntabilitas dan transparasi pengelolaan dana pendidikan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan pendidikan pada umumnya. Agar konsep pendidikan tetap pada nilai-nilai positif.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-4487922028421105735?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/4487922028421105735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=4487922028421105735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4487922028421105735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/4487922028421105735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/akuntabilitas-publik-dalam-dunia.html' title='Akuntabilitas Publik dalam dunia pendidikan'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7574401506569435125.post-5648273070041478200</id><published>2008-07-06T00:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T00:32:10.022-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Warta Edukasi</title><content type='html'>Proses pendidikan dan pembelajaran di negeri ini seringkali dianggap terlalu ketinggalan informasa dan segalanya. Untuk itulah, maka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Warta Edukasi&lt;/span&gt; diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan penghubung bagi semuanya, khususnya berkait dengan dunia pendidikan&lt;br /&gt;Anda mempunyai informsi atau kesulitan dalam proses pendidikan dan pemelajaran, mari kita bahas bersama di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7574401506569435125-5648273070041478200?l=soewati16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soewati16.blogspot.com/feeds/5648273070041478200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7574401506569435125&amp;postID=5648273070041478200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5648273070041478200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7574401506569435125/posts/default/5648273070041478200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soewati16.blogspot.com/2008/07/pentingnya-warta-edukasi.html' title='Pentingnya Warta Edukasi'/><author><name>Warta Edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17818177003926858848</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_LdtEOWGMreU/SJRHzxlevJI/AAAAAAAAAAo/m-SWp6bGYQo/S220/manis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
