Sabtu, 02 Januari 2010

Belajar Jujur

Kejujuran adalah sisi mata uang yang berlaku dimana saja. Setiap orang yang jujur dipastikan dapat berkiprah dimanapun lini kehidupan ini. Mereka dapat menempatkan diri dengan sebaik-baiknya tanpa ada tekanan di dalam hati.
Kejujuran adalah brandingself bagi semua orang yang ingin berkiprah dalam kehidupan positif. bahkan, dalam dunia hitam-pun kejujuran masih dipertahankan. tetapi, dalam hal ini kita tidak membicarakan dunia hitam, sebab pendidikan berorientasi pada dunia putih.
Tetapi, yang terjadi dalam kehidupan kita sungguh sangat jauh dari harapan.Masih terlalu banyak orang yang belum dapat mempraktekkan kejujuran dalam setiap langkah kehidupannya. Bahkan, repotnya adalah mereka takut jujur sebab orang jujur telah menjadi barang yang sangat langka dalam kehidupan kita sekarang.
Kita harus belajar jujur, sebab kehilangan kejujuran berarti kehilang jati diri, kehilangan brandingself serta yang terpenting adalah eksistensi diri terbungkus oleh sesuatu yang menjijikan.
Sebagai guru, khususnya, kita harus belajar jujur melihat dan memberikan penilai kepada anak didik serta kegiatan kita sehari-hari.
Belajar jujur telah menjadi sesuatu yang sangat berat, tetapi melakukan kejujuran menajdi semakin berat. Hanya saja, ketika kejujuran berganti dengan ketidakjujuran ternyata banyak orang yang menyimpannya rapi-rapi di lubuk hati dan menguncinya rapat-rapat, selanjutnay kunci dibuang jauh-jauh...

Kamis, 10 Desember 2009

Belajar Berani

Diakui atau tidak, selama ini yang menjadi kendala utama seseorang sehingga tidak pernah mecapai kemajuan maksimal dalam kehidupanya adalah tidak adanya keberanian. Terlalau banyak orang yang ketakutan, bahka sebelum melakukan sesuatu mereka sudah ketakutan, tidak berani.
Dalam dunia pendidikan,keberanian menjadi satu aspek yang sangat menentukan keberhasilan melakukan proses. Bahwa pendidikan dilakukan dalam sebuah kegiatan yang kita kenal dengan nama belajar. Artinya, seseorang yang sedang belajar jangan pernah takut! Ketakutan tersebut justru menjadi penghambat terbesar dalam mencapai keberhasilan.
Ya, belajar membutuhkan keberanian dalam segala hal. Jangan hanya mau menerima kondisi yang sudah tersaji secara instan dalam hidup kita. Justru pada saat kita berani melakukan sebuah revolusi sikap dan tindakan untuk perbaikan kondisi pendidikan dan belajar merupakan satu sikap terbaik untuk keberhasilan belajar dan pendidikan.
Ya, jangan pernah takut saat kita sedang belajar. Jangan takut salah, jangan takut jatuh, jangan takut....., sebab kesalahan, jatuh dan sebagainya dalam proses belajar adalah sesuatu yang sangat wajar. Bukankah keberhasilan sebuah proses disebabkan oleh keberanian kita di dalam mengambil keputusan untuk melakukan proses tersebut?!
Oleh karena itulah,sejak sekarang kita harus berani, belajar berani untuuk bersikap, mengeluarkan pendapat, melakukan sesuatu yang baru, walau mungkin sangat kontroversi, yang penting hal tersebut menuju ke sebuah kebaikan.
Jangan takut pada pimpinan, jangan takut pada guru, jangan takut pada siapapun yang ada disekitar kita, melainkan bersikaplah segan sebab sikap segan menunjukkan penghargaan yang kita berikan sebagai penghormatan atas segala hal terbaik yang diberikan kepada kita.
Apakah kita siap untuk belajar berani...?

Senin, 12 Oktober 2009

Pendidikan Mandiri

Memperhatikan kondisi jaman yang serba global, dimana setiap orang dituntut untuk dapat bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri, maka sudah saatnya kita menerapkan konsep pendidikan mandiri. Dalam konteks ini,kita menekankan pada pembekalan kemandirian kepada anak didik sehingga pada saat mereka belajar ataupun nanti setelah mereka menyelesaikan masa belajarnya,mereka dapat menjalani hidup tanpa bergantung kepada orang lain.
Hal ini sangat penting mengingat kenyataan saat sekarang ini kemadirian merupakan hal yang langka dari anak didik. Anak didik sudah kehilangan kemandirian sehingga untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja mereka masih berharap bantuan orang lain. Mereka tidak dapat memberikan pelayanan pribadi untuk dirinya, apalagi jika dituntut untuk melayani orang lain. Mereka pasti tidak pernah dapat melakukan hal tersebut.
Oleh karena itulah, maka kita perlu berpikir untuk memberikan proses pembelajaran untuk pendidikan mandiri pada anak didik.....

Tahun Ajaran baru.... TUgas baru....

Tahun ajaran baru identik dengan tugas baru... itu sesuatu yang sudah pasti... maka kita harus selalu siap menghadapi dan menjalaninya...

Rabu, 26 Agustus 2009

SElamat Datang BUlan Ramadhan, BUlan Penuh Berkah TUhan

SElamat datang Bulan PeNuh berKah Tuhan... semoga pada bulan penuh berkah kebaikan ini kita semua mendapaatkan hikmah, berkah dan segala tuntunan hidup positif agar kita dapat melanjutkan hidup sebaik-baiknya
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal kebaikan kita mendapatkan balasan terbaik dari TUhan....

Selasa, 18 Agustus 2009

Pentingnya Penyemangat Untuk Anak Didik

Bahwa anak didik adalah sosok-sosok dengan kemampuan yang sedemikian rupa sehingga tidak begitu saja diharuskan mengikuti apa yang dikatakan oleh guru. Anak didik bukan lagi lembaran kertas putih tanpa isi sama sekali, justru anak didik adalah sebuah buku yang sudah cukup banyak tulisannya dan selanjutnya tulisan tersebut perlu ditambah seiring dengan tingkat kemampuan anak.
Oleh karena itulah, eksistensi guru sebagai pembimbing, fasilitator pendidikan sangat perlu dipahami oleh semua pihak, termasuk guru dan anak didik. Guru dan anak didik adalah satu eksatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga jika memang menginginkan satu perubahan sebagaimana yang diharapkan, maka kedua aspek tersebut harus benar-benar bekerjasama sehingga sinergisitasnya terjag.
Dalam kaitan ini, guru setidaknya mempunyai waktu belajar yang lebih lama sehingga pengalaman lebih banyak dibandingkan anak didik sehingga secara langsung guru dapat mengetahui apa yangs ebenarnya sedang dibutuhkan oleh anak didiknya. Dan, setelah kita analisas secara cermat, maka satu hal yang sangat dibutuhkan oleh anak didik adalah Penyemangat!
maka dari itu, sebagai seorang guru kita harus dapat memposisikan diri kita sebagai Penyemangat bagi anak didik kita! Beri mereka semangat sebesar-besarnya! Bawa mereka pada suatu kondisi positif dengan arahan yang tepat dan jelas!
Ya... Guru harus dapat menjadi penyemangat bagi anak didiknya!

Selasa, 04 Agustus 2009

Ribetnya mengatur Jadwal Pengajaran

Tahun ini memang benar-benar menjadi tahun ribet saat harus memulia tahun pelajaran 2009/ 2010, hal ini karena proses penyusunan jadwal sangatlah dibet. Padahal, di sekolah negeri yang seharusnya orang-orangnya adalah orang-orang stand by, siap diletakkan dimana saja. Tetapi ternyata sangat ribet....
Bahkan... kalah dengan sekolah swasta yang notabene gurunya adalah guru terbang... sekolah swasta sudah selesai menyusun jadwal... eh sekolah negeri masih belum... malah sekolah swasta harus bolak balik mengubah jadwal sebab rekanb-rekan guru negeri yang jadwalnya terus berubah-ubah... duh ribetnya mengawali tahun pelajaran baru...

Jumat, 03 Juli 2009

Pekerjaan Sepanjang HAri

HAri ini adalah hari ketiga sejak proses penerimaan siswa didik baru di sekolahanku. Dan kebetulan aku dijadikan sebagai salah satu koordinator tim panitia PSB ini,yaitu pada penentuh tes dan wawancara.
Sejak pagi, aku sebagai koordinator tim harus selalu mengkondisikan kinerjanya sehingga tidak kalang kabut, apalagi jumlah anak yang mendaftar sangat berlimpah. jauh lebih banyak dari perkiraan anak yang bakal diterima.
Bagaimana-pun kami tidak ingin kecoongan saat menentukan keberhasilan anak dalam memsyki ceah menjadi murid di sekolahan ini. INI merupakan kewajiban mental yang tidak dapat diabaikan, menjaga kualitas sekolah sebagai wahana pendidkan positif sehingga perlu anak-anak penyortiran agar kualitas anak-anak terjamin.
Hari ini sejak pagi aku melaksanakan tugas tanpa kesal ataupun keluh kesah terlontar keluar, walau sebenarnya keluh tu tetap ada, apalagi ketika anak buah sama sekalai tidak dapat diajak kompromi... wah..
Hari ini aku bekerja seharian... sata pulang.. diri sudah sedemikian loyonya..

Kamis, 02 Juli 2009

ARtikelku di Media Pendidikan Jatim

Sekali lagi.. dari sekian banyak artikel yang kutulis, bulan ini masuk dalam edisi Media Pendidikan Jatim. Sungguh ini merupakan satu kebanggan bagiku. sudah seringkali artikelku mengisi halaman-halaman Media kebanggan dunia pendidikan di jatim itu. Tulisan-tulisan dalam artikel adalah angan-angan sdan keinginan utnuk perwujudan dalam dunia pendidikan yang kugeluti, ntuk peningkatan kulitas.

PSB yang Rumit

Penerimaan Siswa Baru menjadi satu moment penting bagi sekolah untuk mengevaluasi eksistensi dirinya dalam masyarakat. Dengan melihat atensi amsyarakat terhadap sekolah, maka setidaknya kita dapat mengetahui secara pasti tingkat kepercayaan dan perhatian amsyarakat terhadap sekolah. Dan, tingkat perhatian masyarakat terhadap sekolah adalah identik dengan tingkat keberhasilan sekolah di dalam mengelola proses pendidikan dan pembelajarannya.
sekolah-sekolah dengan tingkat pendaftaran siswa baru yang maksimal, berarti mendapatkan kepercayaan masyarakat yang sedemikian rupa sehingga masyarakat merasa perlu dan harus mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Sekolah yang mempunyai tingkat atensi masyarakat tinggi tanpa harus promosi sudah didatangi oleh anak-anak dan orangtuanya, masyarakat. Tidak perlu mengumbar ulasan atas kondisi diri sebab masyarakat sudah memahami dan mengerti kondisi sekolah tersebut.
Dan, selamanya, proses penerimaan siswa baru merupakan satu kegiatan yang rumit. Kerumitan tersebut terutama pada prosesnya. Anak didik harus mendaftar dengan menyerahkan beberapa syarat, terutama ijasah sekolah sebelumnya dan kelengkapan lainnya, termasuk dana pendaftaran. selanjutnya harus mengikuti ujian tulis dan wawancara. Setelah itu harus berjuang memperoleh kesempatan ikut atau lulus dalam ujian tersebut.
Bagi guru PSB merupakan tugas tambahan yang sangat merumitkan... Pada saat teman-teman lain libur, panitia PSB harus berkutet mempersiapkan segala hal terkait dengan PSB. Sejak musim liburan, Panitia sudah bekerja mempersiapkan segala hal... duh rumitnya... apalagi jika tidak ada kesinkronan rasa tanggungjawab dinatara anggota panitia.. wah lelet banget..!

Sabtu, 27 Juni 2009

Apa ini Lelucon????

Pengumuman anak kelas 3 yang mengikuti ujian nasional tahun 2008 / 2009 sudah lama diumumkan, sekitar tanggal 15 Juni 2009. Dan, hasilnya beberapa anak terpaksa gagal, dinyatakan tidak lulus. Mereka merasakan terpukul, apalagi bagi mereka yang benar-benar berkompeten dalam bidang keahlian. ternyata yang menjadi penyebab adalah pelajaran atau Ujian Teori bidang keahlian. Beberapa anak dari bidang keahlian teknik mesin, khususnya program keahlian teknik pemesinan dan teknik mekanik otomotif harus berbesar hati sebab kegagalan oleh satu mata ujian tersebut.
Akhirnya, semua sekolah memutuskan untuk mengikutkan anak-anaknya pada ujian Paket C. Walau mereka menyadari bahwa anak-anak tidak lulus ujian teori kejuruan, tetapi bagaimana lagi... mereka hartus mengikuti ujian tersebut. Maka, anak-anakpun berjuang lagi mengikuti ujian paket C.
Selama 4 hari, anak-anak harus mengikuti ujian persamaan Paket C, anak-anak SMK dikelompokkan pada sekolah umum jurusan IPA, sehingga sungguh sangat lucu sebab anak-anak SMK yang biasanya berhadapan dengan mesin ternyata harus mengerjakan pelajaran biologi. Anak-anak yang biasanya berkutet dengan mesin-mesin ternyata harus mengerjakan materi tentang ilmu hayat...
Dasn, saat ujian Paket C berakhir, pada hari ke empat, ternyata ada kabar bahwa anak-anak yang program keahlian teknik mekanik otomotif dnyatakan lulus semua!!?
Duh dalam hal begini siapa yang bijak?
Apakah ini lelucon dalam dunia pendidikan kita?
Anak yang sudha dinyatakan tidak lulus eh ternyata dapat berubah menjadi lulus? kenapa hanya anak-anak program keahlian Teknik mekanik Otomotif saja???

Selasa, 09 Juni 2009

Urgensi Ujian Ulang

Setiap orang yang mengalami kegagalan selau berkeinginan untuk mengulang sehingga kegagalan tersebut dapat ditebus dan selanjutnya menghasilkan keberhasilan.
Tetapi, di dalam memperbaiki kegagalan tersebut, maaka seseorang harus melakukan hal-hal yang sama sebagaimana saat menjalankan kegiatan. Bahkan kegiatan tersebut harus dijalankan sejak kegiatan awal.
Ketika seseorang mengalami kegagalan dalam suatu kegiatan, maka dia harus engulangi sejak kegiatan awal. Dahulu, ketika kita tidak lulus, gagal dalam mengikuti ujian akhir sekolah, maka kita harus mengikuti kegiatan belajar mulai pada semestar pertama di kelas akhir tersebut.
Tapi, untuk tahun ini ada sebuah fenomena yang sedemikian besarnya, yaitu anak tidak lulus, eh dapat begitu saja mengikuti ujian ulang...
Dan, yang memutuskan itu ternyata badan yang mengurusi standar nasional pendidikan.
Apakah ini bukan diskriminasi pelayanan pendidikan?

Minggu, 03 Mei 2009

Perlu Peningkatan Kualitas Guru

Kualitas guru seringkali menjadi pertanyaan yang tiada habisnya, bahkan jawaban yan sudah diberikan ternyata belum mampu memberikan solusi terbaik. Bahwa kualitas guru pada dasarnya merupakan modal dasar untuk menghasilkan proses pendidikan dan pembelajaran yang benar-benar mampu menjawab tantangan hidup.
Guru adalah agen pendidikan dan pembelajaran yang selanjutnya adalah sosok yang berperan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri ini. Jika ternyata kualitas guru masih biasa-biasa saja,sebagaimana biasanya atau tidak ada usaha untuk meningkatkan lebih lanjut, maka selamanya kualitas hasil proses pembelajaran yan tetap seperti ini.
Apalagi jika kita melihat kenyataan bahwa program sertifikasi yang sebenarnya merupakan program bagus untuk meningkatkan proses pendidkan dan pembelajaran tenryata sama sekali belm memberikan kontribusi yang tepat. Mereka yang telah dinyatakan 'lulus' baik melalui portofolio maupun diklat, dan sudah mendapatkan kompensasi atas sertifikat gurunya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi pada peningkatan kualiats pendidikan.
Lebih parah lagi, banyak yang setelah mendapatkan kompensasi setifikasi ternyata mengatakan bahwa mereka sudha tidak 'ngoyo' lagi, to mereka sudah lulus sertifikasi tanpa memberikan gambaran hal-hal yang bakal dilakukannya untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Sebenarnya, tujuan mereka bukan untuk peningkatan kualitas dunia pendidikan melainkan sekedar mendapatkan kompensasid ari proses sertifikasdi yang diikutinya, sebab selama proses penyiapan dokumen sertifikasi, yaitu portofolio, mereka telah mengeluarkan banyak dana sebab semua dokumen tersebut merupakan hasil 'jahitan 'orang lain yang tentunya membutuhkan dana.......
Duh, dunia pendidikan... begitulah nasibmu!

Sabtu, 18 April 2009

Artikelku di Jawa Post

Menjadi satu hal yang snagat membahagiakan bahwa kreativitas diri diakui oleh khalayak sebagai satu kelebihan kompetensi yang berguna. dengan kemampuan lebih inilah, maka selamanya kita dapat memberikan hal-hal yang kita bisa untuk orang lain.
Bahwa kita hidup karena orang lain dan untuk orang lain.maka jika kita mempunyai kemampuan lebih, maka akan sangat berarti jika kemampuan tersebut juga disebarkan untuk orang lain.
Memang tidak banyak yang kita dapatkan dari hasil tulis menulis ini, tetapi setidaknya kita hidup bukan sekedar untuk finansial semata. Banyak hal yang kita dapatkan dari banyak hal. Jangan hanya dinilai dari finansial semata. Apa gunanya banyak finansial jika pola kehidupan tidak tertata dengan baik, apalagi jika nilai diri di mata banyak orang sedemikian merosotnya!
Dalam kehidupan ini banyak orang yang bergelimpang finansial tetapi sama sekali tidak mempunyia kemampuan untuk hidup yang positif, bahkan seringkali gara-gara menguber finansial, maka segala cara ditempuhnya..... walahualam

Rabu, 31 Desember 2008

Hari ini di tahun baru ada pelajaran bagus

Pagi hari ini aku mencoba untuk mengubah penampilan sekitar rumahku. Hari ini adalah hari pertama untuk Tahun 2009. Oya, mungkin aku perlu mengucapkan selamat tahun baru untk semua yang mampir ke rumahku ini. Rasanya tahun baru memang harus diselamati, selamat tinggal dan selamat datang.
Pagi hari tadi aku benah-benar sekitar rumah. goto do depan rumah kubersihkan dari berberapa kotoran yang terjungkal disitu. pepohonan kecil rimbun yang tumbuh tidka teratur kupotong dan sebagian kutebang karena tidak sedap dipandang mata. hingga pada akhirnya lingkunganku terlihat bersih dan indah.
tapio, ketika jam 09.30 WIB, aku dan emak sangat kaget saat mendapatkan satu kondisi yang begitu rupa. Kedua ponakanku bertengkar! masalahnya sih karena saat makan ada salah satu dari mereka yang batuk, tepat di hadapan yang satunya. Mereka saling marah.
Aku sangat kerepotan saat harus melerai mereka. tapi kemudian aku berhasil.
rasanya menjadi seorang ibu, orangtua bagi kedua ponakan ini memang sangat berat, tetapi aku yakin TUhan tengah memberikan satu pelajaran bagiku dalam ekhidupan yang sangat penting. Semoga saja segalanya menjadi baik lagi!

Kamis, 04 Desember 2008

Mengatur Nafas dalam Langkah Panjang Menulis

Menulis merupakan aktivitas yang membutuhkan kondisi khusus pada diri kita. khusus di dalam hal ini menunjukkan pada kita bahwa pada saat kita melakukan kegiatan kepenulisan, maka pada saat itu, kondisi dir kita harus diatr sedemikian rupa sehingga segala hal yang hendak ditulis dapat dengan mudah mengalir tanpa hambatan dari pikiran kita.
Tetapi, kita juga perlu menyadari bahwa menulis itu dapat kita lakukan jika kondisi hati kita tenang ataupun saat tertekan. JIka kita ingin menggitai kegiatan menulis, maka semua itu harus diabaikan!
Menulis sajalah, masak kita kalah dengan kondisi, walau hanya menulis satu kata bahkan
satu huruf setiap saatnya!
Oke, kita mulai menulis saja!
Sekarang ini saja aku sedang menunggu kabar dari penerbit untuk satu knsep tulisan yang kuselesikan dalam sebulan! Kata siapa menulis ityu sulit?!

Minggu, 16 November 2008

Bukuku Telah Terbit


Ini merupakan satu bukti bahwa selama ada kemauan dan usaha, maka segala hal dapat dicapai. Demikian juga halnya dengan upaya menerbitkan buku. Setelah berlalu lalang dalam tulis menulis singkat, artikel, rasanya ada tuntutan untuk terus mengembangkan diri dengan menulis dalam nafas panjang. Dan lahirlah buku ini.
Buku ini pada dasarnya menguraikan kenyataan bahwa sekolah sebenar-benarnya bukan untuk mencari pekerjaan. Terutama di sekolah Kejuruan, Yang kita lakukan d sekolah kejuruan adalah untuk mempersiapkan diri untuk dapat bekerja, bukan mencari kerja.
Semoga buku ini mampu memberikan pencerahan ada semua pihak sehingga dapat menjadi satu wacana bersama atas kualitas pendidikan di negeri ini, khususnya pendidikan kejuruan.

Sabtu, 08 November 2008

Perlu Kedewasaan Hati

Pada Jaman sekarang ini, kita seringkali melihat dan mendapati orang-orang yang dewasa tetapi pada kenyataannya masih seperti anak kecil. Secara fisik mereka memang sudah menunjukkan ciri-ciri orang yang dewasa, tetapi ketika mereka menghadapi suatu kondisi, yang muncul ke permukaan adalah sikap dan sifat anak-anak.
Ada banyak sikap yang muncul saat mereka menghadapi kondisi di luar diri yang tidak berkenan di hati mereka, tidak sesuai dengan kemauan diri mereka, bahkan mungkin merasa terkalahkan oleh seseorang sehingga yang muncul di permukaan sikap dan pola kehidupan adalah hal-hal negatif yang sebenarnya hanya milik anak kecil!
Padahal sebagai orang-orang dewasa, apalagi jika ternyata mempunyai latar belakang pendidikan, kualifikasi diri yang tinggi, para sarjana, ternyata pola pemikiran tidak berbeda dengan anak kecil! Wah, kapan negeri ini dapat berkembang dan terlepas dari sikap dansifat kekanak-kanakan jika ternyata para sarjananya tidak dapat bersikap dewasa saat menghadapi sesuatu masalah, atau sesuatu yang mereka anggap sebagai masalah, walau sebenarnya bukan masalah!

Jumat, 12 September 2008

Koruptor tirulah murid ku yang satu ini

Jam belajar pagi itu habis dan aku beranjak meninggalkan kelas setelah seluruh siswa pada pulang. Ternyata diam-diam aku ditunggu oleh dua orang siswa yang ingin curhat kepadaku yang berposisi sebagai guru BK.Satu siswaku tersebut panggil saja Budiman, dia menanyakan bu,apakah saya ini pantas menerima BKSM (bantuan khusus siswa miskin) ? Lho...ada apa? dan masalahnya apa?aku balik bertanya, dia cerita jika saat masih kelas dua,orang tuanya yang berprofesi sebagai pengrajin sepatu jatuh bangkrut dan sampai tidak bisa membayar uang sekolah berbulan-bulan,hutang orang tuanya banyak dan kesulitan demi kesulitan datang.Setelah orang tuanta menemukan jalan kini usaha orang tuanya mulai lancar dan mampu membeli rumah lagi meskipun keadaannya tidak seperti dulu yang telah terjual.Meskipun sekolah masih naik sepedah ontel dan hampir teman-temannya rata kesekolah naik sepedah motor dan kehidupan harian juga sederhana, si Budiman ini ragu dan takut saat mengetahui dirinya mendapat dana bantuan siswa miskin dari pemerintah,padahal ini enak menurut banyak orang.Setelah aku dengarkan ceritannya,balik ku tanya, menurut Mas Budiman sendiri kira-kira pantas tidak terima BKSM ini? dengan jujur dia bilang...Bu meskipun kehidupan saya tidak berlebihan, saya tidak pantas terima BKSM itu,ada teman-teman yang lebih berhak atas uang itu.duhhh...mulia banget,sampai terharu rasanya mendengar curhatnya.
Coba seandainnya para DPR terhormat,pejabat yang suka korupsi memiliki hati mulia seperti satu muridku ini,tentu Indonesia makmur dan rakyatnya sejahtera.
Ternyata belajar memiliki hati nurani tidak perlu muluk-muluk dan pergi jauh,apalagi ke dukun,dari seorang anak seperti Budiman dapat memberi contoh nyata.

Happy Day........

Rasanya hari ini rasa syukur ke Alloh SWT atas rahmat dan hidayahNya...yang seakan tiada putus,bahagia,senang.Hari ini sabtu 13 september 2008 terwujud satu impian yang lama hanya menjadi mimpi yang harus diperjuangkan dan menjadi kenyataan.Happy day.....itulah, satu naskah buku telah mendapat tawaran untuk diterbitkan oleh penerbit Grafindo Jakarta yang sekaligus penawaran harga yang ternyata.....Alhamdulillah lumayan,, tapi ini bukanlah final,ini awal yang bagus dan berkah Ramadhan dan semoga naskah-naskah selanjutnya menyusul untuk di terbitkan. Amiiiin,
Yach...semoga setelah hari ini aku tetap dan terus bermimpi yang positif untuk melahirkan karya yang lainnya, sekaligus melahirkan anak-anak ku kelak dengan bahagia menjadi mimpi yang terus dan harus diperjuangkan.Ok, semoga aku mampu bangkit dan terus dapat berkarya,