Setiap orang yang mengalami kegagalan selau berkeinginan untuk mengulang sehingga kegagalan tersebut dapat ditebus dan selanjutnya menghasilkan keberhasilan.
Tetapi, di dalam memperbaiki kegagalan tersebut, maaka seseorang harus melakukan hal-hal yang sama sebagaimana saat menjalankan kegiatan. Bahkan kegiatan tersebut harus dijalankan sejak kegiatan awal.
Ketika seseorang mengalami kegagalan dalam suatu kegiatan, maka dia harus engulangi sejak kegiatan awal. Dahulu, ketika kita tidak lulus, gagal dalam mengikuti ujian akhir sekolah, maka kita harus mengikuti kegiatan belajar mulai pada semestar pertama di kelas akhir tersebut.
Tapi, untuk tahun ini ada sebuah fenomena yang sedemikian besarnya, yaitu anak tidak lulus, eh dapat begitu saja mengikuti ujian ulang...
Dan, yang memutuskan itu ternyata badan yang mengurusi standar nasional pendidikan.
Apakah ini bukan diskriminasi pelayanan pendidikan?
Selasa, 09 Juni 2009
Minggu, 03 Mei 2009
Perlu Peningkatan Kualitas Guru
Kualitas guru seringkali menjadi pertanyaan yang tiada habisnya, bahkan jawaban yan sudah diberikan ternyata belum mampu memberikan solusi terbaik. Bahwa kualitas guru pada dasarnya merupakan modal dasar untuk menghasilkan proses pendidikan dan pembelajaran yang benar-benar mampu menjawab tantangan hidup.
Guru adalah agen pendidikan dan pembelajaran yang selanjutnya adalah sosok yang berperan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri ini. Jika ternyata kualitas guru masih biasa-biasa saja,sebagaimana biasanya atau tidak ada usaha untuk meningkatkan lebih lanjut, maka selamanya kualitas hasil proses pembelajaran yan tetap seperti ini.
Apalagi jika kita melihat kenyataan bahwa program sertifikasi yang sebenarnya merupakan program bagus untuk meningkatkan proses pendidkan dan pembelajaran tenryata sama sekali belm memberikan kontribusi yang tepat. Mereka yang telah dinyatakan 'lulus' baik melalui portofolio maupun diklat, dan sudah mendapatkan kompensasi atas sertifikat gurunya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi pada peningkatan kualiats pendidikan.
Lebih parah lagi, banyak yang setelah mendapatkan kompensasi setifikasi ternyata mengatakan bahwa mereka sudha tidak 'ngoyo' lagi, to mereka sudah lulus sertifikasi tanpa memberikan gambaran hal-hal yang bakal dilakukannya untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Sebenarnya, tujuan mereka bukan untuk peningkatan kualitas dunia pendidikan melainkan sekedar mendapatkan kompensasid ari proses sertifikasdi yang diikutinya, sebab selama proses penyiapan dokumen sertifikasi, yaitu portofolio, mereka telah mengeluarkan banyak dana sebab semua dokumen tersebut merupakan hasil 'jahitan 'orang lain yang tentunya membutuhkan dana.......
Duh, dunia pendidikan... begitulah nasibmu!
Guru adalah agen pendidikan dan pembelajaran yang selanjutnya adalah sosok yang berperan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri ini. Jika ternyata kualitas guru masih biasa-biasa saja,sebagaimana biasanya atau tidak ada usaha untuk meningkatkan lebih lanjut, maka selamanya kualitas hasil proses pembelajaran yan tetap seperti ini.
Apalagi jika kita melihat kenyataan bahwa program sertifikasi yang sebenarnya merupakan program bagus untuk meningkatkan proses pendidkan dan pembelajaran tenryata sama sekali belm memberikan kontribusi yang tepat. Mereka yang telah dinyatakan 'lulus' baik melalui portofolio maupun diklat, dan sudah mendapatkan kompensasi atas sertifikat gurunya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi pada peningkatan kualiats pendidikan.
Lebih parah lagi, banyak yang setelah mendapatkan kompensasi setifikasi ternyata mengatakan bahwa mereka sudha tidak 'ngoyo' lagi, to mereka sudah lulus sertifikasi tanpa memberikan gambaran hal-hal yang bakal dilakukannya untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Sebenarnya, tujuan mereka bukan untuk peningkatan kualitas dunia pendidikan melainkan sekedar mendapatkan kompensasid ari proses sertifikasdi yang diikutinya, sebab selama proses penyiapan dokumen sertifikasi, yaitu portofolio, mereka telah mengeluarkan banyak dana sebab semua dokumen tersebut merupakan hasil 'jahitan 'orang lain yang tentunya membutuhkan dana.......
Duh, dunia pendidikan... begitulah nasibmu!
Sabtu, 18 April 2009
Artikelku di Jawa Post
Menjadi satu hal yang snagat membahagiakan bahwa kreativitas diri diakui oleh khalayak sebagai satu kelebihan kompetensi yang berguna. dengan kemampuan lebih inilah, maka selamanya kita dapat memberikan hal-hal yang kita bisa untuk orang lain.
Bahwa kita hidup karena orang lain dan untuk orang lain.maka jika kita mempunyai kemampuan lebih, maka akan sangat berarti jika kemampuan tersebut juga disebarkan untuk orang lain.
Memang tidak banyak yang kita dapatkan dari hasil tulis menulis ini, tetapi setidaknya kita hidup bukan sekedar untuk finansial semata. Banyak hal yang kita dapatkan dari banyak hal. Jangan hanya dinilai dari finansial semata. Apa gunanya banyak finansial jika pola kehidupan tidak tertata dengan baik, apalagi jika nilai diri di mata banyak orang sedemikian merosotnya!
Dalam kehidupan ini banyak orang yang bergelimpang finansial tetapi sama sekali tidak mempunyia kemampuan untuk hidup yang positif, bahkan seringkali gara-gara menguber finansial, maka segala cara ditempuhnya..... walahualam
Bahwa kita hidup karena orang lain dan untuk orang lain.maka jika kita mempunyai kemampuan lebih, maka akan sangat berarti jika kemampuan tersebut juga disebarkan untuk orang lain.
Memang tidak banyak yang kita dapatkan dari hasil tulis menulis ini, tetapi setidaknya kita hidup bukan sekedar untuk finansial semata. Banyak hal yang kita dapatkan dari banyak hal. Jangan hanya dinilai dari finansial semata. Apa gunanya banyak finansial jika pola kehidupan tidak tertata dengan baik, apalagi jika nilai diri di mata banyak orang sedemikian merosotnya!
Dalam kehidupan ini banyak orang yang bergelimpang finansial tetapi sama sekali tidak mempunyia kemampuan untuk hidup yang positif, bahkan seringkali gara-gara menguber finansial, maka segala cara ditempuhnya..... walahualam
Rabu, 31 Desember 2008
Hari ini di tahun baru ada pelajaran bagus
Pagi hari ini aku mencoba untuk mengubah penampilan sekitar rumahku. Hari ini adalah hari pertama untuk Tahun 2009. Oya, mungkin aku perlu mengucapkan selamat tahun baru untk semua yang mampir ke rumahku ini. Rasanya tahun baru memang harus diselamati, selamat tinggal dan selamat datang.
Pagi hari tadi aku benah-benar sekitar rumah. goto do depan rumah kubersihkan dari berberapa kotoran yang terjungkal disitu. pepohonan kecil rimbun yang tumbuh tidka teratur kupotong dan sebagian kutebang karena tidak sedap dipandang mata. hingga pada akhirnya lingkunganku terlihat bersih dan indah.
tapio, ketika jam 09.30 WIB, aku dan emak sangat kaget saat mendapatkan satu kondisi yang begitu rupa. Kedua ponakanku bertengkar! masalahnya sih karena saat makan ada salah satu dari mereka yang batuk, tepat di hadapan yang satunya. Mereka saling marah.
Aku sangat kerepotan saat harus melerai mereka. tapi kemudian aku berhasil.
rasanya menjadi seorang ibu, orangtua bagi kedua ponakan ini memang sangat berat, tetapi aku yakin TUhan tengah memberikan satu pelajaran bagiku dalam ekhidupan yang sangat penting. Semoga saja segalanya menjadi baik lagi!
Pagi hari tadi aku benah-benar sekitar rumah. goto do depan rumah kubersihkan dari berberapa kotoran yang terjungkal disitu. pepohonan kecil rimbun yang tumbuh tidka teratur kupotong dan sebagian kutebang karena tidak sedap dipandang mata. hingga pada akhirnya lingkunganku terlihat bersih dan indah.
tapio, ketika jam 09.30 WIB, aku dan emak sangat kaget saat mendapatkan satu kondisi yang begitu rupa. Kedua ponakanku bertengkar! masalahnya sih karena saat makan ada salah satu dari mereka yang batuk, tepat di hadapan yang satunya. Mereka saling marah.
Aku sangat kerepotan saat harus melerai mereka. tapi kemudian aku berhasil.
rasanya menjadi seorang ibu, orangtua bagi kedua ponakan ini memang sangat berat, tetapi aku yakin TUhan tengah memberikan satu pelajaran bagiku dalam ekhidupan yang sangat penting. Semoga saja segalanya menjadi baik lagi!
Kamis, 04 Desember 2008
Mengatur Nafas dalam Langkah Panjang Menulis
Menulis merupakan aktivitas yang membutuhkan kondisi khusus pada diri kita. khusus di dalam hal ini menunjukkan pada kita bahwa pada saat kita melakukan kegiatan kepenulisan, maka pada saat itu, kondisi dir kita harus diatr sedemikian rupa sehingga segala hal yang hendak ditulis dapat dengan mudah mengalir tanpa hambatan dari pikiran kita.
Tetapi, kita juga perlu menyadari bahwa menulis itu dapat kita lakukan jika kondisi hati kita tenang ataupun saat tertekan. JIka kita ingin menggitai kegiatan menulis, maka semua itu harus diabaikan!
Menulis sajalah, masak kita kalah dengan kondisi, walau hanya menulis satu kata bahkan
satu huruf setiap saatnya!
Oke, kita mulai menulis saja!
Sekarang ini saja aku sedang menunggu kabar dari penerbit untuk satu knsep tulisan yang kuselesikan dalam sebulan! Kata siapa menulis ityu sulit?!
Tetapi, kita juga perlu menyadari bahwa menulis itu dapat kita lakukan jika kondisi hati kita tenang ataupun saat tertekan. JIka kita ingin menggitai kegiatan menulis, maka semua itu harus diabaikan!
Menulis sajalah, masak kita kalah dengan kondisi, walau hanya menulis satu kata bahkan
satu huruf setiap saatnya!
Oke, kita mulai menulis saja!
Sekarang ini saja aku sedang menunggu kabar dari penerbit untuk satu knsep tulisan yang kuselesikan dalam sebulan! Kata siapa menulis ityu sulit?!
Minggu, 16 November 2008
Bukuku Telah Terbit

Ini merupakan satu bukti bahwa selama ada kemauan dan usaha, maka segala hal dapat dicapai. Demikian juga halnya dengan upaya menerbitkan buku. Setelah berlalu lalang dalam tulis menulis singkat, artikel, rasanya ada tuntutan untuk terus mengembangkan diri dengan menulis dalam nafas panjang. Dan lahirlah buku ini.
Buku ini pada dasarnya menguraikan kenyataan bahwa sekolah sebenar-benarnya bukan untuk mencari pekerjaan. Terutama di sekolah Kejuruan, Yang kita lakukan d sekolah kejuruan adalah untuk mempersiapkan diri untuk dapat bekerja, bukan mencari kerja.
Semoga buku ini mampu memberikan pencerahan ada semua pihak sehingga dapat menjadi satu wacana bersama atas kualitas pendidikan di negeri ini, khususnya pendidikan kejuruan.
Sabtu, 08 November 2008
Perlu Kedewasaan Hati
Pada Jaman sekarang ini, kita seringkali melihat dan mendapati orang-orang yang dewasa tetapi pada kenyataannya masih seperti anak kecil. Secara fisik mereka memang sudah menunjukkan ciri-ciri orang yang dewasa, tetapi ketika mereka menghadapi suatu kondisi, yang muncul ke permukaan adalah sikap dan sifat anak-anak.
Ada banyak sikap yang muncul saat mereka menghadapi kondisi di luar diri yang tidak berkenan di hati mereka, tidak sesuai dengan kemauan diri mereka, bahkan mungkin merasa terkalahkan oleh seseorang sehingga yang muncul di permukaan sikap dan pola kehidupan adalah hal-hal negatif yang sebenarnya hanya milik anak kecil!
Padahal sebagai orang-orang dewasa, apalagi jika ternyata mempunyai latar belakang pendidikan, kualifikasi diri yang tinggi, para sarjana, ternyata pola pemikiran tidak berbeda dengan anak kecil! Wah, kapan negeri ini dapat berkembang dan terlepas dari sikap dansifat kekanak-kanakan jika ternyata para sarjananya tidak dapat bersikap dewasa saat menghadapi sesuatu masalah, atau sesuatu yang mereka anggap sebagai masalah, walau sebenarnya bukan masalah!
Ada banyak sikap yang muncul saat mereka menghadapi kondisi di luar diri yang tidak berkenan di hati mereka, tidak sesuai dengan kemauan diri mereka, bahkan mungkin merasa terkalahkan oleh seseorang sehingga yang muncul di permukaan sikap dan pola kehidupan adalah hal-hal negatif yang sebenarnya hanya milik anak kecil!
Padahal sebagai orang-orang dewasa, apalagi jika ternyata mempunyai latar belakang pendidikan, kualifikasi diri yang tinggi, para sarjana, ternyata pola pemikiran tidak berbeda dengan anak kecil! Wah, kapan negeri ini dapat berkembang dan terlepas dari sikap dansifat kekanak-kanakan jika ternyata para sarjananya tidak dapat bersikap dewasa saat menghadapi sesuatu masalah, atau sesuatu yang mereka anggap sebagai masalah, walau sebenarnya bukan masalah!
Langganan:
Postingan (Atom)
