Selasa, 04 Agustus 2009

Ribetnya mengatur Jadwal Pengajaran

Tahun ini memang benar-benar menjadi tahun ribet saat harus memulia tahun pelajaran 2009/ 2010, hal ini karena proses penyusunan jadwal sangatlah dibet. Padahal, di sekolah negeri yang seharusnya orang-orangnya adalah orang-orang stand by, siap diletakkan dimana saja. Tetapi ternyata sangat ribet....
Bahkan... kalah dengan sekolah swasta yang notabene gurunya adalah guru terbang... sekolah swasta sudah selesai menyusun jadwal... eh sekolah negeri masih belum... malah sekolah swasta harus bolak balik mengubah jadwal sebab rekanb-rekan guru negeri yang jadwalnya terus berubah-ubah... duh ribetnya mengawali tahun pelajaran baru...

Jumat, 03 Juli 2009

Pekerjaan Sepanjang HAri

HAri ini adalah hari ketiga sejak proses penerimaan siswa didik baru di sekolahanku. Dan kebetulan aku dijadikan sebagai salah satu koordinator tim panitia PSB ini,yaitu pada penentuh tes dan wawancara.
Sejak pagi, aku sebagai koordinator tim harus selalu mengkondisikan kinerjanya sehingga tidak kalang kabut, apalagi jumlah anak yang mendaftar sangat berlimpah. jauh lebih banyak dari perkiraan anak yang bakal diterima.
Bagaimana-pun kami tidak ingin kecoongan saat menentukan keberhasilan anak dalam memsyki ceah menjadi murid di sekolahan ini. INI merupakan kewajiban mental yang tidak dapat diabaikan, menjaga kualitas sekolah sebagai wahana pendidkan positif sehingga perlu anak-anak penyortiran agar kualitas anak-anak terjamin.
Hari ini sejak pagi aku melaksanakan tugas tanpa kesal ataupun keluh kesah terlontar keluar, walau sebenarnya keluh tu tetap ada, apalagi ketika anak buah sama sekalai tidak dapat diajak kompromi... wah..
Hari ini aku bekerja seharian... sata pulang.. diri sudah sedemikian loyonya..

Kamis, 02 Juli 2009

ARtikelku di Media Pendidikan Jatim

Sekali lagi.. dari sekian banyak artikel yang kutulis, bulan ini masuk dalam edisi Media Pendidikan Jatim. Sungguh ini merupakan satu kebanggan bagiku. sudah seringkali artikelku mengisi halaman-halaman Media kebanggan dunia pendidikan di jatim itu. Tulisan-tulisan dalam artikel adalah angan-angan sdan keinginan utnuk perwujudan dalam dunia pendidikan yang kugeluti, ntuk peningkatan kulitas.

PSB yang Rumit

Penerimaan Siswa Baru menjadi satu moment penting bagi sekolah untuk mengevaluasi eksistensi dirinya dalam masyarakat. Dengan melihat atensi amsyarakat terhadap sekolah, maka setidaknya kita dapat mengetahui secara pasti tingkat kepercayaan dan perhatian amsyarakat terhadap sekolah. Dan, tingkat perhatian masyarakat terhadap sekolah adalah identik dengan tingkat keberhasilan sekolah di dalam mengelola proses pendidikan dan pembelajarannya.
sekolah-sekolah dengan tingkat pendaftaran siswa baru yang maksimal, berarti mendapatkan kepercayaan masyarakat yang sedemikian rupa sehingga masyarakat merasa perlu dan harus mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Sekolah yang mempunyai tingkat atensi masyarakat tinggi tanpa harus promosi sudah didatangi oleh anak-anak dan orangtuanya, masyarakat. Tidak perlu mengumbar ulasan atas kondisi diri sebab masyarakat sudah memahami dan mengerti kondisi sekolah tersebut.
Dan, selamanya, proses penerimaan siswa baru merupakan satu kegiatan yang rumit. Kerumitan tersebut terutama pada prosesnya. Anak didik harus mendaftar dengan menyerahkan beberapa syarat, terutama ijasah sekolah sebelumnya dan kelengkapan lainnya, termasuk dana pendaftaran. selanjutnya harus mengikuti ujian tulis dan wawancara. Setelah itu harus berjuang memperoleh kesempatan ikut atau lulus dalam ujian tersebut.
Bagi guru PSB merupakan tugas tambahan yang sangat merumitkan... Pada saat teman-teman lain libur, panitia PSB harus berkutet mempersiapkan segala hal terkait dengan PSB. Sejak musim liburan, Panitia sudah bekerja mempersiapkan segala hal... duh rumitnya... apalagi jika tidak ada kesinkronan rasa tanggungjawab dinatara anggota panitia.. wah lelet banget..!

Sabtu, 27 Juni 2009

Apa ini Lelucon????

Pengumuman anak kelas 3 yang mengikuti ujian nasional tahun 2008 / 2009 sudah lama diumumkan, sekitar tanggal 15 Juni 2009. Dan, hasilnya beberapa anak terpaksa gagal, dinyatakan tidak lulus. Mereka merasakan terpukul, apalagi bagi mereka yang benar-benar berkompeten dalam bidang keahlian. ternyata yang menjadi penyebab adalah pelajaran atau Ujian Teori bidang keahlian. Beberapa anak dari bidang keahlian teknik mesin, khususnya program keahlian teknik pemesinan dan teknik mekanik otomotif harus berbesar hati sebab kegagalan oleh satu mata ujian tersebut.
Akhirnya, semua sekolah memutuskan untuk mengikutkan anak-anaknya pada ujian Paket C. Walau mereka menyadari bahwa anak-anak tidak lulus ujian teori kejuruan, tetapi bagaimana lagi... mereka hartus mengikuti ujian tersebut. Maka, anak-anakpun berjuang lagi mengikuti ujian paket C.
Selama 4 hari, anak-anak harus mengikuti ujian persamaan Paket C, anak-anak SMK dikelompokkan pada sekolah umum jurusan IPA, sehingga sungguh sangat lucu sebab anak-anak SMK yang biasanya berhadapan dengan mesin ternyata harus mengerjakan pelajaran biologi. Anak-anak yang biasanya berkutet dengan mesin-mesin ternyata harus mengerjakan materi tentang ilmu hayat...
Dasn, saat ujian Paket C berakhir, pada hari ke empat, ternyata ada kabar bahwa anak-anak yang program keahlian teknik mekanik otomotif dnyatakan lulus semua!!?
Duh dalam hal begini siapa yang bijak?
Apakah ini lelucon dalam dunia pendidikan kita?
Anak yang sudha dinyatakan tidak lulus eh ternyata dapat berubah menjadi lulus? kenapa hanya anak-anak program keahlian Teknik mekanik Otomotif saja???

Selasa, 09 Juni 2009

Urgensi Ujian Ulang

Setiap orang yang mengalami kegagalan selau berkeinginan untuk mengulang sehingga kegagalan tersebut dapat ditebus dan selanjutnya menghasilkan keberhasilan.
Tetapi, di dalam memperbaiki kegagalan tersebut, maaka seseorang harus melakukan hal-hal yang sama sebagaimana saat menjalankan kegiatan. Bahkan kegiatan tersebut harus dijalankan sejak kegiatan awal.
Ketika seseorang mengalami kegagalan dalam suatu kegiatan, maka dia harus engulangi sejak kegiatan awal. Dahulu, ketika kita tidak lulus, gagal dalam mengikuti ujian akhir sekolah, maka kita harus mengikuti kegiatan belajar mulai pada semestar pertama di kelas akhir tersebut.
Tapi, untuk tahun ini ada sebuah fenomena yang sedemikian besarnya, yaitu anak tidak lulus, eh dapat begitu saja mengikuti ujian ulang...
Dan, yang memutuskan itu ternyata badan yang mengurusi standar nasional pendidikan.
Apakah ini bukan diskriminasi pelayanan pendidikan?

Minggu, 03 Mei 2009

Perlu Peningkatan Kualitas Guru

Kualitas guru seringkali menjadi pertanyaan yang tiada habisnya, bahkan jawaban yan sudah diberikan ternyata belum mampu memberikan solusi terbaik. Bahwa kualitas guru pada dasarnya merupakan modal dasar untuk menghasilkan proses pendidikan dan pembelajaran yang benar-benar mampu menjawab tantangan hidup.
Guru adalah agen pendidikan dan pembelajaran yang selanjutnya adalah sosok yang berperan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri ini. Jika ternyata kualitas guru masih biasa-biasa saja,sebagaimana biasanya atau tidak ada usaha untuk meningkatkan lebih lanjut, maka selamanya kualitas hasil proses pembelajaran yan tetap seperti ini.
Apalagi jika kita melihat kenyataan bahwa program sertifikasi yang sebenarnya merupakan program bagus untuk meningkatkan proses pendidkan dan pembelajaran tenryata sama sekali belm memberikan kontribusi yang tepat. Mereka yang telah dinyatakan 'lulus' baik melalui portofolio maupun diklat, dan sudah mendapatkan kompensasi atas sertifikat gurunya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi pada peningkatan kualiats pendidikan.
Lebih parah lagi, banyak yang setelah mendapatkan kompensasi setifikasi ternyata mengatakan bahwa mereka sudha tidak 'ngoyo' lagi, to mereka sudah lulus sertifikasi tanpa memberikan gambaran hal-hal yang bakal dilakukannya untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Sebenarnya, tujuan mereka bukan untuk peningkatan kualitas dunia pendidikan melainkan sekedar mendapatkan kompensasid ari proses sertifikasdi yang diikutinya, sebab selama proses penyiapan dokumen sertifikasi, yaitu portofolio, mereka telah mengeluarkan banyak dana sebab semua dokumen tersebut merupakan hasil 'jahitan 'orang lain yang tentunya membutuhkan dana.......
Duh, dunia pendidikan... begitulah nasibmu!